ANDAI SAYA MENJADI ANGGOTA DPD RI

Andai Saya Menjadi Anggota DPD RI – Sahabat sekalian, Berandai-andai boleh saja, siapa tahu peradai-andaian kita didengar malaikan dan terwujud… Nah Pada kesempatan kali ini saya ingin berandai-andai menjadi anggota DPD RI atau Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. 
Hal  yang akan saya lakukan jika telah menjadi anggota DPD RI adalah mengusulkan kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan lagi tahap pendidikan di seluruh Indonesia, detail yang akan saya lakukan adalah kan saat ini pendidikan dasar 9 tahun sudah di wajibkan, artinya anak usia sekolah (7-15 tahun) wajib menginjak bangku pendidikan, tapi kenyataannya meskipun saat ini Wajar 9 tahun telah diwajibkan, dan diwajibkan itu artinya proses pendidikan wajar 9 tahun gratis, dan pemerintah sudah mewujudkannya dengan pendidikan wajib bagi siswa SD-SMP. Tapi ika kita lihat saat ini, koq masih banyak anak-anak usia sekolah (7-15 tahun) masih berkeliaran atau tidak sekolah. Selidik punya selidik, ternyata mereka yang tidak sekolah ini karena faktor budaya keluarga mereka, nih saya pernah dengar sama tetangga yang tidak menyekolahkan anaknya, tetangga saya itu ngomong sama anaknya:
 “Nak buat apa sekolah, Presiden sudah ada, tentara sudah ada, guru sudah ada, Kepala desa sudah ada, mendingan kamu bantu bapak mencari nafkah, tuh kerja jadi kuli bangunan sana, tiap hari sabtu dapat duit daripada sekolah ngabisin waktu percuma saja”. 
Tetangga saya ini cetyek amat pikirannya, dipikirannya cuman dapat duit instant yang tidak seberapa, dan melarang anaknya untuk sekolah.
Dari sedikit data yang saya temukan diatas, maka jika saya menjadi anggota DPD RI, maka saya akan mengusulkan kepada kawan-kawan saya sesama Anggota DPD RI untuk membuat semacam Draf UU untuk diserahkan kepada pemerintah agar disahkan menjadi UU. Draf Undang-undang mengenai Kewajiban untk mematuhi Wajar 9 tahun, isi daru Draf UU ini sebagai berikut: setiap anak usia sekolah yang tidak sekolah tuh didata kemudian orang tua mereka mereka dipanggil oleh pihak yang berwenang (bisa polisi, bisa satpol PP) dan jika orang tua si anak tadi terbukti “melarang” anak mereka untuk mengeyam bangku sekolah, maka orang tua si anak yang tidak sekolah ini dihukum, hukumannya bisa hukuman denda materi, atau hukuman ancaman penjara.
Agak radikal memang usulan saya sebagai anggota DPD RI, tapi kadang kita mesti berbuat radikal sedikit untuk memberantas budaya yang membuat bangsa Indonesia jadi terbelakang. Bukankah pendidikan itu adalah kunci utama agar bangsa Indonesia bisa maju seperti Jepang atau Amerika Serikat. Dan jika pendidikan ini betul-betul dimajukan secara maksimal, yakin dan percaya 5, 10 atau 15 tahun mendatang bangsa Indonesia uga sudah bisa merakit kendaraan bermotor atau membuat ponsel atau PC.
Intinya jika saya menjadi anggota DPD RI, maka yang akan saya perjuangkan adalah majunya pendidikan di Indonesia, sebagai motor penggerak agar bangsa kita bisa maju dan bahkan bisa melampaui bangsa-bangsa yang saat ini telah maju.
Untuk melihat bangsa Indonesia pintar buat ponsel atau membat pesawat appolo, tentu terletak pada tingkat pendidikan bangsa ini. kalau pendidikan di Indonesia sudah maju, maka bidang-bidan lain otomatis ikut maju, misalkna tingkatkesejahteraan masyarakat Indonesia ikut meningkat, yang pada akhirnya menciftakan Indonesia raya yang makmur sejahtera sesuai dengan cita-cita luhur Pancasila dan UUD 1945.
Demikian sedikit tulisan sederhana saya mengenai Andai saya menjadi anggota DPD RI, saya berharap semoga tulisan yang sederhana ini dapat menymbang setitik informasi yang bermanfaat tentunya bagi kita semua.[am]