Daftar Nama Nama Pahlawan Nasional Terbaru

Daftar Nama Nama Pahlawan Nasional Terbaru Sahabat Sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share artikel mengenai Daftar Nama-nama Pahlawan Nasional Indonesia Terbaru. Pahlawan Nasional adalah gelar yang diberikan kepada Warga Negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Indonesia yang gugur atau meninggal dunia demi membela bangsa dan negara, atau yang semasa hidupnya melakukan tindakan kepahlawanan atau menghasilkan prestasi dan karya yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Untuk memperoleh gelar sebagai pahlawan nasional, harus memenuhi syarat umum dan syarat khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 25 dan Pasal 26 UU No. 20/2009, yaitu:
Syarat umum (Pasal 25 UU No. 20/2009):
  • WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI;
  • memiliki integritas moral dan keteladanan;
  • berjasa terhadap bangsa dan negara;
  • berkelakuan baik;
  • setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara; dan
  • tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.
Syarat khusus (Pasal 26 UU No. 20/2009)
Berlaku untuk gelar pahlawan nasional yang diberikan kepada seseorang yang telah meninggal dunia dan yang semasa hidupnya:
  • pernah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik atau perjuangan dalam bidang lain untuk mencapai, merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa;
  • tidak pernah menyerah pada musuh dalam perjuangan;
  • melakukan pengabdian dan perjuangan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya;
  • pernah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara;
  • pernah menghasilkan karya besar yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa;
  • memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi; dan/atau
  • melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
Mengenai pemilihan pahlawan, tidak harus inisiatif dari negara saja. Pasal 30 ayat (2) UU No. 20/2009 dan Pasal 51 ayat (1) PP No. 35/2010 menyebutkan bahwa usul pemberian gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan dapat diajukan oleh perseorangan, lembaga negara, kementrian, lembaga pemerintah non-kementrian, pemerintah daerah, organisasi, atau kelompok masyarakat. Usul tersebut ditujukan kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (Pasal 30 ayat [1] UU No. 20/2009). Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan adalah dewan yang bertugas memberikan pertimbangan kepada Presiden dalam pemberian gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan (Pasal 1 angka 9 UU No. 20/2009). Dalam Pasal 52 PP No. 35/2010, diuraikan lebih detail mengenai mekanisme permohonan usul pemberian gelar, yaitu bahwa pemberian gelar diajukan melalui bupati/walikota atau gubernur kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial. Selanjutnya Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sosial mengajukan permohonan usul pemberian gelar kepada Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Sampai Saat ini (Oktober 2013) Jumlah Pahlawan nasional Indonesia adalah 156 Orang, Dan berikut ini Nama nama Pahlawan Nasional Indonesia Terbaru.
  • Abdul Muis: Keppres No. 218 Tahun 1959
  • Ki Hajar Dewantara: Keppres No. 305 Tahun 1959
  • Raden Mas Soerjopranoto: Keppres No. 310 Tahun 1959
  • Mohammad Husni Thamrin: Keppres No. 175 Tahun 1960
  • Kiai Haji Samanhudi: Keppres No. 590 Tahun 1961
  • Oemar Said Tjokroaminoto: Keppres No. 590 Tahun 1961
  • Ernest Douwes Dekker (Setiabudi): Keppres No. 590 Tahun 1961
  • Sisingamangaraja XII: Keppres No. 590 Tahun 1961
  • Dr. G.S.S.J. Ratulangi: Keppres No. 590 Tahun 1961
  • dr. Soetomo: Keppres No. 657 Tahun 1961
  • Haji Ahmad Dahlan: Keppres No. 657 Tahun 1961
  • Agus Salim: Keppres No. 657 Tahun 1961
  • Jenderal Gatot Subroto: Keppres No. 222 Tahun 1962
