Hasil Pemilu Raya Malaysia 2013

Hasil Pemilu Raya Malaysia 2013 Sahabat Sekalian, pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan Share Artikel mengenai Hasil pemilihan raya ke-13 Malaysia yang dilaksanakan tanggal 5 Mei 2013. Petahana kembali menjadi pemenang Pemilu malaysia ke 13. Meskipun sebelumnya ada yang memprediksikan bahwa Pihak Oposisi Anwar Ibrahim akan mengungguli Incumbent.

Rakyat Malaysia ingin menjadi pelaku sejarah yang menentukan masa depan negara multietnis tersebut, setelah sejak 1957 selalu dikuasai Barisan Nasional yang dipimpin Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Saat berita ini diturunkan, perhitungan suara masih dilakukan oleh Komisi Pemilu Malaysia. Namun, Barisan Nasional telah memastikan menjadi pemenang pemilu setelah meraih 112 kursi parlemen. Sedangkan pihak oposisi, Pakatan Rakyat, baru mendapat 58 kursi parlemen.

Pemilu Malaysia memperebutkan total 222 kursi parlemen nasional. Siapa pun yang meraih 112 kursi parlemen akan menjadi pemenang. Namun, untuk menguasai dua pertiga kursi parlemen, koalisi harus mampu meraih 148 kursi. Selain memperebutkan kursi parlemen nasional, tiap koalisi, baik Barisan Nasional ataupun Pakatan Rakyat, juga berlomba untuk meraih suara mayoritas di parlemen seluruh negara bagian di negeri jiran tersebut. Sebelumnya, baik kubu penguasa maupun oposisi, yakin menang. Kepada The Malaysian Insider, sumber Pakatan Rakyat mengungkapkan, sebagai skenario terburuk, mereka bakal memperoleh 100 kursi parlemen federal.


“Pakatan Rakyat bakal menguasai Perak dan Negeri Sembilan,” tuturnya kemarin. Dia juga menegaskan, Pakatan Rakyat bakal mempertahankan kemenangan di Kelantan, Kedah, Penang, dan Selangor. Sementara itu, sumber Barisan Nasional memperkirakan menangdiSetiawangsa, Titiwangsa, Lembah Pantai, dan Putrajaya. Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak mengaku masih menunggu hasil resmi yang diumumkan Komisi Pemilu. Baginya, dalam pemilu, rakyatlah yang menjadi penentu, bukan politisi. Dia menyerukan agar rakyat Malaysia menentukan pilihannya secara bijak dan menerima hasil pemilu dengan pikiran terbuka.

“Saya percaya rakyat akanmembuatkeputusan bijaksana berdasarkan tingkat kepercayaan dan apa yang menjadi tantangan bagi Malaysia ke depan,” tuturnya. Najib menjelaskan, transformasi yang telah dilakukan selama empat tahun oleh Barisan Nasional menjadi indikator kerja koalisi tersebut dalam lima tahun mendatang. Menurutnya, proses pemilu kemarin berjalan lancar dan penggunaan tinta yang tak mudah terhapus merupakan bukti bahwa pemilu yang bebas dan jujur telah dipraktikkan Malaysia.


“Upaya untuk merusak proses pemilu hanya akan menodai citra negara,” kata Najib seperti dikutip New Strait Times. Dalam status di microblogging Twitter, pemimpin oposisi Anwar Ibrahim mengungkapkan Pakatan Rakyat telah menang. Pakatan Rakyat merupakan koalisi yang terdiri atas PartaiKeadilanRakyat (PKR), Partai Islam Se-Malaysia (PAS), dan Partai Aksi Demokratik (DAP). “Kita menyarankan UMNO dan EC (Komisi Pemilu) untuk tidak mencoba membajak hasil (pemilu),” kata Anwar.

Dia percaya koalisi oposisi akan membawa perubahan di Malaysia. Menurutnya, transisi kekuasaan akan berlangsung damai jika Pakatan Rakyat menang. “Beberapa jajak pendapat menunjukkan, Pakatan Rakyat memperlihatkan kekuatannya dengan dukungan etnik Melayu,” katanya. Anwar menuturkan, bila tidak ada kecurangan besar atau penipuan dalam proses pemilu, kedua pihak harus menerima hasil pemilu. Tingginya angka partisipasi pemilu akan memberikan dampak besar. Sementara itu, Ketua Komisi Pemilu(EC) Abdul Aziz Yusof menyarankan partai politik dan publik menghentikan penyebaran hasil pemilu yang tidak resmi. Dia khawatir hal tersebut bisa menyebabkan kebingungan.

“Kita menerima laporan partai politik yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi tidak akurat bahwa mereka memenangi pemilu,” kata Yusof seperti dikutip Free Malaysia Today. Sebelumnya, EC mengumumkan sebanyak 12.992.661 pemilih atau 80% dari daftar pemilih terdaftar telah memberikan suaranya pada pemilu kemarin. “Ini merupakan keikutsertaan peserta pemilu tertinggi dalam sejarah pemilu Malaysia,” kata Deputi EC, Wan Ahmad Wan Omar..[ki]