Penelitian Studi Korelatif


Penelitian Studi Korelatif - Sahabat sekalian pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share mengenai Penelitian Studi korelatif, setelah sebelumnya di share mengenai penelitian studi kasus . Studi korelatif pada hakikatnya merupakan penelahaan hubungan antara dua variabel pada satu situasi atau satu / sekelompok subjek. Hal ini dilakukan untuk melihat hubungan antara satu variabel dengan variabel lain.
Penggunaan Penelitian Korelasi
Teknik korelasi merupakan teknik analisis yang melihat  perubahan pola dalam satu variabel berdasarkan perubahan  pola dalam variabel yang lain. Maksudnya, ketika satu variabel memiliki perubahan untuk naik maka kita melihat perubahan dalam variabel yang lain apakah juga naik atau turun atau tidak menentu. Jika perubahan dalam satu variabel selalu diikuti oleh perubahan dalam variabel lain, kita dapat mengatakan bahwa kedua variabel ini memiliki  hubungan atau korelasi.

Penelitian korelasional bertujuan mengungkapkan  hubungan korelatif antar variabel, Hubungan korelatif  mengacu pada perubahan bahwa variasi suatu variabel diikuti variasi variabel yang lain. Dengan demikian, dalam rancangan penelitian korelasional peneliti melibatkan minimal dua variabel.

Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
  • hipotesis alternatif (H1) yang berbunyi  ”Ada hubungan antara variabel x dan y”  Atau ada hubungan antara perhatian perawat dengan lama waktu sembuh pasien.
  • Hipotesis nol (HO) yang berbunyi ” Tidak ada hubungan antara variabel x dan y”. Atau Tidak ada hubungan antara perhatian perawat  dengan lama waktu sembuh pasien.
  Interpretasi dalam Korelatif

Penilaian dari interpeasi ini adalah :
  • semakin mendekati nilai positif atau negatif satu (-/+ 1) adalah semakin signifikan atau semakin erat  Variabel Y  Variabel hubungannya. Menurut Colton kekuatan hubungan dinyatakan berikut ini; a.  + atau - 0.80 hingga 1.00 korelasi sangat tinggi; b.  0.60 hingga 0.79 korelasi tinggi; c. 0.40 hingga 0.59 korelasi moderat; d.  0.20 hingga 0.39 korelasi rendah; e. 0.01 hingga 0.19 korelasi sangat rendah; f.  0,00 berarti tidak ada hubungan.

  • Korelasi diukur dengan suatu koefisien (r) yang  mengindikasikan seberapa banyak relasi antar dua variabel.
  • Daerah nilai yang mungkin adalah +1.00 sampai -1.00. Dengan +1.00 menyatakan hubungan positif  yang sangat erat, sedangkan -1.00 menyatakan  hubungan negatif yang sangat erat.
  • Nilai ( + 1 ) berarti semakin tinggi nilai variabel x  semakin tinggi Nilai variabel y
  • Nilai ( - 1) berarti kenaikan nilai variabel x menurunkan nilai variabel y nya.
  • Pengambilan keputusan dapat menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria sebagai berikut: a.  Jika t hitung > t table = H0 ditolak atau Ha diterima; b.  Jika t hitung < t table =H0 diterima atau Ha ditolak.
  • Pengambilan keputusan dapat menggunakan  Taraf signifikansi: a.  pada signifikan 1 %, atau tingkat kesalahan 1%/  kesempatan untuk benar 99% α = 0,01 , signifikan apabila P-value< α; b.  di program hasil spss akan menunjukan nilai sig =0, nilai ini berarti signifikan/ benar; c.  Bidang keperawatan dan kebidanan signifikansi umumnya menggunakan pada α = 5 % , atau  tingkat kesalahan 5% / kesempatan untuk benar  95%, α= 0,05 sinifikan apabila P-value < dari 0,05; d.  Nilai sig =0.000 beranrti signifikan atau α= 0,005.
Analisis dalam Tehnik Korelasi
Teknik yang paling sering digunakan untuk menghitung koefisien korelasi selama ini adalah ;
Teknik Korelasi Product Momen Pearson. 
Pemikiran utama korelasi product momen adalah seperti  ini
  • Jika kenaikan kuantitas dari suatu variabel diikuti dengan kenaikan kuantitas dari variabel lain, maka  dapat kita katakan kedua variabel ini memiliki korelasi yang positif.
  • Jika kenaikan kuantitas dari suatu variabel diikuti dengan penurunan kuantitas dari variabel lain, maka dapat kita katakan kedua variabel ini memiliki  korelasi yang negatif.
Demikianlah artikel mengenai penelitian Studi Korelatif, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]