Pengertian Anak

Pengertian Anak Sahabat Sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share artikel mengenai Pengetian Anak. Untuk mendapatkan pemahaman awal mengenai pembahasan ini terlebih dahulu dikemukakan pengertian anak, agar pemahaman mengenai uraian ini akan lebih terarah. Dan pengertian mengenai anak berbeda-beda dipahami beberapa ahli. Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan beberapa pengertian anak, yaitu anak berarti: (1) turunan, (2) manusia yang masih kecil, (3) binatang yang masih kecil, (4) orang yang berasal dari atau dilahirkan disuatu negeri daerah dan sebagainya, (5) orang yang termasuk dalam suatu golongan pekerjaan(keluarga dan sebagainya), (6) bagian yang kecil (pada suatu benda), (7) seauatu yang kecil dari pada yang lain.  Diantara sekian pengertian diatas, maka yang dimaksudkan dalm pembahasan ini, yaitu anak dalam arti keturunan kedua yang masih kecil, yaitu yang diturunkan oleh kedua orang tuanya dalam umur yang masih balita, remaja, atau telah berumur dewasa.
Dalam bahasa arab, anak diebut “walad” atau dalam jamaknya “awlad”  yang berarti turunan kedua manusia atau manusia yang masih kecil.  dalam mu’jam al-wasith disebutkan walad dari kata dasar walad  yang berarti segala yang dilahirkan. Kata ini dipergunakan untuk menyebutkan jenis yang lahir laki-laki atau perempuan.  dengan demikian, walad merujuk kepada makna anak sebagai suatu kenyataan biologis yakni ia hadir melalui kelahiran.
Dalam buku Webster dictionary yang disebutkan bahwa: “child (children), a young person between babyhoodand youth”,  (anak jamaknya anak-anak, yaitu seorang yang masih berusia muda antara masa balita dan masa remaja). Pandangan seperti ini menyoroti dari aspek pembinaan anak pada usia sebelum dewasa. Padahal anak yang telah dewasa sesungguhnya masih termasuk anak walaupun dia sudah jarang disapa dengan sebutan anak. Sementara itu, dalam pasal 1 undang-undang nomor 4 tahun 1979 tentang kesejahteraan anak ditetapkan bahwa anak-anak adalah seseorang yang belum mencapai umur usia 21 tahun dan belum pernah kawin (pasal 1 ayat 2).
Berdasarkan uraian diatas , anak pada dasarnya merupakan orang kecil dalam arti berusia lebih muda dari orang tuanya dan masih tergantung pada orang tuanya. Selain kata walad, dalam bahasa arab dikenal beberapa istilah yang menyangkut dengan anak, yaitu kata ibn. kata  ibn  berasal dari kata banaya yang bermakna sesuatu melahirkan sesuatu. Makna ini tidak terlalu berbeda dengan kata walad. Dari akar kata banaya terbentuk kata buniya yang berarti membina sesuatu dengan mengumpulkan sebahagian yang lain.  Hal ini bermakna bahwa anak dalam arti ibn yaitu sebagai sesuatu yang perlu pembinaan dan pertanggung jawaban. Orang tuanya harus memberikan pembinaan terhadap anak-anaknya.
Masih ada kata lain yang berhubungan dengan pengertian anak yaitu kata dzurriah. Kata dzurriah mempunyai dua makna pokok, pertama: sesuatu yang mulia karena sesuatu lalu terhinakan, kedua: yaitu sesuatu yang terjatuh dan terpisahkan. Dari makna kedua yang disebutkan inilah yang melahirkan makna bahwa anak adalah bagian orang tua yang lahir dari bagian dari keduanya dan selanjutnya menjadi penerus keturunan mereka. Anak pada dasarnya menjadi harapan kedua orang tuanya untuk melanjutkan keturunan dan sebagai penerus cita-cita orang tuanya.
Istilah-istilah lain yang berkenaan dengan pengertian anak adalah ghulam dan thiflun. Keduanya berkonotasi pada arti keadaan anak yang masih muda atau anak yang masih kanak-kanak.
Dari pengertian-pengertian yang dikemukakan menunjukkan bahwa anak merupakan akibat langsung dari hubungan biologis kedua orang tuanya yang menjadi penerus generasi orang tua. Karena sebagai tahap awal anak mesti mendapat bimbingan dari orang tuanya itu atau dari keluarga yang lebih berpengalaman dari anak itu.[ki]