BLOG NOVI KORBAN KECELAKAAN BUS BATURADEN

Blog Novilia Lutfiatul Khoiriyah – Sahabat Sekalian, kematian tanpa diduga akan datang menjemput siapapun, Tapi sebelum seseorang meninggal ada kalanya muncul sebuah tanda-tanda, termasuk yang dialami oleh Novi atau bernama lengkap Novilia Lutfiatul Khoiriyah. Salah seorang korban meninggal dunia kecelakaan Bus di Baturaden. Novi merupakan mahasiswi kedokteran Universitas Diponegoro.
Berikut ini tulisan terakhir Novi di blognya sebelum meninggal karena kecelakaan, dan tulisan ini barangkali menjadi tanda-tanda akan kepergian Nove, karena pada akrtikel terkhirnya membahas mengenai kematian, simaklah cuplikan isi blog Novi Korban tewas kecelakaan Bus di Baturaden:
  • Kematian  merupakan salah satu topik yang sangat dihindari oleh kebanyakan orang, apalagi kita yang masih muda-muda. Sukar dimulai dan mudah untuk dihentikan. Padahal setiap manusia tak akan pernah tahu waktu kedatangannya. Kematian tak akan memandang umur, tua muda akan mati bila waktunya memang telah tiba. Setiap kali memasuki ruangan praktikum anatomi jantungku selalu berdesir miris. Seonggok tubuh yang terbujur kaku dengan bentuk yang sudah tak beraturan dan tak “manusiawi” menjadi pemandangan yang selalu ditemui setiap minggunya. Melawan  kodrat alam, dipaksa tak membusuk dengan formalin. Tubuh-tubuh yang dulunya selalu dibanggakan, tegap, gagah, langsing dan sebagainya yang menjadi pemicu dosa bila tak digunakan dalam koridor syariat-Nya. Untuk melawan rasa takut, hal pertama yang aku perhatikan saat menghadapi cadaver adalah wajahnya. Walaupun tetap bergidik merinding melihat otot-otot wajah yang menegang saat sakaratul maut. Tergambar jelas kesakitan yang dirasakan saat  detik-detik malaikat Izrail menjemput. Bahkan manusia termulia, dengan pengambilan ruh yang benar-benar pelan dan lembut  saja merasakan sakit yang benar-benar sakit. Apalagi kita, yang sadar akan siksa neraka namun tetap rutin berbuat dosa. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut. Seringkali  tak teganya rasanya membuka lapisan demi lapisan  kulit mereka, menarik-narik otot untuk mencari perlekatannya, mengorek-ngorek menemukan pembuluh darah serta syaraf yang letaknya tersembunyi dan lain-lain. “ Ini dulunya juga manusia Nov, sama sepertimu,  maka perlakukanlah dengan baik dan lembut”, ucapku pada diri sendiri. Perasaan jijik juga sering mendatangi, bersyukur pada Allah yang memberikan rasa lupa pada manusia. Sehingga aku dan teman-teman masih bisa makan walaupun baru saja memegang dan berkutat dengan cadaver menggunakan tangan kosong, setelah cuci tangan tentunya.
Selengkapnya tentang tulisan terakhir Novi tentang kematian yang merupakan tanda-tanda akan kepergiannya untuk selamanya bisa and abaca pada blog novi dengan alamat blog novilialuftfiatul wordpress com.[am]