Ekologi Umum

Ekologi Umum Sahabat Sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan berbagi artikel mengenai Pembahasan Ekologi Umum. Setiap makhluk hidup, memperlihatkan ciri-ciri kehidupan, yaitu antara lain mampu memperoleh zat makanan, mampu merespon rangsangan dari luar, mampu mengedarkan zat-zat di dalam tubuhnya, mampu mencerna makanan, melakukan respirasi, melaksanakan sintesis, serta mampu tumbuh dan berkembang biak. Tanaman, sebagai salah satu makhluk hidup juga mempunyai semua sifat tersebut.Pertumbuhan dan perkembangan tanaman merupakan satu perubahan yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup selama siklus hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan bukanlah peristiwa yang identik, tetapi merupakan dua proses yang sangat erat hubungannya (Anggi, 2010). Setiap organisme di alam akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan suatu organisme berbeda-beda.Pertumbuhan yang mengakibatkan pertambahan panjang, lebar, diameter secara pasti akan diikuti oleh pertambahan berat dari organisme itu. Perkembangan meliputi tiga proses yaitu morfogenesis, diferensiasi, dan pertumbuhan, sedangkan pertumbuhan itu sendiri merupakan peningkatan ukuran organism sebagai akibat dari pertambahan jumlah sel, volume, ukuran, dan banyaknya matriks intraseluler selnya (Umar, 2013).  Korelasi ialah suatu keterkaitan yang bisa ditangkap dari perbandingan dua proporsi yang masing-masing proporsi mengandung 2 kriteria yang salah satu kriteria disebutkan dalam kedua proporsi tersebut (Odum, 1998).

Biji rambutan yang dapat menjadi tanaman yang rimbun dan banyak buahnya, atau biji semangka yang kecil akhirnya dapat menghasilkan buah semangka yang sebesar kepala manusia.Semua itu adalah hasil dari proses pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh makhluk hidup termasuk tumbuhan. Untuk mengetahui hal tersebut maka dilakukanlah percobaan ini  dengan menggunakan bahan danalat ukur yang berhubungan dengan percobaan ini.
Semua organisme dalam hidupnya mengalami proses perubahan biologis. Perubahan tersebut terjadi disebabkan semua organisme mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Berlangsungnya proses perubahan biologis dipengaruhi oleh tersedianya faktor-faktor pendukung (Suswaji, 2008). Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Misalnya pada manusia, dengan tumbuh dan berkembang iadapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya.Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin (Ayu, 2011). Menurut Odum (1998) pertumbuhan adalah proses pertambahan volume yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula) karena adanya pembelahan mitosis atau pembesaran sel atau dapat pula disebabkan olehkeduanya. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif. Contohnya pertumbuhan batang tanaman dapat diukur dengan busur pertumbuhan atau auksanometer. Pertumbuhan menunjukkan pertambahan ukuran dan berat kering yang tidak dapat balik yang mencerminkan pertambahan protoplasma mungkin karena ukuran dan jumlahnya bertambah. Pertambahan protoplasma melalui reaksi dimana air, C02, dan garam-garaman organik diubah menjadi bahan hidup yang mencakup pembentukan karbohidrat (proses fotosintesis), pengisapan dan gerakan air dan hara (proses absorbs dan translokasi), penyusunan perombakan protein dan lemak dari elemen C dari persenyawaan organik (proses metabolisme) dan tenaga kimia yang dibutuhkan didapat dari respirasi (Arumdanya, 2012).
Perkembangan adalah terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Perkembangan merupakan proses menuju kedewasaan. Perjalanannya sejajar dengan pertumbuhan. Perkembangan tidak dapat dinyatakan dengan ukuran tetapi dapat dinyatakan dengan perubahan bentuk dan tingkat kedewasaan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat kualitatif (tidak dapat dinyatakan dengan angka) (Anggi, 2010). Pada organisme uniseluler proses pertumbuhan ditandai dengan semakin besarnya ukuran sel dan semakin beratnya sel, keadaan demikian karena masuknya substansi dan air kedalam sel. Sel bertambah besar, bertambah berat dan terjadinya perubahan bentuk yang tidak dapat balik disebut sel sedang tumbuh. Perubahan bentuk akibat proses pertumbuhan disebut morfogenesis (Rahman, 2012). Akibat dari pertumbuhan adalah terjadinya pertambahan panjang, lebar, diameter, dan dengan secara pasti diikuti oleh pertambahan berat organisme tersebut.Pertumbuhan pada hewan terjadi setelah selesainya morfogenesis dan diferensiasi, sedangkan pada tumbuhan tumpang tindih dimana pada waktu tertentu pertumbuhan terjadi mendahului morfogenesis dan diferensiasi (ujung akar dan batang), tetapi pada pembesaran batang terjadi setelah morfogenesis dan diferensiasi berlangsung (Umar, 2013).
