• Subscribe via RSS

Kemampuan Berbicara

Kemampuan Berbicara Sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan share rtikel mengenai kemampuan berbicara. Secara leksikal, kemampuan berasal dari kata "mampu" menurut Purwadarminta berarti, kuasa, sanggup melakukan sesuatu. Kemampuan berarti kesanggupan melakukan sesuatu berucap. Dalam hal ini kaitannya dengan kemampuan. membaca dan berbicara (Purwadarminta, 1985:723). Makna leksikal kemampuan berbicara yakni kemampuan dalam berkata atau berbicara. Tarigan dalam Fatmawati (1997:89) mengemukakan bahwa.

Berbicara merupakan instrumen yang mengungkapkan kepada penyimak hampir secara langsung, apakah sang pembicara memahami atau tidak, baik bahan pembicaraan atau penyimaknya, apakah dia tenang serta dapat menyesuaikan diri atau tidak pada saat dia mengkomunikasikan gagasannya, dan apakah dia waspadaserta antusias atau tidak. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara adalah kemampuan atau kata­kata untuk menyampaikan gagasan, pikiran, pendapat serta sebagai alat untuk mengetahui apakah pembicara mempersiapkan diri dengan baik dalam menyampaikan bahan pembicaraan dihadapan para penyimaknya.

