• Subscribe via RSS

MAKALAH KONSEP-KONSEP PENDAPATAN

Makalah Konsep-konsep Pendapatan - Pada kesempatan kali ini, saya ingin share mengenai contoh makalah konsep-konsep pendapatan. Berikut selengkapnya:
Makalah Konsep-konsep pendapatan
Selain dari pada GNP atau GNI, sebagai alat pengukur kegiatan ekonomi, masih ada konsep lain yang sangat bermanfaat dan dipergunakan secara luas.
1. Produk Nasional Netto (Net National Produk=NNP)
Produk nasional Netto adalah nilai netto dari pada output total, dikurangi penyusutan persediaan kapital bersangkutan. Jadi output nasional netto adalah GNP-Penyusutan.
2. Pendapatan Nasional (National Income = NI)
Pendapatan Nasional adalah pendapatan total yang diperoleh semua faktor produksi tenaga kerja, capital, tanah dan sebagainya.
Pendapatan nasional juga merupakan alat pengukur netto, yang sama dengan produk national netto dikurangi pajak tidak langsung perusahaan.
Pajak tak langsung ini harus dikurangkan karena pajak seperti itu bukan pendapatan yang diperoleh suatu faktor produksi.
NI merupakan suatu alat pengukur produksi netto yang sangat baik,  karena konsep ini tidak terpengaruh oleh bahan pajak tak langsung. Apabila pajak penjualan dinaikkan maka GNP dan NNP akan naik, walaupun produksi rill tidak bertambah. Konsep pendapatan nasional adalah indikator terbaik dalam memperbandingkan tingkat pendapatan relatif antara negara-negara. Dewasa ini, GNP alat pengukur pokok, karena konsep ini adalah yang paling erat bertalian dengan volume produksi fisik dan dengan demikian penaksirannya dapat lebih objektif. GNP tidak memerlukan taksiran penyusutan yang seksama, suatu hal yang telah memusingkan para akuntan dan ahli ekonomi.
3. Pendapatan Perorangan (Personal Income)
Adalah pendapatan total yang diterima oleh dunia rumah tangga dari semua sumber. Pendapatan perorangan dapat di hitung dari pendapatan nasional dengan mengurangkan tiga unsur pendapatan nasional yang tidak sampai ketangan dunia rumah tangga yaitu laba perusahaan yang tidak dibagikan, pajak laba, Iuran jaminan sosial. Transfer payment bukan merupakan bahagian dari Pendapatan Nasional karena transfer tersebut bukan suatu hasil yang timbul dari produksi,  tetapi harus ditambahkan pada pendapatan perorangan karena merupakan pembayaran yang tersedia bagi rumah tangga sebagai suatu bentuk pendapatan.
4. Disposable Personal Income (Yd).
Yaitu pendapatan perorangan setelah dikurangi dengan pajak perorangan (personal tax), dan merupakan pendapatan yang tersedia bagi rumah tangga untuk dibelanjakan untuk dikonsumsi atau untuk ditabung.
GNP Potensil dan Aktuil.
Kita telah bicarakan alat pengukur output dan pendapatan aktuil. Hal yang tidak kalah penting juga adalah tingkat GNP Potensil atau Full Employment. Output potensil adalah output yang dapat  dihasilkan jika semua tenaga kerja dipekerjakan dan kapasitas produksi dipergunakan sepenuhnya, Perlu diingat bahwa yang disebut Full Employment ti­dak berarti Employment 100%. Tetapi apabila 96%-97% dari seluruh angkatan kerja sudah dipekerjakan dan apabila pabrik-pabrik pada umumnya  sudah bekerja dengan 90-95% kapasitas,  maka pada umumnya perekonomian yang bersangkutan berada  dalam keadaan Full Employment dan penggunaan kapasitas penuh. Kemakmuran (Prosperity) haruslah dinilai menurut hubungan antara GNP aktuil dan GNP potensil. Jika para pemakai akhir seperti Konsumen, Investor dan Pemerintah seluruhnya tidak membelanjakan jumlah yang cukup untuk membeli output yang dapat dihasilkan oleh perekonomian dalam keadaan full employment, maka output aktuil akan berkurang dibawah tingkat output potensil. Jika para pekerja akan diberhentikan dan akan terdapat kelebihan kapasitas. Dengan demikian, pada hakekatnya, alat pengukur pokok mengenai tingkat keparahan sesuatu depresi ekonomi adalah besarnya celah (gap) antara GNP aktuil dan GNP potensil.
