Wukuf Tata Cara Dan Doa Wukuf

Wukuf Tata Cara Dan Doa Wukuf - Sahabat hari ini jamaah Haji diseluruh dunia melaksanakan puncak ibadah haji yakni wukuf di padang arafah, tepatnya pada tanggal 9 Dzulhijjah 1434 Hijriah bertepatan dengan sabtu Tanggal 14 Oktober 2013. sebanyak lebih 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia tahun melaksanakan Wukuf tersebut.
Waktu Wukuf
Adapun waktu wukuf adalah setelah matahari condong ke barat pada hari Arafah sampai terbit fajar pada malam Idul Adha. Ini adalah yang disepakati semua ulama. Sedanghkan wukuf sebelum matahari condong ke barat maka terdapat perbedaan pendapat di antara ulama.
Mayoritas ulama mengatakan wukuf Arafah dianggap tidak sah jika tidak dilakukan setelah matahari condong ke barat dan pada malam hari. Maka siapa yang wukuf pada siang hari setelah matahari condong ke barat atau pada malam hari maka telah cukup baginya. Namun yang utama adalah agar seseorang wukuf setelah shalat dzuhur dan shalat ashar dengan jama' taqdim sampai matahari terbenam, dan tidak boleh meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam bagi orang yang wukuf pada siang hari. Jika dia melakukan demikian, maka menurut mayoritas ulama, dia wajib menyembelih kurban karena meninggalkan kewajiban haji, yaitu wukuf di Arafah antara malam dan siang bagi orang yang wukuf siang hari
Doa Wukuf
Jama'ah haji berada di Arafah hingga terbenam matahari dengan memperbanyak dzikir, do'a, membaca al-Qur'an dan talbiyah. Juga disyariatkan memperbanyak membaca :
"Laa ilaha illallahu wah dahu laa syaikalahu, lahulmulku walahulhamdu wahuwa 'alaa kulli syain qadiir, subhaanallahi walhamdullahi walaa ilaha ilallahu wala hawla wala quwwata illa billahi"
Juga disunnahkan mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat ketika berdoa dengan memuji Allah dan membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam pada awal dan akhir do'a, karena Arafah semuanya adalah tempat wukuf. Lalu ketika matahari terbenam disyri'atkan meninggalkan Arafah untuk menuju Muzdalifah dengan suasana tenang disertai memperbanyak talbiyah. Dan jika telah sampai di Muzdalifah melaksanakan shalat maghrib dan isya dijama' dengan satu adzan dan dua iqamat, di mana shalat Maghrib tetap dilakukan tiga rakaat sedang shalat Isya dilaksanakan dua rakaat.
Apabila ada Jamaah yang meninggalkan 'Arafah sebelum matahari terbenam, maka menurut mayoritas ulama, dia wajib membayar kifarat, yaitu menyembelih kurban yang disembelih dan dibagikan kepada orang-orang miskin di tanah suci. Tapi jika dia kembali lagi ke Arafah pada malam hari maka kifarat tersebut gugur darinya.
Sedangkan bagi jamaah haji tidak berada di 'Arafah pada waktu wukuf, maka tiada haji baginya. Sebab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. "Artinya : Haji adalah wukuf di Arafah. Maka siapa yang mendapati 'Arafah pada malam hari sebelum terbit fajar, sesunggunya dia telah mendapat haji" [Hadits Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Doa Selama Wuquf di Padang Arafah
Pertama: Membaca doa-doa yang ma’tsur yaitu doa-doa yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan Ahlul baitnya (sa), antara lain:
اَللَّهُمَّ اِنِّي عَبْدُكَ فَلاَ تَجْعَلْنِي مِنْ اَخْيَبِ وَفْدِكَ، وَارْحَمْ مَسِيْرِي اِلَيْكَ مِنَ الْفَجِّ الْعَمِيْقِ. اَللَّهُمَّ رَبَّ الْمَشَاعِرِ كُلِّهَا فُكَّ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ، وَاَوْسِعْ عَلَيَّ مِنْ رِزْقِكَ الْحَلاَلِ، وَادْرَأْ عَنِّي شَرَّ فَسَقَةِ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ. اَللَّهُمَّ لاَ تَمْكُرْبِي وَلاَتَخْدَعْنِي وَلاَ تَسْتَدْرِجْنِي. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ بِحَوْلِكَ وَجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَمِنْكَ وَفَضْلِكَ يَا اَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ يَا اَبْصَرَ النَّاظِرِيْنَ يَا اَسْرَعَ الْحَاسِبِيْنَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، اَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَاَنْ تَرْزُقَنِي خَيْرَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ
Allâhumma inni ‘abduka falâ taj‘alnî min akhyabi wafdika, warham masîrî ilayka minal fajjil ‘amîq. Allâhumma Rabbal masyâ‘iri kullihâ fukka raqabatî minan nari, wa awsi‘ ‘alayya min rizqikalhalâli, wadra’ ‘annî syarra fasaqatil jinni wal insi. Allâhumma lâ tamkurbî walâ takhda‘nî walâ tastadrijnî. Allâhumma innî as-aluka bihawlika wa jûdika wa karamika wa mannika wa fadhlika yâ asma‘as sâmi‘ina yâ absharan nâzhirîna yâ asra‘al hâsibîna yâ arhamar râhimîna, an tushalliya ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad, wa an tarzuqanî khayrad dun-ya wal âkhirah.
