• Subscribe via RSS

Kemampuan Membaca

Kemampuan Membaca Sahabat seklaian, pada kesempatan kal ini Kata Ilmu akan berbagi artikel mengenai Kemampuan membaca, setelah sebelumnya dibahas mengenai kemampuan Berbicara. Dalam hal ini akan dijelaskan beberapa hal diantaranya tentang kemapuan membaca dan tingkat membaca kritis dan meningkatkan sikap kritis.

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata atau bahasa tulis. Sedangkan kemampuan membaca adalah kemampuan orang dalam memahami isi bacaan yang diukur dengan tes yang disediakan, dan kemampuan membaca teknis adalah kemampuan dalam mengekspresikari bacaan sehingga enak untuk didengar yang diukur dengan merekam teks yang disediakan(Tarigan, 1979:7). Kemampuan membaca siswa harus ditunjang dengan kemampuan menguasai kebahasaan seperti : kosa kata, dan tata bahasa.

Dengan demikian dapat dipertegas bahwa kemampuan yang dikaitkan dengan membaca adalah kemanpuan untuk merespon secara sadar susunan tertulis yang dihadapinya atau yang disimulasikan. Respon yang ditampilkan adalah respon aktif. Respon aktif ini berkaitan dengan pengelolaan terhadap tuturan tertulis. Dari beberapa teori tentang kemampua membaca yang telah dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bahwa indikator yang dapat dijadikan acuan setiap siswa dapat dikaitkan mahir membaca secara sukses harus memiliki ketentuan untuk memahami hal-hal yang berkaitkan dengan kebahasaan dengan isi pesan.

Jenjang Kemampuan Membaca dan Tingkat Membaca Kritik
Dalam kenyataan sehari-hari sering dijumpai hal-hal semacam ini seorang siswa sedang membaca sebuah buku. Buku tersebut dibaca kata demikian, baris demi baris dan kalimat demi kalimat apa yang tertulis lalu diingatnya sebagai sebuah ingatan. Informasi yang tertulis dalam bacaan disimpan dalam ingatan, lalu dinyataka..n kembali bila perlu persis dengan apa yang dikatan pengarangnya dengan kata lain setelah selesai membaca, ia menyatakan kembali informasi tersebut secara tepat.

Oleh karena itu hanya berusaha untuk mengingat, maka dalam proses. ini dia tidak melibatkan aspek berFkir kritik. Panggilan hanya terbatas pada hal-hal yang secara ekplisit teriulis daiam bacaan, pembaca hanya tahu apa yang dikatakan oleh pengarangnya d:.n tidak ada satupun aktifitas mental berf kir yang mengikutinya.

Pembaca hanya memproduksikan kembali secara mental apa yang tertulis pengarang. Berdasarkan penjelasan di atas disimpulkan bahwa pada jenis membaca ini dapat disebut sebagai jenjang kemampuan membaca yang paling rendah tingkatanya.Jenis mebaca pada jenjang yang lain pembaca" tidak hanya puas pada tingkatan tahu atau ingat apa yang dikatakan dalam buku. Tetapi ia sadar bahwa bahan bacaan itu tidak hanya berisi informasi yang perlu diingatkan saja, tetapi perlu diolah dan dipahami. Setiap orang berbeda pandangana dari segi kemampuan intelektual, sikap, bakat, minat, motivasi, tujuan membaca dan lain-lainnya. Oleh karena itu jelas bahwa setiap orang mempunyai kemampuan membaca dan sikap kritis berbeda. Untuk itu, sebagai tindak lanjut dari usaha meningkatkan sikap kritis tersebut.Ada beber<apa aspek berpikir kritis yang dikuasai oleh seorang pembaca, yang diharaplcan akan menjadi semacam sikap yang selalu mempola untuk selalu berpikir kritis dalam membaca. Sikap-sikap kritis itu meliputi kemampuan-kemampuan pembaca untuk :
  • Menginterprestasi
  • Menganaslisis secara kritis
  • Mengorganisasi secara kritis
  • Menilai secara kritis
  • Menerapkan konsep secara kritis
Akan tetapi, sebelumnya perlu diingat bahwa jenjang kemampuan membaca itu tidak hanya sampai pada tingkat kritis. Secara fisik pr~,ses membaca itu hanya berakhir pada tingkat membaca kritis. Namun, sebenarnya pembaca yang sudah dikatakan berhasil apabila pembaca sudah mampu menerapkan hasil membacanya dalam konteks kehidupan yang lebih luas, yaitu diluar konteks proses membaca.. Artinya mampu menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan kehidupan sehari-hari, minimal' menghubungkan dengan kepentingan sebagai bagian dari kehidupan nyata. Bila seorang telah mampu menerapkan kegiatan membaca semacam ini, dapat dikatakan sebagai pembaca yang kritis sekaligus kreatif dalam memanfaatkan hasil membacanya.
Meningkatkan Sikap Kritis
Mengenai meningkatkan sikap kritis dalam kemampuan membaca akan di uraikan tentang, kemampuan menginterpretasi makna tersirat dan kemampuan mengaplikasikan konsep dalam bacaan.
  • Kemampuan Menginterpretasi Makna tersirat. Dalam sebuah bacaan siswa bisa bersikap tidak ambil pusing dengan fakta atau informasi yang terlulis dengan jelas. Informasi cukup diketahui saja bahkan ada kalanya informsi itu ditelan secara mentah, dan diterima secara pasif.
  • Kemampuan Mengaplikasikan Konsep dalam Bacaan. Seorang pernbaca yang kritis tidak akan pernah berhenti sampai, pada aktifitas menggali makna yang tersirat melalui pemahaman dan interpretasi secara kritis, tetapi harus mampu menerapkan konsep-konsep yang ada dalam bacaan keadaan situasi baru yang bersifat problematis.
Demikanlah artikel mengenai kemampuan membaca, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.[ki]
Description: Kemampuan Membaca Rating: 5.0 Reviewer: Amir Al-Maruzy ItemReviewed: Kemampuan Membaca
Komentar Anda Adalah Sumbangsih Yang Tak Ternilai Untuk Kata Ilmu
previous previous