Penggunaan GNP
GNP terdiri dari 4 komponen pokok, yang digolongkan menurut macam penggunaan output :
  • Konsumsi C)
  • Investasi (I)
  • Pembelian Pemerintah (G)
  • Ekspor netto  (X – M); X  = Ekspor; M = Import
  • Semua output tertentu akan mengalir kepada salah satu dari ke 4 penggunaan ini.
  • Penjumlahan dari pada semua penggunaan ini sama dengan GNP = C + I + G+ (X-M)
1. Konsumsi  (C)
Pendapatan yang diperoleh anggota masyarakat akan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sebahagian lagi untuk ditabung.  Tabungan merupakan sisa atau bahagian dari pendapatan yang tidak digunakan untuk kon­sumsi. Dalam perkembangannya sejak tahun 1929 pengeluaran konsumsi ada 3 macam :
  • Pembelian barang awet   (durable gods).
  • Barang tidak awet (non durable  gods)
  • Jasa.
Pada waktu pendapatan sedang berkurang dan dalam keadaan pengangguran sedang, pembelian barang awet dapat ditangguhkan. Tetapi pembelian barang-barang kebutuhan seperti pangan, sewa, rente dan jasa dokter tidak dapat ditangguhkan bahkan kalau tidak ada pendapatan maka akan digunakan tabungan dimasa lampau.
2. Investasi ( I ).
Output suatu bangsa  tidak seluruhnya digunakan untuk kebutuhan konsumen, tetapi sebahagian digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan peralatan kapital perekonomian yang bersangkutan. Suatu bangsa dapat memperbesar potensi produksinya dengan cara menggunakan sebahagian sumber-sumbernya untuk menghasilkan unit-unit produksi lain. Tindakan yang menghasilkan barang-barang kapital, bersama dengan keahlian tenaga kerja dan kemajuan tehnologi dapat memperbesar produksi dan meningkatkan taraf hidup rakyat.
Sebagai kategori dari pada GNP, Investasi adalah bahagian dari pada output sekarang yang diwujudkan dalam bentuk penambahan kepada atau penggantian alat-alat produk­si rill.
Investasi bruto total (total gross investment) digunakan untuk 2 tujuan,
Untuk mengganti peralatan kapital yang sudah aus/rusak dan timbulnya metode-metode baru yang menyebabkan usangnya metode-metode produksi yang lama.
Untuk menambah kapital stock yang ada.
Investasi netto adalah sama dengan investasi bruto dikurangi penyusutan.
Dalam neraca GNP, Investasi terdiri dari 3 kategori pokok:
  • Investasi tetap perusahaan (business Fixed Investment) yang dilakukan oleh dunia perusahaan untuk barang kapital awet seperti mesin,  bangunan pabrik, kantor dan gudang.
  • Bangunan rumah tempat tinggal (Residential Construction) seperti rumah tinggal atau rumah petak untuk ditempati sendiri atau untuk disewa.
  • Perubahan persediaan perusahaan (Change in business Inventory) adalah bahagian dari output yang diserap oleh perusahaan sebagai pertambahan kepada persediaan barang jadi, barang setengah jadi dan bahan-bahan mentah.
Output akhir meliputi output yang dijual kepada pemakai akhir dan perubahan persediaan perusahaan.
Perubahan dalam pengeluaran investasi ialah yang memainkan peranan penting dalam fluktuasi-fluktuasi ekonomi. Fluktuasi dalam pengeluaran investasi itu mengakibatkan perubahan-perubahan yang besar dalam output total dan kesempatan kerja (Employment).
3. Pemerintah ( G ).
Pemerintah membeli barang-barang ekonomi seperti (peluru kendali, gedung  dan jasa). Pembelian barang-ba­rang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah ini berarti menyerap output dan merupakan bahagian dari GNP. Sebahagian besar dari pengeluaran pemerintah tidak merupakan pembelian barang dan jasa tetapi merupakan trans­fer payment, Seperti pembayaran dana pensiun, jaminan sosial,  bantuan-bantuan sosial,  tunjangan pembangunan dan lain-lain. Pembayaran seperti ini adalah suatu transfer pendapatan diantara para anggota masyarakat melalui pemerintah dari pembayaran pajak-pajak kepada yang memperoleh bantuan. Pembayaran transfer payment tidak merupakan pembelian output, dengan demikian tidak diperhitungkan dalam GNP. Sebahagian dari pengeluaran pemerintah pusat  dan daerah digunakan untuk keperluan investasi dalam alat-alat produksi yang membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi perekonomian.