Pada dasarnya pertumbuhan  ada 3 macam (Umar, 2013) yaitu :
  • Pertumbuhan allometrik yaitu variasi pertumbuhan relatif pada berbagai bagian tubuh yang membantu memberi bentuk organisme.
  • Pertumbuhan determinan yaitu pertumbuhan organisme yang akan berhenti tumbuh setelah mencapai ukuran tertentu. Ini umumnya merupakan ciri khas dari hewan.
  • Pertumbuhan intermediet yaitu pertumbuhan organisme yang terus bertumbuh selama masih hidup. Ini umumnya merupakan ciri khas dari tumbuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan (Praweda,  2000) yaitu :
  • Faktor dalam / internal : 1. Gen: Gen adalah substansi/materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengaruhi ciri dan sifat mahluk hidup. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup, sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Akan tetapi meskipun peranan gen sangat penting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan. 2. Hormon: Merupakan  senyawa kimia yang terdiri dari protein yang berfungsi sebagai zat perangsang/mengaktifkan sel-sel untuk bertumbuh dan berkembang. Biasanya terdapat hampir di semua makhluk hidup. Untuk tumbuhan disebut dengan fitohormon. Fitohormon atau hormon tanaman adalah senyawa organik bukan nutrisi yang aktif dalam jumlah kecil yang disintesis pada bagian tertentu, pada umumnya ditranslokasikan kebagian lain tanaman dimana senyawa tersebut, menghasilkan suatu tanggapan secara biokimia, fisiologis dan morfologis.
  • Faktor luar / eksternal : 1. Air dan Mineral: Tumbuhan memerlukan air dan mineral untuk pertumbuhan dan perkembangannya.Air dan mineral diserap dari dalam tanah oleh akar. Air berfungsi sebagai pelarut dan untuk fotosintesis. Mineral seperti karbon, nitrogen, fosfat, kalsium, dan magnesium berguna sebagai bahan pembangun tubuh tumbuhan. 2. Kelembaban Kelembaban menunjukkan kandungan air di tanah dan udara. Bila kelembapan rendah, transpirasi akan meningkat sehingga penyerapan air dan mineral semakin banyak. Keadaan ini dapat memacu laju pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. 3. Cahaya: Cahaya matahari sangat diperlukan dalam proses fotosintesis. Proses ini menghasilkan makanan yang dapat digunakan untuk mendapatkan energi dan membangun tubuh. 4. Metagenesis: Siklus hidup tumbuhan memperlihatkan suatu pergiliran keturunan (metagenesis).Pergiliran keturunan meliputi fase gametofit dan sporofit.Fase gametofit atau fase generatif merupakan tahap menghasilkan gamet haploid.Fase sporofit atau fase vegetatif merupakan tahap menghasilkan spora.Gametofit menghasilkan gamet haploid yang menyatu membentuk zigot.
Ketika berbicara mengenai korelasi, biasanya orang (mahasiswa atau peneliti) akan berbicara mengenai korelasi antara dua atau lebih variabel yang memiliki skala pengukuran interval bukan kategorik. Sebenarnya pengertian korelasi juga dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara dua atau lebih variabel yang memiliki skala pengukuran kategorik (Ayu, 2011).
Korelasi adalah keterkaitan yang bisa ditangkap dari perbandingan dua proporsi yang masing-masing proporsi mengandung dua kriteria disebutkan dalam proporsi tersebut (Odum, 1998).
Koefisien korelasi adalah suatu angka indeks, bukan sebuah pengukuran pada sebuah skala linear dengan satuan-satuan yang sama. Selanjutnya, korelasi adalah selalu relative terhadap situasi dimana itu dicapai, dan sekiranya diinterpretasi dalam kondisi lingkungannya dan sangat jarang dalam arti yang absolute (Sitompul, 1990).
Pengukuran merupakan suatu aktifitas dan atau tindakan membandingkan suatu besaran yang belum diketahui nilainya atau harganya terhadap besaran lain yang sudah diketahui nilainya, misalnya dengan besaran standart. Pekerjaan membandingkan tersebut tiada lain adalah pekerjaan pengukuran atau mengukur. Sedangkan pembandingnya yang disebut sebagai alat ukur.Pengukuran banyak sekali dilakukan dalam bidang teknik atau industri.Sedangkan alat ukurnya sendiri banyak sekali jenisnya, tergantung dari banyak faktor, misalnya objek yang diukur serta hasil yang di inginkan (Sandy, 2011).
Demikianlah artikel mengenai Ekologi Umum, semoga artikel ini tentunya dapat memebrikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]