• Subscribe via RSS

SEJARAH KERAJAAN BINAMU

Sejarah Kerajaan Binamu – Menelusuri zaman masa lampau memang sebuah pekerjaan yang tidak selalu mulus, karena kadang sebuah peristiwa masa lalu tidak pernah terungkap atau terungkap secara samar-samar. Termasuk jika kita akan mempelajari sejarah Kerajaan Binamu yang terletak di Kabupaten jeneponto Propinsi sulawesi selatan saat ini.
Sejarah Kerajaan Binamu
Yang tersisa dan dikenal luas dari peninggalan kerajaan yang pernah menguasai ujung selatan Jazirah Sulawesi ini adalah sebuah Komplek makam raja-raja binamu.
Pada kompleks makam ini bersemayang jasad-jasad yang pernah menjadi karaeng atau raja di Binamu.
Mengenai sumber lain untuk bisa dijadikan patokan untuk mengungkap sejarah kerajaan Binamu adalah melakukan penelitian lapangan, metode ini memang sangat tepat dilakukan jika sumber tertulis minim.
Sejarah Kerajaan Binamu
Sejarah Kerajaan Binamu
Membahas tentang kerajaan Binamu, pada dasarnya adalah berbicara mengenai toponim-toponim kerajaan lokal, diantara toponim tersebut, sekarang ini berlokasi di wilayah Kabupaten Jeneponto. Kerajaan lokal itu mempunyai sistem pemerintahan, wilayah, komunitas, beserta tradisi tersendiri. Adapun toponim-toponim kerajaan kuno Turatea seperti; Binamu, Bangkala, kalimporo’, Garassi, Layu, Sapanang, Tarowang, Sidenre dan Arungkeke. Turatea adalah sebuah kerajaan yang beretnis Makassar yang memiliki sistem pemerintahan sendiri. Salah satu keunikan Jeneponto pada beberapa kerajaan lokal ada yang mempunyai mitologi tersendiri perihal munculnya raja pertama atau lazim disebut Tumanurung. Mitos-mitos tomanurunga itu mempunyai formula-formula cerita yang unik yang menjadi karakter penceritaan setiap daerah. Tentu saja mite-mite seperti itu mengandung nuansa sejarah dan budaya yang amat penting dalam memberikan kita pemahaman terhadap Jeneponto. Demikian halnya cara berpikr, pandangan hidup dan gairah batin masyarakat Jeneponto pada masa lampau.
Dalam sejarahnya, Jeneponto berada dalam lintas politik tiga kerajaan besar di Sulawesi Selatan, yaitu Luwu, kemudian Gowa dan yang terakhir Bone. Pengaruh tiga kerajaan tersebut semakin memberi warna Jeneponto dalam perjalanan sejarah dan budayanya disamping tetap memperlihatkan identitas lokalnya yang khas. Kata Jeneponto adalah sebuah nama yang baru muncul pada abad XIX dan munculnya nama tersebut sangat terkait dengankepentingan administrative pemerintahan kolonial di wilayah Selatan Sulawesi Selatan.
Situasi di wilayah Jeneponto sebagaiman kita saksikan pada masa kini dalam peta dengan gambaran yang ada pada beberapa abad silam terutama abad XVI-XVII sangatlah berbeda. Wilyah-wilayah yang ada sekarang sudah dalam model pemerintahan administrasi modern dengan menempatkan nama Jeneponto sebagai sebagai nama kabupaten dalam provinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten Jeneponto membawahi 11 kecamatan, diman tiap-tiap kecamatan membawahi desa atau kelurahan. Pada umunya kerajaan-kerajaan lokal atau wabuwa sekarang ini ada yang menjadi desa atau kelurahan dan ada pula yang menjadi kecamatan. Binamu merupakan salah satu dari 11 kecamatan di kabupaten Jeneponto.
Makam raja-raja Binamu, berundak tiga dan berelief Ayam jago, singa, dan kuda, ini menandakan sang raja di yang dimakamkan ini sewaktu hidup gemar menyabung ayam,  tobarani (pemberani) dan gemar berburu berburu jonga. pada umumnya makam raja-raja dulu pada selalu bercerita tentang keseharian, berhubungan dengan kebiasaan. Itu sebab setelah meninggal diabadikan dalam bentuk relief.
Tulisan ini hanya sebuah tulisan awal, dan diakui masih sangat jauh dari terang benderangnya sejarah kerajaan Binamu, diharapkan tulisan ini ada mahasiswa yang khusus berkecimpung pada Jurusan Sejarah (hitung-hitung ada junior dari HIstory UNM) ingin menjadikan topik ini sebagai karya ilmiah akhir atau skripsi mereka, sesungguhnya mambahas sejarah kerajaan Binamu di Jeneponto ini sangat menarik.[am]
Description: SEJARAH KERAJAAN BINAMU Rating: 5.0 Reviewer: Amir Al-Maruzy ItemReviewed: SEJARAH KERAJAAN BINAMU
Komentar Anda Adalah Sumbangsih Yang Tak Ternilai Untuk Kata Ilmu
previous previous