Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial Berlangsungnya suatu Proses interaksi sosial tidak lepas dari berbagai faktor, antara lain faktor sugesti, imitasi, identifikasi dan simpati.

Sugesti
Merupakan pengaruh yang diberikan oleh pihak lain baik itu berupa pandangan, sikap, maupun perilaku sehingga orang yang mendapat pengaruh tersebut akan mengikutinya tanpa berpikir panjang. Orang yang bersifat sugesti biasanya mempunyai kedudukan, kewibawaan atau sifat otoriter sehingga sangat disegani. Misalnya apabila kita mendapat anjuran untuk meminum obat yang telah diberikan dokter yang kita percayai maka kita terus melakukan anjuran itu dengan menaruh rasa kepercayaan yang tinggi dan seringkali hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Sugesti akan terjadi apabila dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
  • Kemampuan berpikir seseorang sedang terhambat;
  • keadaan yang terpecah belah;
  • otoritas;
  • mayoritas.
Imitasi
berasal dari bahasa Inggris, imitation yang artinya tiruan atau peniruan, Jadi imitasi adalah suatu keinginan sesorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. Hal ini disebabkan adanya minat, perhatian atas sikap mengagumi terhdap pihak lain yang dianggap sesuai dengan kehendak, seperti meniru pakaian yang dikenakan oleh para artis, meniru rambut yang sedang trend saat ini, atau meniru gaya bicara dan tingkah laku seorang tokoh yang kita idolakan. Proses imitasi dapat mengarah pada hal-hal yang bersifat positif, yaitu terciftanya keselarasan dan keteraturan sosial. Adapun proses imitasi yang bersifat negatif dapat menimbulkan berbagai proses penyimpangan sosial.

Identifikasi
Merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. identifikasi sifatnya lebih mendalam dari imitasi. Oleh karena itu , kepribadian sesorang terbentuk atas dasar proses identifikasi. Pengaruh yang terjadi pada identifikasi umumnya lebih kuat bila dibandingkan dengan imitasi atau sugesti. Contoh dari proses identifikasi, yaitu adanya sikap meniru perbuatan orang lain yang  suka membolos sekolah.

Simpati

Pada dasarnya simpati adalah dorongan manusia untuk melakukan interaksi dengan orang lain karena merasa tertarik dengan orang tersebut. Simpati dapat berfungsi menguatkan komunikasi terhadap pihak pilah yang membuat tertarik sehingga komunikasi menjadi lebih efektif. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya simpati adalah kesamaan pandangan, kesamaan kepentingan, dan kesamaan rasial. Contoh simpati antara lain ikut merasakan kesedihan apabila ada teman yang mendapat musibah,adanya keinginan dalam diri untuk bersahabat dan berdekatan dengan pemuda ganteng atau gadis cantik.[ki]