PERNAPASAN PADA KATAK


Pernapasan Pada Katak – Sahabat  sekalian kali ini kita akan membahas mengenai pernapasan pada katak. Alat pernapasan pada katak adalah paru-paru, kulit dan insang. Pada fase kecebong sapai berukur 20 hari, katak bernapas dengan insang luar. Setelah berumur 20 hari. Pernapasannya diganti oleh insang dalam. Alat pernapasan katak terdiri atas paru-paru dan kulit tipis yang basah untuk memudahkan difusi gas. Ketika berada di darat, katak bernapas dengan kulit dan paru-paru. Ketika berada dalam air, katak bernapas dengan kulit.

Pernapasan Pada Katak
Katak mempunyai sepasang paru-paru tipis dan elastis yang permukaan dalamnya berlipat-lipat. Lipatan tersebut diperlukan untuk memperluas perukaan. Pada paru-paru, terdapat banyak kapiler darah yang terlihat berwarna merah. Paru-paru katak memiliki bronkus pendek yang berhubungan dengan rongga mulut. Celah laring terdapat di antara rongga mulut dan paru-paru.

Katak tidak memiliki tulang rusuk dan diafragma sehingga ekanise pernapasan dilakukan oleh otot-otot rahang bawah. Otok sternohioideus, dan otot geniohioideus yang bekerja secara antagonis. Mekanise pernapasan pada katak sebagai berikut:
Inspirasi
Ketika otot sternohioideus berkontraksi, rongga mulut akan membesar. Akibatnya, tekanan dalam rongga mulut menurun sehingga udara akan masuk. Udara masuk menuju hulu tenggorokan lewat koane. Selanjutnya klep menutup koane. Setelah itu otot sternohioioideus berelaksasi dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga ulut menjadi kecil. Akibatnya, tekanan  dalam rongga mulut meningkat dan celah faring terbuka sehingga udara masuk ke dalam paru-paru.
Ekspirasi
Fase ini dialawali dengan berelaksasinya otot geniohioideus dan otot sternohioideus. Otot perut berkontraksi sehingga rongga perut mengecil dan paru-paru tertekan. Akibatnya udara keluar dari paru-paru menuju rongga mulut. Setelah itu, otot geniohioideus berkontraksi dan otot sternohioideus relaksasi sehingga rongga mulut mengecil. Koane terbuka, kemudian udara keluar. [ ]