MENGENAL LEBIH DEKAT NEGARA ISLAM INDONESIA (NII KW IX)

Mengenal Lebih Dekat Negara Islam Indonesia (NII KW IX) – Negara Islam Indonesia (NII KW IX) Kian ramai diperbincangkan di media-media, soalnya Organisasi ini ditengarai sesat karena pada Prakteknya, Organisasi NII KW IX ini jauh dari ajaran hakiki Islam. Nah mari kita mengenal lebih dekat negara Islam Indonesia (NII KW IX). Komandemen merupakan sistem pemerintahan militer Negara Islam Indonesia (NII) yang digunakan pada era revolusi fisik pada tahun 1949-1962. Sistem ini runtuh setelah imam Kartosuwiryo tertangkap di Gunung Geber, Majalaya pada 4 Juni 1962. Menyusul eksekusinya pada 4 September 1962, kontradiksi siapa yang akan menggantikan tempatnya berlangsung sengit. Pada tahun 1974, diadakan pertemuan antara yang berhasil mengangkat Abu Daud Beureuh menjadi Imam NII dan mengaktifkan kembali sistem komandemen. Namun, tak berselang lama, Abu Daud Beureuh ditahan pihak berwajib sehingga tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai imam.

Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan, diadakan pertemuan di Tangerang pada 1 Juli 1979 dan mengangkat Adah Djaelani sebagai imam NII. Setelah aktifasi sistem komandemen pada tahun 1974, Adah Djaelani juga meluaskan teritorialnya dengan membentuk dua komandemen wilayah (KW) baru yang sebelumnya hanya tujuh. KW8 meliputi Lampung dan KW9 atau Jakarta Raya yang meliputi Jakarta, Tangerang, Banten dan Bekasi. Pimpinan pertama KW9 diserahkan kepada Seno alias Basyar, mantan Panglima IV Divisi II Jawa Tengah untuk bagian Semarang. Menyusul rentetan penangkapan aktivis NII akibat kasus Komando Jihad (KOMJI), Seno tertangkap. Tempatnya digantikan oleh Abu Karim Hasan. Selain seba
gai panglima KW9, dia merupakan orang yang paling berpengaruh dalam pembentukan doktrin Mabadiuts Tsalasah yang digunakan KW9 sampai hari ini.
Pada era Abu Karim Hasan, KW9 maju pesat. Teritorial awalnya hanya di Pasar Rebo, Jakarta Timur. Setelah itu meluas sampai diatas kertas memiliki 9 Komandemen.
Baiat (Janji Setia Anggota NII KW IX)
Demi Allah
  1. Saya menyatakan baiat ini kepada Allah di hadapan dan dengan persaksian komandan tentara pemimpin negara yang bertanggung jawab.
  2. Saya menyatakan baiat ini sungguh – sungguh karena ikhlas dan suci hati lilahita `ala semata – mata dan tidak sekali – kali karena sesuatudi luar dan keluar daripada kepentingan Agama Allah,Agama Islam,dan Negara Islam Indonesia.
  3. Saya sanggup berkorban dengan jiwa, raga, dan nyawa saya serta apapun yang ada pada saya berdasarkan sebesar – besar taqwa dan sesempurna – sesempurna tawakal Allalloh bagi : a). Mentegakkan kalimatilah li`ilahi kalimatilah b). Mempertahankan berdirinya Negara Islam Indonesia hingga hukum Syariat Islam seluruhnya berlaku dengan seluas-luasnya dalam kalangan Umat Islam Bangsa Indonesia di Indonesia.
  4. Saya akan taat sepenuhnya kepada perintah Allah, kepada perintah Rosulullah, kepada perintah ulil amri saya dan menjauhi segala larangannya dengan tulus dan setia hati.
  5. Saya tidak akan berkhianat kepada Allah, kepada Rosulullah dan kepada Komandan Tentara serta Pemimpin Negara dan tidak akan pula akan berbuat noda atas Umat Islam Bangsa Indonesia.
  6. Saya sanggup membela Komandan-Komandan Tentara Islam Indonesia Dan Pemimpin-Pemimpin Negara Islam Indonesia daripada bahaya, bencana dan khianat darimana dan apapun juga.
  7. Saya sanggup menerima hukuman dari ulil amri saya sepanjang keadilan hukum Islam bila saya ingkar daripada baiat yang saya nyatakan ini.
  8. Semoga Allah berkenan membenarkan pernyataan baiat saya ini serta berkenan pula kiranya ia melimpahkan tolong dan kurnianya atas saya sehingga saya dipandaikannya melakukan tugas suci ialah hak dan kewajiban tiap-tiap mujahid menggalang Negara Karunia Allah, Negara Islam Indonesia.Amien....
  9. Allahu akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar.[ ]