Contoh Program Kerja Osis


Contoh Program Kerja Osis terbaru Sahabat sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan berbagi artikel mengenai Contoh Proker atau Program Kerja Osis atau Organasisasi Siswa Intra Sekolah. Di dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 226/C/Kep/0/1992 disebutkan bahwa organisasi kesiswaan di sekolah adalah OSIS. OSIS adalah Organisasi Intra Sekolah. Masing-masing kata mempunyai pengertian : Secara umum adalah kelompok kerjasama anatara pribadi yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dalam hal ini dimaksudkan sebagai satuan atau kelompok kerjasama para siswa yang dibentuk dalam usaha mencapai tujuan bersama, yaitu mendukung terwujudnya pembinaan kesiswaan , adalah peserta didik pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Intra, berarti terletak di dalam dan di antara. Sehingga suatu. organisasi siswa yang ada di dalam dan di lingkungan sekolah yang bersangkutan. Sekolah adalah satuan pendidikan tempat menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, yang dalam hal ini Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah atau Sekolah/Madrasah yang sederajat.
OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.
Contoh Program Kerja Osis

KATA PENGANTAR
Puji syukur yang mendalam hanya patut kiranya kami haturkan atas segala limpahan karunia dan rahmat-Nya yang selalu menyertai kami dalam menyelasaikan penyusunan program kerja OSIS SMA.... Masa Bhakti 2013/2014 ini sebagai acuan dasar pelaksanaan kegiatan siswa dalam lingkungan sekolah. Program kerja ini disusun untuk mempermudah dalam pelaksanaan kegiatan berdasarkan kerangka prioritas, waktu dan dana tertentu untuk mencapai peranan organisasi sebagai wadah seluruh kegiatan siswa dalam sekolah dan sebagai motivator yang bersifat preventif. Kami selaku tim gabungan antara Pengurus OSIS dan Pengurus Inti Musyawarah Perwakilan Kelas menyadari bahwa belum semua aspirasi siswa tertampung dalam program kerja ini. Oleh karena itu, program kerja ini masih jauh dari kesempurnaan sehingga sumbangan pemikiran baik kritik maupun saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan di masa mendatang.
Akhirnya, kami sampaikan terima kasih atas bantuan dan dukungan dari semua pihak, baik fisik maupun moral dalam penyusunan program kerja ini. Semoga program kerja ini dapat membawa manfaat dalam pengembangan dan peningkatan mutu kegiatan siswa di SMA.... ini.

LATAR BELAKANG
Sebelum terbentuknya organisasi OSIS di sekolah-sekolah terdapat organisasi yang beraneka ragam bentuknya baik intern maupun ekstern. Organisasi di sekolah yang sifatnya ekstern bisa mengarah ke dalam hal-hal yang bersifat politis sehingga timbullah situasi yang tidak menguntungkan sebagai tempat yang diselenggarakannya proses belajar mengajar.
Akibat dari situasi tersebut, timbulah loyalitas ganda. Di satu pihak harus melaksanakan peraturan yang dibuat oleh sekolah, di lain pihak harus tunduk kepada organisasi yang di kendalikan dari luar.
Itulah sebabnya pada tahun 1970 sampai dengan tahun 1972 beberapa pimpinan organisasi di Jakarta yang sadar akan maksud dan tujuan belajar di sekolah, ingin menghindari bahaya perpecahan diantara para siswa. Mereka sepakat merintis dan mendirikan Organisasi Siswa Intra Sekolah yang sah di sekolah masing-masing. Setelah mendapat pengarahan dari pimpinan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan hingga terlaksana sampai sekarang.
Pelaksanaan kegiatan OSIS harus berpedoman pada program kerja OSIS dan AD/ART OSIS. Dalam pelaksanaannya tersebut juga diperlukan organisasi serta kerjasama yang mantap, untuk mewujudkan menjadi cita-cita dan tujuan serta sasaran OSIS sebagai wadah, motivator, dan preventif sekolah. Untuk mewujudkan koordinasi dan kerjasama yang mantap terutama bagi pihak yang terkait, maka diperlukan sutu hubungan yang baik. Mulai dari perencanaan pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian serta pertanggungjawaban serta pengembangan kegiatan.