  • Sukarjo Wiryopranoto: Keppres No. 342 Tahun 1962
  • Ferdinand Lumbantobing: Keppres No. 361 Tahun 1962
  • Kiai Haji Zainul Arifin: Keppres No. 35 Tahun 1963
  • Tan Malaka: Keppres No. 53 Tahun 1963
  • Mgr. Albertus Sugiyapranata S.J.: Keppres No. 152 Tahun 1963
  • Ir. Raden Juanda Kartawijaya: Keppres No. 244 Tahun 1963
  • Dr. Saharjo S.H.: Keppres No. 245 Tahun 1963
  • Cut Nyak Dhien: Keppres No. 106 Tahun 1964
  • Cut Nyak Meutia: Keppres No. 106 Tahun 1964
  • Raden Ajeng Kartini: Keppres No. 108 Tahun 1964
  • dr. Cipto Mangunkusumo: Keppres No. 109 Tahun 1964
  • Kiai Haji Fakhruddin: Keppres No. 163 Tahun 1964
  • Kiai Haji Mas Mansur: No. 163 tahun 1964
  • Alimin: Keppres No. 163 Tahun 1964[6]
  • dr. Moewardi: Keppres No. 190 Tahun 1964
  • Wahid Hasyim: Keppres No. 206 Tahun 1964
  • Sri Susuhunan Pakubuwana VI: Keppres No. 294 Tahun 1964
  • Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari: Keppres No. 294 Tahun 1964
  • Raden Mas Tumenggung Ario Suryo: No. 294 Tahun 1964
  • Jenderal Soedirman: Keppres No. 314 Tahun 1964
  • Letnan Jenderal Urip Sumoharjo: Keppres No. 314 Tahun 1964
  • Prof. Dr. Soepomo: Keppres No. 123 Tahun 1965
  • Dr. Kusumah Atmaja S.H.: Keppres No. 124 Tahun 1965
  • Jenderal Ahmad Yani: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Letnan Jenderal Suprapto: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Letnan Jenderal Haryono: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Letnan Jenderal Siswondo Parman:  Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Mayor Jenderal Pandjaitan: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • Kapten Pierre Tendean: Keppres No. 111/KOTI/1965
  • AIP Karel Satsuit Tubun: Keppres No. 114/KOTI/1965
  • Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo: Keppres No. 118/KOTI/1965
  • Kolonel Sugiono: Keppres No. 118/KOTI/1965
  • Sutan Syahrir: Keppres No. 76 Tahun 1966
  • Laksamana Laut Martadinata: Keppres No. 220 Tahun 1966
  • Dewi Sartika: Keppres No. 252 Tahun 1966
  • Wilhelmus Zakaria Johannes: Keppres No. 6/TK/1968
  • Usman Janatin  Pahlawan Nasional: Keppres No. 50/TK/1968
  • Kopral Harun bin Said (Thohir): Keppres No. 50/TK/1968
  • Jenderal Basuki Rahmat: Keppres No. 10/TK/1969
  • Arie Frederik Lasut: Keppres No. 12/TK/1969
  • Martha Christina Tiahahu: Keppres No. 12/TK/1969
  • Maria Walanda Maramis: Keppres No. 12/TK/1969
  • Supeno: Keppres No. 39/TK/1970
  • Sultan Ageng Tirtayasa: Keppres No. 45/TK/1970
  • Wage Rudolf Supratman: Keppres No. 16/TK/1971
  • Nyai Ahmad Dahlan: Keppres No. 42/TK/1971
  • Kiai Haji Zainal Mustafa: Keppres No. 64/TK/1972
  • Sultan HasanuddinKeppres No. 87/TK/1973
  • Kapitan Pattimura: Keppres No. 87/TK/1973
  • Pangeran Diponegoro: Keppres No. 87/TK/1973
  • Tuanku Imam Bonjol:  Keppres No. 87/TK/1973
  • Teungku Cik di Tiro: Keppres No. 87/TK/1973
  • Teuku Umar: Keppres No. 87/TK/1973
  • Wahidin Sudirohusodo: Keppres No. 88/TK/1973
  • Oto Iskandar di Nata: Keppres No. 88/TK/1973
  • Robert Wolter Monginsidi: Keppres No. 88/TK/1973
  • Prof. Mohammad Yamin S.H: Keppres No. 88/TK/1973
  • Yos Sudarso: Keppres No. 88/TK/1973
  • Prof. Dr. Suharso: Keppres No. 88/TK/1973
  • Marsekal Muda Abdulrachman Saleh: Keppres No. 71/TK/1974
  • Marsekal Muda Agustinus Adisucipto : Keppres No. 71/TK/1974
  • Teuku Nyak Arief : Keppres No. 71/TK/1974
  • Nyi Ageng Serang: Keppres No. 84/TK/1974
  • Hajjah Rangkayo Rasuna Said: Keppres No. 84/TK/1974
  • Halim Perdanakusuma: Keppres No. 63/TK/1975
  • Marsekal Madya Iswahyudi: Keppres No. 63/TK/1975
  • Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai: Keppres No. 63/TK/1975
  • Suprijadi : Keppres No. 63/TK/1975
  • Sultan Agung Hanyokrokusumo : Keppres No. 106/TK/1975
  • Untung Suropati : Keppres No. 106/TK/1975
  • Tengku Amir Hamzah: Keppres No. 106/TK/1975