Ya Allah, aku adalah hamba-Mu,
jangan jadikan aku tamu-Mu yang paling sia-sia,
sayangi perjalananku menuju-Mu dari tempat yang jauh.
Ya Allah, Tuhannya seluruh Masy‘ar (tempat ibadah haji),
selamatkan daku dari api neraka,
luaskan bagiku rizki-Mu yang halal,
lindungi aku dari keburukan jin dan manusia yang fasik.
Ya Allah, jangan makari daku, jangan tipudaya aku, jangan murkai aku.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan kekuatan-Mu, kedermawanan dan kemuliaan-Mu, karunia dan anugerah-Mu
wahai Yang Maha Mendengar dari semua yang mendengar,
wahai Yang Maha Melihat dari semua yang melihat,
wahai Yang Paling cepat hisab-Nya,
wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi,
sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluargaMuhammad,
anugerahkan padaku kebaikan di dunia dan akhirat.

Kedua: Kemudian angkatlah tangan untuk memohon hajat kepada Allah swt dengan bahasa kita. Lalu dilanjutkan dengan membaca doa berikut ini:
اَللَّهُمَّ حَاجَتِي اِلَيْكَ الَّتِي اِنْ اَعْطَيْتَنِيْهَا لَمْ يَضُرَّنِي مَامَنَعْتَ، وَاِنْ مَنَعْتَنِيْهَا لَمْ يَنْفَعْنِي مَااَعْطَيْتَ، اَسْأَلُكَ خَلاَصَ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اِنِّي عَبْدُكَ وَمِلْكُ يَدِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، وَاَجَلِي بِعِلْمِكَ؛ أَسْأَلُكَ اَنْ تُوَفِّقَنِي لِمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي، وَاَنْ تُسَلِّمَ مِنِّي مَنَاسِكِي الَّتِي اَرَيْتَهَا خَلِيْلَكَ إِبْرَاهِيْمَ صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِ، وَدَلَلْتَ عَلَيْهَا نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَـلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ رَضِيْتَ عَمَلَهُ، وَاَطَلْتَ عُمْرَهُ، وَاَحْيَيْتَهُ بَعْدَ الْمَوْتِ حَيَاةً طَيِّبَةً
Allâhumma hâjatî ilaykal latî in a‘thaytanîhâ lam yadhurranî mâ mana‘ta, wa in mana‘tanîhâ lam yanfa‘nî mâ a‘thayta, as-aluka khalâsha raqabatî minan nâri. Allâhumma innî ‘abduka wa milku yadika, nashiyatî biyadika, wa ajalî bi‘ilmika, as-aluka an tuwaffiqanî limâ yurdhîka ‘annî, wa an tusallima minnî manâsikil latî araytahâ khalîlaka îbrâhîma shalawâtuka ‘alayhi, wa dalalta ‘alayhâ nabiyyaka Muhammadan shallallâhu ‘alayhi wa âlihi. Allâhummaj‘alnî mimman radhîta ‘amalahu, wa athalta ‘umrahu, wa ahyaytahu ba‘dal mawti hayâtan thayyibah.
Ya Allah, hajatku kepada-Mu adalah hajat yang bila Engkau berikan kepadaku tidak membahayakanku apa yang Kau tahan, dan bila Engkau menahannya dariku tidak bermanfaat bagiku apa yang Kau berikan.
Aku memohon kepada-Mu keselamatan diriku dari api neraka.
Ya Allah, aku adalah hamba-Mu dan milik-Mu,
ubun-ubunku ada di tangan-Mu, dan ajalku dalam pengetahuan-Mu.
Aku memohon kepada-Mu,
bimbinglah aku pada apa yang Kau ridhai,
tuntunlah aku pada manasik yang
Kau perlihatkan kepada kekasih-Mu Ibrahim (as)
dan Kau tunjukkan pada Nabi-Mu Muhammad (saw).