Selanjutnya program kerja disusun berdasarkan aspirasi siswa secara demokratis. Dalam program kerja tersebut digambarkan, diuraikan, dan diinterprestasikan dalam segala bentuk kegiatan OSIS. Selain program kerja digunakan sebagai pedoman OSIS, juga dapat digunakan sebagai tolak ukur dalam proses kegiatan mulai dari perencanaan sampai pertanggungjawaban dan dipergunakan sebagai pengambilan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan.

LANDASAN DAN HUKUM
Penyusunan program kerja OSIS SMA ....Masa Bhakti 2013 - 2014 memiliki landasan sebagai berikut :
  • Landasan Idiil: Pancasila
  • Landasan Konstitusional: UUD 1945
  • Landasan Operasional: - Tri Dharma Siswa, AD/ART OSIS.
Dasar Hukum dalam penyusunan program kerja OSIS SMA ..... Masa Bhakti 2013 - 2014 adalah :
  •  UU RI No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas;
  • UU RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
  • Permen RI No.19 Tahun 2005 tentang SNP;
  • Permendiknas RI No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi;
  • Permendiknas RI No.19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
  • Permendiknas RI No.39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan.
GARIS BESAR PROGRAM KERJA OSIS
MASA BHAKTI 2013/2014
PENYUSUNAN PROGRAM KERJA
Program kerja yang dibuat harus mencerminkan aspirasi dan kebutuhan anggota. Sehingga dalam penyusunan program kerja ini harus melibatkan unsur-unsur siswa yang   terhimpun dalam MPK (Musyawarah Perwakilan Kelas) sekaligus yang berkecimpung dalam kegiatan sekolah seperti pengurus Sub Seksi dan sebagainya.
Program kerja OSIS SMA ..... Masa Bhakti 2013/204 disusun melalui tahap-tahap sebagai berikut :
  • Penampungan aspirasi dari siswa (terutama anggota, pengurus Sub Seksi)
  • Penyampaian hasil penampungan aspirasi siswa dan penyampaian aspirasi dari  perwakilan kelas
  • Pembentukan tim penyusun program kerja OSIS yang terdiri dari : Pengurus Harian OSIS; Pengurus MPK Inti dan Para Ketua Sub Seksi
  • Musyawarah pengurus tentang penyusunan program kerja OSIS
  • Rapat Kerja
  • Pengajuan dan pengesahan program kerja OSIS
Adapun program kerja OSIS terdiri dari 5 bagian yaitu :
  • Program kerja Pengurus Harian OSIS
  • Sasaran Umum Program Kerja 8 (delapan) Seksi Bidang
  • Program Kerja 8 Seksi Bidang
  • Matriks Program Kerja OSIS 2013/2014
  • Program Kerja Sub Bidang (Ekstrakurikuler)
PROGRAM KERJA PENGURUS HARIAN OSIS
Sasaran Umum
Terwujudnya koordinasi yang matang antar seksi bidang, pelayanan yang optimal terhadap anggota dan pembagian tugas kesekretariatan yang merata.
Jenis Kegiatan
  • Pengajuan perbaikan sarana dan administrasi
  • Penertiban administrasi
  • Pengaktifan kegiatan dana usaha
  • Persiapan laporan pertanggungjawaban
Ketua
  • Memimpin organisasi dengan baik dan bijaksana;
  • Mengkoordinasikan semua aparat kepengurusan;
  • Menetapkan kebijaksanaan yang telah dipersiapkan dan direncanakan oleh aparat kepengurusan;
  • Memimpin rapat;
  • Menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan berdasarkan musyawarah dan mufakat;
  • Setiap saat mengevaluasi kegiatan aparat kepengurusan.
Wakil ketua
  • Bersama-sama ketua menetapkan kebijaksanaan;
  • Memberikan saran kepada ketua dalam rangka mengambil keputusan;
  • Menggantikan ketua jika berhalangan;
  • Membantu ketua dalam melaksanakan tugasnya;
  • Bertanggung jawab kepada ketua;
Sekretaris dan Wakil Sekretaris
  • Memberi saran/masukan kepada ketua dalam mengambil keputusan;
  • Mendampingi ketua dalam memimpin rapat;
  • Menyiapkan, mendistribusikan dan menyimpan surat serta arsip yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan;
  • Menyiapkan laporan, surat, hasil rapat dan evaluasi kegiatan;
  • Bersama ketua menandatangani setiap surat;
  • Bertanggung jawab atas tertib administrasi organisasi;
  • Bertindak sebagai notulis dalam rapat.
