Kredit Macet Merugikan Nasabah?

Kredit macet merugikan nasabah? Dalam dunia simpan pinjam, baik yang dilakukan oleh perorangan, perusahaan ataupun perbankan, pasti tidak akan luput dari yang namanya kredit macet. Saat seseorang atau sebuah perusahaan melakukan pinjaman, tetapi terhambat dalam melakukan pembayaran maka hal itu disebut dengan kredit macet.
Sebenarnya, yang namanya mengajukan pinjaman atau hutang, sesungguhnya adalah sebuah kewajiban yang harus dilunasi. Kepada siapapun kita meminjam, maka hal itu tetap menjadi kewajiban kita. Pada dasarnya tidak akan banyak kerugian yang akan dialami oleh pihak pemberi pinjaman, karena kebanyakan kerugian akan dialami oleh pihak peminjam. Apa sajakah kerugian yang akan dialami peminjam jika terjadi kredit macet??
Berikut ulasannya....
1. Nama kita akan di black list
Jika kita mengalami kredit macet, dan tidak ada upaya untuk menyelesaikannya, maka nama kita otomatis akan masuk daftar hitam (black list). Sekali kita masuk daftar itu, maka selamanya kita akan kesulitan untuk mencari pinjaman lain. Black list menjadi sebuah panduan untuk pihak perbankan dalam mengetahui history kredit seseorang. Karena itulah sebelum melakukan langkah lebih lanjut dalam menanggapi pengajuan kredit seorang nasabah, maka pihak bank akan melakukan pengecekan BI check. BI check ini senantiasa terupdate secara online ke Bank Indonesia, jadi dimanapun Anda mengajukan kredit dan mempunyai history yang namanya kredit macet, maka akan tercantum dalam daftar tersebut secara online.
Dengan black list, maka nama kita akan sulit sekali mendapatkan kepercayaan pihak bank (pemberi pinjaman). Salah satu cara untuk menghilangkan blacklist atas nama kita, adalah dengan menyelesaikan sengketa pinjaman yang terjadi diantara kita dengan pihak bank yang memberikan pinjaman. Penyelesaiannya bisa dilakukan dengan mendatangi bank tersebut, menggunakan jasa pengacara atau pun melalui mediasi dengan bantuan pihak yang berkompeten untuk mencari solusi secara kekeluargaan.
2. Hidup tak tenang
Perlu diketahui, KTA adalah salah satu fasilitas kredit yang sudah banyak beritanya mengalami kredit macet. Dengan tidak adanya jaminan yang mengikat, membuat peminjam tidak terlalu mengambil pusing utang yang pernah didapatkannya. Tetapi, walau tidak adanya jaminan yang akan diambil ataupun disita oleh pihak bank, kita tetap tidak akan merasa tenang karena jeratan hukuman dan sanksi masih akan menghantui kita sebagai peminjam.
Itulah beberapa kerugian yang akan dialami oleh peminjam yang mengalami kredit macet. Oleh sebab itu, daripada kita mengalaminya, maka lebih baik dilakukan antisipasi sedari awal untuk menyiasatinya, antara lain :
 - Tujuan dana pinjaman harus jelas
Dana pinjaman adalah hal yang harus kita bayar pada saatnya. Karena itu, pastikan pinjaman yang kita terima bisa dimanfaatkan untuk membeli asset ataupun membantu usaha. Yang pada intinya bisa memberikan tambahan pemasukan bagi kita, dan bukannya tambahan pengeluaran.
 - Sesuaikan kemampuan angsuran kita
Jangan pernah berfikir untuk mengambil pinjaman terlalu besar, ataupun mengambil pembayaran angsuran yang terlalu tinggi. Sebaiknya cermati berapa besaran gaji kita ataupun pemasukkan bulanan yang kita terima, selanjutnya potong pengeluaran bulanan yang harus dikeluarkan. Jika masih ada sisa, maka itulah kemampuan angsuran yang kita miliki. Dengan mengetahuinya, kita punya sebuah batasan dalam mengajukan pinjaman.
 - Perhitungkan biaya lain lain
Setelah kita tahu kemampuan angsuran kita, jangan lupakan untuk memperhitungkan pengeluaran dan biaya lain lain yang harus kita keluarkan. Karena hidup kita tidak selamanya berjalan mulus dan ada saja hal hal yang mengharuskan kita mengeluarkan dana taktis yang kita miliki yang diluar rencana kita. Siapkan setidaknya dana darurat yang besarannya sekitar minimal 10 kali penghasilan bulanan kita agar jika terjadi masalah, kita masih bisa mengantisipasinya.
Itulah kerugian yang akan dialami jika terjadi kredit macet dan beberapa hal yang bisa Anda siasati agar proses pinjaman kita berjalan lancar.

Profil kreditaja.com