  • Sultan Thaha Sjaifuddin: Keppres No. 79/TK/1977
  • Sultan Mahmud Badaruddin II: Keppres No. 63/TK/1984
  • Ir. Soekarno: Keppres No. 81/TK/1986 dan Keppres No. 83/TK/2012
  • Drs. Mohammad Hatta: Keppres No. 81/TK/1986 dan Keppres No. 84/TK/2012
  • Suroso R.P: Keppres No. 81/TK/1986
  • Radin Inten II: Keppres No. 81/TK/1986
  • Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara I: Keppres No. 48/TK/1988
  • Sri Sultan Hamengkubuwana IX : Keppres No. 53/TK/1990
  • Sultan Iskandar Muda: Keppres No. 77/TK/1993
  • I Gusti Ketut Jelantik : Keppres No. 77/TK/1993
  • Frans Kaisiepo: Keppres No. 77/TK/1993
  • Silas Papare: Keppres No. 77/TK/1993
  • Marthen Indey: Keppres No. 77/TK/1993
  • Nuku Muhammad Amiruddin: Keppres No. 71/TK/1995
  • Tuanku Tambusai: Keppres No. 71/TK/1995
  • Syech Yusuf Tajul Khalwati (Tuanta Salamaka): Keppres No. 71/TK/1995
  • Siti Hartinah: Keppres No. 60/TK/1996
  • Raja Haji Fisabilillah:  No. 72/TK/1997
  • Haji Adam Malik: Keppres No. 107/TK/1998
  • Tjilik Riwut: Keppres No. 108/TK/1998
  • La Madukelleng: Keppres No. 109/TK/1998
  • Sultan Syarif Kasim II: Keppres No. 109/TK/1998
  • H. Ilyas Yakoub: Keppres No. 74/TK/1999
  • Prof. Dr. Hazairin: Keppres No. 74/TK/1999
  • Abdul Kadir: Keppres No. 114/TK/1999
  • Fatmawati: Keppres No. 118/TK/2000
  • Ranggong Daeng Romo: Keppres No. 109/TK/2001
  • Brigadir Jenderal Hasan Basry: Keppres No. 110/TK/2001
  • Jendral Besar Abdul Harris Nasution: Keppres No. 73/TK/2002
  • Gusti Pangeran Harya Jatikusumo: Keppres No. 73/TK/2002
  • Andi Jemma: Keppres No. 73/TK/2002
  • Pong Tiku: Keppres No. 73/TK/2002
  • Prof. Dr. Iwa Kusumasumantri: Keppres No. 73/TK/2002
  • Nani Wartabone: Keppres No. 85/TK/2003
  • Maskoen Soemadiredja: Keppres No. 89/TK/2004
  • Andi Mappanyukki: Keppres No. 89/TK/2004
  • Ali Haji: Keppres No. 89/TK/2004
  • Kiai Haji Achmad Rifai: Keppres No. 89/TK/2004
  • Gatot Mangkupraja: Keppres No. 89/TK/2004
  • Ismail Marzuki: Keppres No. 89/TK/2004
  • Kiras Bangun (Garamata): Keppres No. 82/TK/2005
  • Bagindo Azizchan: Keppres No. 82/TK/2005
  • Andi Abdullah Bau Massepe: Keppres No. 82/TK/2005
  • Teuku Mohammad Hasan: Keppres No. 85/TK/2006
  • Raden Mas Tirto Adhi Soerjo: Keppres No. 85/TK/2006
  • Kiayi Haji Noer Alie: Keppres No. 85/TK/2006
  • Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng: Keppres No. 85/TK/2006
  • Opu Daeng Risadju: Keppres No. 85/TK/2006
  • Izaak Huru Doko: Keppres No. 85/TK/2006
  • Sri Sultan Hamengkubuwana I: Keppres No. 85/TK/2006
  • Haji Andi Sultan Daeng Raja: Keppres No. 85/TK/2006
  • Mayor Jenderal Adenan Kapau Gani: Keppres No. 66/TK/2007
  • Dr. Ida Anak Agung Gde Agung: Keppres No. 66/TK/2007
  • Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo: Keppres No. 66/TK/2007
  • Slamet Riyadi: Keppres No. 66/TK/2007
  • Muhammad Natsir: Keppres No. 41/TK/2008
  • Kiai Haji Abdul Halim: Keppres No. 41/TK/2008
  • Sutomo: Keppres No. 41/TK/2008
  • Jahja Daniel Dharma: Keppres No. 58/TK/2009
  • Herman Johannes: Keppres No. 58/TK/2009
  • Achmad Subardjo: Keppres No. 58/TK/2009
  • Johanes Leimena: Keppres No. 52/TK/2010
  • Johannes Abraham Dimara: Keppres No. 52/TK/2010
  • Syafruddin Prawiranegara: Keppres No. 113/TK/2011
  • Idham Chalid      Pahlawan Nasional: Keppres No. 113/TK/2011
  • Haji Abdul Malik Karim Amrullah: Keppres No. 113/TK/2011
  • Ki Sarmidi Mangunsarkoro: Keppres No. 113/TK/2011
  • I Gusti Ketut Pudja: Keppres No. 113/TK/2011
  • Pakubuwana X: Keppres No. 113/TK/2011
  • Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono: Kepres No. 113/TK/2011
  • Radjiman WedyodiningratNo. 68/TK/2013
  • Lambertus Nicodemus Palar: Kepres No. 68/TK/2013
  • Tahi Bonar SimatupangKeppres No. 68/TK/2013
Demikianlah artikel mengenai Daftar Nama Nama Pahlawan nasional Terbaru 2013, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]