Pentingnya Kemampuan Berbicara

Kemampuan berbicara mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kemampuan berbicara, siswa akan dapat menyampaikan ide, pikiran, gagasan, dan perasaannya kepada orang lain. Atar (1992 dalam Fatmawati 1997:51) mengemukakan bahwa :
  • diterima baik dalam pergaulan, disebabkan karena tidak menyinggung perasaan lawan bicara.
  • mempunyai banyak sahabat sebab dapat berkomunikasi dengan baik dan menarik
  • dapat menyumbangkan fikiran yang berharga bagi teman-teman yang memerlukan berkat kepandaiannya menyampaikan gagasan dan cara pemecahannya.
  • mempunyai kesempatan yang besar untuk menjadi pemimpin memerlukan kemampuan berbicara dengan orang yang dipimpinnya.
  • mempunyai peluang yang lebih sukses dalam mencari ilmu dan memberikan ilmu kepada orang lain.
  • mempunyai kemampuan untuk sukses dalam menjalankan pekerjaan yang ada kaitannya dengan orang lain karena kemampuannya berbicara atau berkomunikasi.
Berdasarkan kenyataan sehari-hari,maka kemampuan berbicara sangat penting untuk dimiliki seseorang. Dengan demikian, kemampuan berbicara harus dipelajari sejak dini agar terampil berbicara sehingga apa yang disampaikan dapat dimengerti oleh penyimak.
Aspek Kemampuan Berbicara
Untuk dapat menjadi pembicara yang baik, selain harus memberikan kesan yang penguasaan berbicara juga harus memperlihatkan keberanian dan kegairahan serta berbicara dengan jelas dan tegas. (Arsyad dan Mukti 1988:103) aspek-aspek keefektifan berbieara diantaranya adalah aspek­ aspek kebahasaan dan non kebahasaan. Aspek kebahasaan itu antara lain, ketepatan sasaran, ketepatan berbicara, penenpatan tekanan pembicaraan atau perwakilan kalimat. Aspek kebahasaan yaitu sikap yang wajar, pandangan, kesediaan menghargai pendapat orang lain, gerak gerik dan mimik, kenyaringan suara, relevansi dan penguasaan topik. Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa aspek kemampuan berbicara antara lain :
Ketepatan Pengucapan
Ketepatan pengucapan merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan dalam memproduksi bunyi bahasa yang meliputi artikulasi yaitu bagairnana posisi alat bicara seperti lidah, gigi, bibir, dan langit-langit pada waktu membentuk bunyi, baik vokal maupun konsonan. Kemampuan pengucapan atau pelafalan terdiri dari keterampilan untuk mengucapkan bunyi segmental yakni vokal dan konsonan dan bunyi­bunyi supramental berupa tekanan dan intonasinya. (Datmodiharjo, 1982:48) menyatakan bahwa pengucapan bahasa dianggap baik diantara kalimat-kalimatnya fungsional nada dan situasional sesuai dengan jenis dan bentuknya, tekanan dan jedanya tepat, keteapatan pelafalan bunyi­bunyi vokal dan konsonannya dan memiliki pola-pola intonasi yang tepat serta tekanan kata-kata maupun kalimat dengan jelas dan pasti. Berdasarkan pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pengucapan lagu bahasa dianggap baik apabila kalimat-kalimat yang diucapkan berfungsi nadanya sesuai dengan situasinys, tekanan jeda juga harus tepat. (Muhajir, 1975:29) mengemukakan bahwa kesalahan dalam mengucapkan konsonan dan vokal akan lain pula artinya apa yang dikatakan pendapat tersebut jelas menyatakan bahwa kesalahan dari pelafalan konsonan dan vokal akan menyebabkan maksud dari ucapan itu; berbeda.
Kemampuan Gramatikal      
Kemampuan gramatikal adalah merupakan kemampuan untuk menguasai tata bahasa yang berlaku dalam bahasa tersebut. Kemampuan tata bahasa antara lain adalah kemampuan dalam struktur kata dan menyusunnya dalam bentuk struktur kalimat yang benar. Pembicara yang baik harus menggunakan kalimat yang efektif untuk mempermudah pendengar menangkap isi pembicaraan. Menyusun dan menggunakan kalimat efektif harus langsung mengenai sasaran sehingga mampu meninbulkan pengaruh, meninggalkan kesan atau akibat bagi pendengarnya. Dalam membaca kemampuan gramatikal sangat penting dikuasai seperti kemampuan memahami makna kata, kemampuan memahami kalimat dan lain sebagainya.
Pembendaharaan Kata
Pembendaharaan kata merupakan kesanggupan seseorang untuk mengartikan kata-kata dalam bahasa yang memungkinkan seseorang tersebut memahami pembicaraan orang lain. (Darmaji, 1985:26) menyatakan bahwa kemampuan seseorang mengartikan kata-kata dalam bahasa akan memberikan peluang untuk mengerti dan menggunakan bahasa walaupun secara bahasa jalan. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa bagi seseorang yang   memiliki banyak pengertian dari kata-kata bahasa walaupun bersifat pasif, dalam arti kurang menggunakan kaidah yang tepat. Dengan demikian penggunaan kosa kata sangat penting bagi seseorang untuk mampu berbicara.
Kelancaran Berbicara
Kelancaran berbicara seseorang berhubungan langsung dengan bunyi ataupun ujaran. Orang yang dilatih dengan baik akan mampu berbicara dengan cepat dan tepat sehingga mereka akan lancar berbicaranya. Samsuri, (1991:97) mengatakan bahwa orang yang terlatih dalam ilmu bunyi mempunyai pengetahuan dan kemahiran menganalisis dan menghasillcan tiap bunyi bahasa karena ia telah tahu tentang struktur dan fungsi peralatan ujar. Iapun dapat menguraikan dengan setepat­tepatnya dan sesederhana pembentukan bunyi bahasa sehingga ia sendiri maupun siapa saja yang trelatih dalam ilmu bunyi dapat menghasilkan bunyi-bunyi itu dengan baik atau betulmenggunakan alat-alat ucapan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kefasehan seseorang mengucapkan kata-kata dalam bahasa akan memperlancar orang tersebut untuk berbicara dalam menyampaikan gagasa.n, fikiran, ide, dan juga perasaannya.
Penguasaan Topik
Dalam pembicaraan formal selalu menuntut persiapan yang baik agar topik yang akan dibicarakan betul-betul dikuasai oleh pembicara. Penguasaan topik yang baik akan menumbuhkan keberaian kelancaraai. Dengan demikian, penguasaan topik sangat penting bahkan. merupakan faktor utama dala.m berbicara; penguasaan topik berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman. Jika pengetahuan dan pengalaman luas maka dengan mudah menguasai topik pembicaraan yang disajikan.

Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Membaca
Faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca setidak-tidaknya ada dua hal yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri. Untuk memperoleh kemampuan berbicara, siswa harus mempunyai keinginan untuk belajar dan berlatih secara terus menerus. Didalam belajar dan berlatih harus didukung oleh kemampuan, kemauan, kekuatan, dan keuletan agar apa yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu. Interaksi individu secara garis besarnya meliputi lmgkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.[ki]
Description: Kemampuan Berbicara Rating: 5.0 Reviewer: Amir Al-Maruzy ItemReviewed: Kemampuan Berbicara
Komentar Anda Adalah Sumbangsih Yang Tak Ternilai Untuk Kata Ilmu
previous previous