Cara Menjadi Pemateri

Cara Menjadi Pemateri Sahabat Sekalian, pada kesempatan kali ini kata ilmu akan share mengenai kiat - kiat menjadi seorang pemateri dalam sebuah diskusi atau sidang atau dalam sebuah acara presentasi, Yup seringkali kita dihadapkan untuk tampil kedepan dan memaparkan sebuah materi, Baik dalam tugas pendidikan (kuliah, sekolah) maupun tugas kerja, sebagai marketing peursahaan misalnya. Nah untuk menjadi pemateri yang mantap dan memukau, berikut ini cara menjadi pemateri yang handal dan terbaik, simaklah.

Kiat Kiat menjadi Pemateri yang handal
  • Banyak membaca. Membaca berarti memperluas wawasan, memperdalam pengetahuan dan mempertajam analisis. Selain itu, kita bisa menambah referensi. Hal yang penting adalah, kita bisa mendapatkan pisau analisis dalam membedah sesuatu. Dengan banyak membaca, kita bisa mengkomparasi beberapa pendapat sebelum menggagas pendapat kita sendiri. Jika pemateri kurang membaca, hampir dapat dipastikan, materi yang dibawakan akan mengarah pada narsisme. Cerita (sisi baik saja) pengalaman hidup. Kurang ilmiah. Terkesan ego yang kuat. Analisis selemah argumentasi dan proposisinya. Jadinya, materi yang dibawakannya jadi ajang curhat, bukan forum ilmiah.

  • Menentukan Materi, Poin Utama dan Membuat Diagram Alur Materi yang dibawakan tentu materi yang dipahami isi maupun alurnya. Tentu, seorang calon pemateri harus mendengarkan dulu materi dari pemateri sebelumnya. Ini berlaku jika ada materi yang selalu berulang dan perlu ada regenerasi pemateri. Namun jika ada materi yang sama sekali tidak pernah dibawakan seorang pemateri, hendaknya ia meminta tujuan instruksional yang disodorkan panitia. Waktu dapat digunakan untuk mencari referensi kemudian menyusun alur materi yang akan ia sampaikan.

  • Melatih kemampuan berbicara. Kemampuan berbicara disini berarti kemampuan menyusun preposisi dan argumentasi. Kemampuan ini diperoleh melalui latihan secara konsisten. Latihannya bisa dilakukan dikelas, saat sesi tanya jawab dengan guru/dosen. Bisa pula saat rapat-rapat di organisasi. Juga bisa dengan mencari teman diskusi yang relevan untuk dijadikan “sparring partner” dalam melatih kemampuan berbicara. Perhatikan nada suara kita. Sebab terkadang saat terbawa emosi, nada suara akan meninggi. Sangat penting menggunakan bahasa standar. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Gunakan istilah yang mudah dipahami. Membawakan materi bukanlah untuk menciptakan kekaguman orang akan kemampuan kita merangkai kata dan menggunakan kata ilmiah yang asing. Namun membawakan materi berarti berusaha mentransformasi pengetahuan kita semaksimal mungkin dan mencegah bias pemahaman.

  • Melatih retorika. Apabila materi telah dikuasai, kemampuan berbicara juga sudah mantap, maka yang perlu dilatih adalah retorika. Menjadi pemateri berarti menjadi pusat perhatian. Hal-hal keliru dapat saja mengganggu konsentrasi peserta. Cermin, bisa menjadi alat bantu dalam melatih retorika. Perhatikan gerak tangan, mimik serta gerak tubuh anda saat membawakan materi. Tentu selain, gaya bahasa yang digunakan. Bergeraklah seperlunya. Diam seperti patung pasti membosankan, namun hiperaktif seperti cacing kepanasan justru menjadi lelucon bagi peserta. Poinnya, perhatikan gaya anda di cermin. Kritik diri anda dan minta bantuan orang untuk menilai anda.

  • Penguasaan Forum. Kuasai diri sebelum menguasai forum. Tentu antara moderator/instruktur dengan pemateri sudah harus saling memahami. Mulai dari alokasi waktu hingga teknis sesi tanya jawab. Karakter tiap materi berbeda-beda. Ada materi yang membutuhkan analisa tajam tanpa melibatkan rasa. Ada juga materi yang cenderung provokatif ketimbang argumentatif. Begitupun peserta. Ada peserta yang mengantuk, bersemangat, bercabang pikirannya, dan sebagainya.  Poin utamanya, pemateri harus memainkan situasi forum sesuai karakter materi dan psikologi peserta untuk memaksimalkan daya tangkap peserta terhadap materi yang dibawakan.

  • Belajar Logika dan berhenti berkhayal. Logika sebagai ilmu berpikir akan sangat bermanfaat dalam memahami kebenaran. Logika memuat prinsip berpikir benar. Pemateri dapat menyusun alur berpikirnya, menguji keabsahan pendapatnya dan orang lain melalui logika. Logika dapat membantu dalam memahami substansi sesuatu. Sehingga dalam suatu diskusi atau wacana, seseorang langsung dalam mengerti, menilai dan menginterpretasi suatu preposisi dengan mudah. Apapun jenis materi yang akan dibawakan, logika adalah suatu alat yang sangat bermanfaat, baik pemateri maupun peserta. Menanggalkan hukum logika dapat membuat susunan preposisi dan argumentasi dibantah dengan mudah. Satu hal yang penting, jika seseorang menguasai suatu materi kemudian disaat ia bawakan, ia melupakan salah satu poin, maka barangkali penyebabnya adalah ia sering berkhayal. Berkhayal yang dimaksud disini adalah berkhayal yang bukan-bukan. Menghadirkan sesuatu yang tidak benar dalam alam ide kita dapat menghilangkan sesuatu yang benar, terjadilah lupa. Masih ada penyebab lain dari lupa, seperti terlalu fokus pada pikiran lain, atau terlalu banyak hijab ruhani. Solusinya adalah, kalau terlalu fokus pada pikiran lain, maka sempatkan waktu untuk mengingat kembali materi yang akan dibawakan. Kalau terlalu banyak hijab, berarti harus banyak beristigfar dan berkonsentrasi saat berzikir.


  • Pengalaman adalah guru terbaik. Semakin sering membawakan materi maka semakin dikuasai materi tersebut. Meski terkadang penyajian materi sebelumnya dengan judul sama, lebih maksimal daripada setelahnya. Hal ini bisa jadi disebabkan kondisi forum yang tidak bersemangat atau spiritualitas pemateri lagi turun. Namun kita bisa belajar dari itu semua. Kita semakin tahu kelemahan sendiri, berarti peluang untuk memperbaiki juga semakin besar. Kita semakin kenal beragam karakter peserta, beragam karakter materi, kenal banyak pemateri dan sebagainya.

  • Tantangan berat Pemateri . Seorang pemateri, apalagi berbicara tentang hal ideal misalnya agama dan nilai, tentu punya beban tersendiri. Betapa tidak, kita dapat bayangkan jika seorang pemateri meminta peserta melakukan A namun ia sendiri melakukan yang berlawanan dengan itu. Menjadi pemateri berarti menjadi sikap dan prilaku. Namun tantangan ini jangan dijadikan beban. Namun dijadikan konsekwensi atas pengetahuan sekaligus berkah atas pengetahuan itu sendiri. Poinnya, pemateri harus menyesuaikan prilaku dan perbuatannya seperti yang ia sendiri katakan.
Demikianlah artikel mengenai Cara menjadi pemateri yang handal dan terbaik, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]