Bendahara dan Wakil Bendahara
  • Bertanggung jawab dan mengetahui segala pemasukan/pengeluaran uang/biaya yang diperlukan;
  • Memnuat tanda bukti kuitansi setiap pemasukan.pengeluaran uang untuk pertanggungjawaban.
  • Bertanggung jawab atas inventaris dan perbendaharaan;
  • Menyampaikan laporan keuangan secara berkala.
PROGRAM KERJA 8 (DELAPAN) SEKSI BIDANG
  • SEKSI BIDANG I (Pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME). Sasaran Umum. Terbinanya kualitas dan kesadaran beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dengan melaksanakan ajaran sesuai dengan agama masing-masing yang diprioritaskan pada kegiatan ibadah secara berkelompok dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama umat beragama.
  • SEKSI BIDANG II (Pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara). Sasaran Umum. Terbinanya rasa patriotisme, kebangsaan dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara yang diwujudkan dalam penghayatan nilai-nilai dalam upacara bendera.
  • SEKSI BIDANG III (Pendidikan pendahuluan bela negara). Sasaran Umum. Terkoordinasinya kegiatan kepramukaan dan ke-pecinta alam-an dalam menumbuhkan jiwa cinta tanah air, rela berkorban demi bangsa dan negara untuk membentuk kader penerus yang patriotis.
  • SEKSI BIDANG IV (Peningkatan kepribadian dan budi pekerti luhur). Sasaran Umum. Siswa memiliki kepribadian yang mantap, suka meringankan penderitaan orang lain, berkepedulian sosial yang tinggi, mandiri dan mampu menjawab tantangan hidup secara dewasa.
  • SEKSI BIDANG V (Pendidikan berorganisasi, politik dan kepemimpinan). Sasaran Umum. Tumbuhnya sikap siap memimpin dan mau dipimpin dalam mengembangkan pola kepemimpinan konsultatif yang mengarah pad partisipatif yang aktif dari pengurus, kerjasama yang baik, kompak dan terciptanya hubungan lintas bidang.
  • SEKSI BIDANG VI (Peningkatan keterampilan dan kewirausahaan). Sasaran Umum. Mendorong tumbuhnya sikap mental wiraswasta siswa sehingga timbul kreatifitas dan kemandirian dalam menghadapi hidup.
  • SEKSI BIDANG VII (Peningkatan kesegaran jasmani). Sasaran Umum. Terbinanya kreatifitas siswa dari pribadi yang sehat, bersih serta lingkungan sekolah yang tetap asri dan hijau segar.
  • SEKSI BIDANG VIII (Pengembangan persepsi apresiasi dan daya kreasi seni). Sasaran Umum. Berkembangnya kegiatan seni yang kreatif dan ekonomis untuk menumbuhkan sikap untuk mau menghargai hasil karya seni.
PENUTUP
Program kerja OSIS disusun sebagai pedoman-pedoman pola yang terarah dalam koordinasi dalam organisasi siswa. Program Kerja ini didasarkan pada upaya pemecahan setiap habatan dan permasalahan yang terjadi dengan menetapkan arah kebijaksanaan sebagai landasan program kerja sehingga dalam rangka mengoptimalkan pencapaian tujuan dan misi organisasi yang hendak dicapai aparat kepengurusan, perlu ditetapkan prioritas sasaran program kerja. Adapun prioritas sasaran tersebut berfungsi sebagai kesimpulan program kerja yang harus mewarnai setiap pelaksanaan program. Prioritas itu tertuang dalam Tri Krida OSIS 2013/2014. Adapun isi dari Tri Krida OSIS 2013/2014 sebagai berikut :
  • Mendukung terwujudnya siswa-siswi yang menjunjung tinggi nilai keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, nilai patriotisme dan kepribadian serta budi pekerti yang luhur.
  • Turut membentuk kader pengurus OSIS yang berjiwa kritis dan reformis.
  • Mewujudkan koordinasi lintas sektoral dan antar kegiatan OSIS.
Begitu kompleksnya permasalahan dan hambatan yang kami hadapi dengan program kerja OSIS ini. Namun keberhasilan sangat relatif dan amat ditentukan oleh tenaga terampil yang ada. Akhirnya kami adalah hanya manusia yang hanya bisa untuk berusaha dan berdoa, namun pada akhirnya hanyalah Tuhan yang menentukan. Semoga dengan tersusunnya program kerja Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA ..... ini dapat terlaksana secara optimal dan dapat memberikan guna dan manfaat bagi perkembangan almamater tercinta.[ki]