Ya Allah, jadikan aku orang yang amalnya Engkau ridhai, yang umurnya Engkau panjangkan, dan Engkau hidupkan setelah kematian dengan kehidupan yang baik.
Ketiga: Kemudian membaca doa berikut ini:
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ كَالَّذِي تَقُوْلُ وَخَيْرًا مِمَّانَقُوْلُ وَفَوْقَ مَايَقُوْلُ الْقَائِلُوْنَ. اَللَّهُمَّ لَكَ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي، وَلَكَ تُرَاثِي وَبِكَ حَوْلِي وَقُوَّتِي. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْفَقْرِ وَمِنْ وَسَاوِسِ الصُّدُوْرِ وَمِنْ شَتَاتِ اْلأَمْرِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ. اَللَّهُمَّ اِنِّي اَسْأَلُكَ خَيْرَ الرِّيَاحِ، وَاَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَاتَجِيءُ بِهِ الرِّيَاحُ، فَاَسْأَلُكَ خَيْرَ اللَّيْلِ وَخَيْرَ النَّهَارِ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلِْبي نُوْرًا، وَفِي سَمْعِي نُوْرًا، وَفِي بَصَرِي نُوْرًا، وَفِي لَحْمِي وَدَمِي وَعِظَامِي وَعُرُوْقِي وَمَقْعَدِي وَمَقَامِي وَمَدْخَلِي وَمَخْرَجِي نُوْرًا، وَاَعْظِمْ لِي نُوْرًا يَارَبِّ يَوْمَ اَلْقَاكَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Lâ ilâha illallahu wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa Huwa hayyun lâ yamûtu, biyadihil khayru, wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr. Allâhumma lakal hamdu kalladzî taqûlu wa khayran mimmâ naqûlu wa fawqa mâ yaqûlul qâilûna. Allâhumma laka shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâtî, wa laka turatsî wa bika hawlî wa minka quwwatî. Allâhumma innî a‘udzu bika minal faqri wa min wasâwisish shudûri wa min syatâtil amri wa min ‘adzâbil qabri. Allâhumma innî as-aluka khayrar riyahi, wa a‘udzu bika min syarri mâ tajîu bihir riyâhu, fa as-aluka khayral layli wa khayran nahâri. Allâhummaj‘al fi qalbi nûran, wa fî sam‘î nûran, wa fî basharî nûran, wa fî lahmî wa dâmî wa ‘izhâmî wa ‘ûrûqî wa maq‘adî wa maqâmî wa madkhalî wa makhrajî nuran, wa a‘zhim lî nûran ya Rabbi yawma alqâka innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.
Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya.
Bagi-Nya semua kekuasaan dan bagi-Nya segala puji.
Dia Yang Menghidupkan dan Dia Yang Mematikan.
Dialah Yang Hidup dan tidak mati.
Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah, bagi-Mu segala puji seperti yang Kau firmankan, kebaikan yang kami ucapkan, dan di atas apa yang orang-orang ucapkan.
Ya Allah, bagi-Mu shalatku dan ibadahku, hidupku dan matiku; bagi-Mu peninggalanku, dengan-Mu dayaku dan dari-Mu kekuatanku.
Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kefakiran, keraguan hati, bencana dari segala persoalan, dan dari siksa kubur.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin, aku berlindung dengan-Mu dari keburukan apa yang datang bersama angin, aku memohon kepada-Mu kebaikan malam dan kebaikan siang.
Ya Allah, jadikan dalam hatiku cahaya, dalam pendengaranku cahaya, dalam pandanganku cahaya, pada dagingku dan darahku cahaya, tulangku dan urat-uratku cahaya, tempat dudukku dan berdiriku cahaya, tempat masukku dan keluarku cahaya.
Ya Rabbi,Besarkan semua cahaya itu bagiku ya Rabbi pada hari aku menjumpai-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Keempat: Perbanyaklah bersedekah pada hari ini, dan menghadaplah ke kiblat lalu bacalah zikir berikut (100 kali):
سُبْحَانَ اللهِ وَاللهُ اَكْبَرُ مَاشَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَ يُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَيَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Subhânallâhi wallâhu akbar wa mâ syâallâhu lâ quwwata illâ billâhi. Asyhadu allâ ilâha illallâh wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyî wa yumîtu, wa Huwa Hayyun lâ yamûtu, biyadihil khayru, wa Huwa ‘alâ kulli syay-in qadîr.

Mahasuci Allah, Allah Maha Besar, apa yang dikehendaki Allah, tiada kekuatan kecuali dengan Allah. Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-nya segala puji, Dia Yang Menghidupkan dan Mematikan, Dialah Yang Hidup dan tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.[ki]