4. Ekspor Netto  (X – M) .
Ekspor barang-barang dan jasa juga merupakan suatu penggunaan akhir (Final Use)   dari GNP,   karena itu harus dimasukkan dalam jumlah total GNP,    Suatu negara selain dia mengekspor juga mengadakan impor untuk menutup kebutuhan yang tidak cukup dihasilkan da­lam negeri. Maka dari itu, pembelian barang-barang dan jasa yang diimpor harus kita kurangkan dari pembelian total agar jumlah total dari GNP itu benar. Dalam memperhitungkan unsur ekspor dan impor ini kita harus ambil angka nettonya yaitu ekspor dikurangi import ini disebut ekspor netto  (Net Export).
Arus Pendapatan Nasional Bruto kepada Konsumenya,  Perusahaan dan Pemerintah.
Kita telah mengetahui bahwa produksi menciptakan pendapatan yang menimbulkan pengeluaran yang selanjutnya menyebabkan timbulnya produksi. Rangkaian proses ini dinamakan arus pendapatan kegiatan ekonomi.
Pendapatan Nasional Bruto (GNI)
Adalah penjumlahan dari pada pendapatan bruto yang diterima oleh semua satuan-satuan ekonomi individuil yang ada  dalam suatu masyarakat tertentu. Pendapatan ini tidak sama dengan pendapatan yang tersedia bagi konsumen untuk siap dibelanjakan atau untuk ditabung.
Hal ini disebabkan :
Sebahagian dari pendapatan total yang diterima itu dibayarkan pajak kepada pemerintah, Perusahaan juga harus bayar pajak pendapatan.
Untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaannya,  ia harus memupuk dana  cadangan penyusutan, yang pada suatu waktu akan di investasi kembali didalam perusahaan.
Dunia  rumah tangga adakalanya menerima suatu penda­patan yang tidak ada hubungannya  dengan proses produksi dan oleh karena  itu tidak dicakup dalam GNI yaitu transfer payment dari pemerintah.
Dengan demikian jumlah total dari disposable income (Yd) yang tersedia bagi konsumen adalah :
Pendapatan Nasional Bruto dikurangi pajak, dikurangi tabungan bruto perusahaan, ditambah transfer payment.
Dengan kata lain jumlah total dari pendapatan nasional bruto terbagi-bagi kepada 3 bahagian atau golongan pembelanjaan dalam perekonomian :
  • Perusahaan → Sebagai tabungan bruto perusahaan
  • Pajak netto pemerintah → Jumlah total pajak yang di pungut oleh Pemerintah dikurangi dengan transfer payment yang dibayarkan.
  • Disposable personal income (Yd).
Gross National Income (GNI), Pajak (Tx), tabungan bruto perusahaan (Sb), Transfer payment (Tr) dan Disposable personal income (Yd),  maka  dari uraian diatas dapat kita rumuskan secara singkat sebagai berikut  :
Yd  = GNI – Tx + Tr
Tabungan bruto perusahaan adalah bahagian dari arus pendapatan total yang ditahan oleh perusahaan setelah dibayar pajak dan deviden.
Pajak Netto  : Pajak total dikurangi dengan transfer payment. Pemerintah merupakan salah satu dari penerima pendapatan nasional bruto. Pendapatan nasional bruto    yang mengalir ke tangan pemerintah pusat dan daerah dalam fee untuk pajak.
Pengeluaran, dan GNI
Pendapatan yang tercipta dalam proses produksi pada akhirnya terbagi menjadi 3 kategori pokok :
  • Disposable personal income
  • Tabungan bruto perusahaan
  • Pajak netto
Pemeliharaan produksi juga tergantung pada caranya ketiga golongan yaitu Konsumen, Investor dan Pemerintah, memilih penggunaan pendapatan mereka.
Perubahan yang terjadi dalam hubungan antara pengeluaran dan pendapatan inilah yang menyebabkan timbulnya keadaan depressi dan inflasi. Seandainya perbandingan antara pengeluaran dan pendapatan tiap golongan itu tetap sama atau seandainya perubahan perbandingan pengeluaran dan pendapatan suatu golongan selalu diimbangi oleh perubahan sebaliknya  dalam pola pengeluaran golongan lain, maka fluktuasi ekonomi tentu tidak terjadi. Akan tetapi kenyataan menunjukan bahwa pola pengeluaran itu se­lalu berubah-ubah, terutama pengeluaran investasi yang cenderung untuk mudah berubah-ubah, hal mana mengakibatkan ketidakstabilan Produksi, pendapatan dan employment.[am]. Download Gratis Materi diatas Disini
Description: MAKALAH KONSEP-KONSEP PENDAPATAN Rating: 5.0 Reviewer: Amir Al-Maruzy ItemReviewed: MAKALAH KONSEP-KONSEP PENDAPATAN
Komentar Anda Adalah Sumbangsih Yang Tak Ternilai Untuk Kata Ilmu
previous previous