Sejarah Pendidikan di Sulsel

Sejarah Pendidikan di Sulsel Sampai tahun 1965, karena keadaan kekacauan terus -menerus sejak  zaman Jepang, zaman Revolusi dan zaman  pemberontakan Kahar Mu-zakkar, maka perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan. amat terbelakang kalau dibandingkan dengan Iain -lain daerah di Indonesia.  Walaupun demikian di kota-kota, usaha memajukan pendidikan berjalan juga dan sesudah pemulihan kembali keadaan aman, maka di samping  rehabilitasi dalam sektor-sektor ekonomi, sarana dan kehidupan kemasyarakatan pada umumnya, usaha dari lapangan pendidikan mendapat perhatian yang khusus. 

Di samping sekolah-sekolah tercantum dalam tabel XXII ada pula  sekolah agama, tersebar luas di Sulawesi Selatan. Sekolah -sekolah  agama ini banyak yang diasuh oleh yayasan-yayasan pendidikan swasta  dari organisasi-organisasi seperti Muhammadiyah, Darudda'wah al Irsjad,  Assa'diah, Misbah, Jamiatul Islamiah, Perguruan Islam dan Badan Pendidikan Islam.Di dalam lingkungan masyarakat desa, sejak dahulu kala pondok-pondok  mengaji Al Qur'an  yang diselenggarakan oleh guru-guru mengaji, sudah mendapat kedudukan yang penting. Pada masa sekarang  diselenggarakan pesantren-pesantren baru yang di samping pelajaran   mengaji dan pendidikan agama diberi juga mata-mata pelajaran lain, seperti misalnya Madrasah Dirasah Islamiah wa-Arabiah.

Pendidikan  agama-agama lainnya, juga diselenggarakan oleh organi-sasi-organisasi Kristen Protestan dan Katolik dalam sekolah-sekolah seperti  Sekolah-sekolah Teologia Menengah, Seminari Katolik dan sebagainya. Pendidikan  Tinggi siidah ada di Makassar sejak permulaan zaman  Kemerdekaan. Universitas Negeri Hasanuddin, sampai sekarang telah meng-hasilkan ratusan sarjana dalam berbagai bidang, sedangkan di samping IKIP  negeri di Makassar ada juga beberapa Universitas swasta lainnya dan kira-kira 20 akademi untuk berbagai macam pendidikan keahlian.[ki]