CARA MENILAI HASIL EVALUASI SISWA

Cara Menilai Hasil Evaluasi Siswa – Pekerjaan guru yang vital dalam hal PBM (proses belajar-mengajar) adalah menilai hasil evaluasi siswa, nah kali ini saya ingin berbagi artikel mengenai beberapa cara menilai hasil evaluasi siswa.
Tes benar – salah (true – false)
Dalam menggunakan angka atau skor untuk tes bentuk B-S ini kita dapat menggunakan dua cara yaitu: tanpa hukuman auat tanpa denda dan dengan hukuman atau denda.
Tanpa hukuman adalah apabila banyak angka yang diperoleh pebelajar sebanyak jawaban yang cocok dengan kunci. Sedangkan dengan hukuman (karena diragukan adanya unsur tebakan), digunakan 2 macam rumus, tetapi hasilnya sama.
Rumus pertama:
S = R – W
Dimana: S = Score R = Right W = Wrong
Skor yang diperoleh sebanyak jumlah soal yang benar dikurangi dengan jumlah soal yang salah.
Contoh:
Banyaknya soal = 10 buah
Yang betul = 8 buah
Yang salah = 2 buah
Angkanya adalah : 8 – 2 = 6
Rumus kedua:
S = T – 2W
Dimana: T = total
Contoh:
Banyaknya soal = 10 buah
Yang salah = 2 buah
Angkanya adalah 10 – (2 x 2) = 10 – 4 = 6
Dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice)
Dalam menentukan angka untuk tes bentuk pilihan ganda, dikenal dua macam cara pula yakni tanpa hukuman dan dengan hukuman. Tanpa hukuman apabila banyak angka dihitung dari banyaknya jawaban yang cocok dengan kunci jawaban.
Dengan hukuman  menggunakan rumus:
S = R – (w) / (n – 1)
Dimana:
S = score
W = wrong
N = banyaknya pilihan jawaban (umumnya di indonesia 3, 4 atau 5)
Contoh:
Banyaknya soal = 10 buah
Banyaknya yang betul = 8 buah
Banyaknya yang salah = 2 buah
Banyaknya pilihan = 3 buah
Maka skornya adalah:
8 – 2 / (3 – 1)
8 – 1 = 7
Tes bentuk jawaban singkat (short answer test)
Dengan mengingat jawaban yang hanya 1 pengertian saja, maka angka tiap nomor soal mudah ditebak. Usaha yang dikeluarkan oleh siswa sedikit, tetapi lebih sulit daripada ts benar – salah atau pilihan ganda. Sebaiknya tiap soal diberi angka 2. Dapat juga angka itu kita samakan dengan angka pada bentuk betul salah atau pilihan ganda jika memang jawaban yang diharapkannya ringan atau mudah. Tetapi sebaliknya apabila jawabannya bervariasi misalnya lengkap sekali, lengkap dan kurang lengkap, maka angkanya dapat dibuat bervariasi pula misalnya 2; 1,5 dan 1.
Tes bentuk menjodohkan (matching)
Pada dasarnya tes bentuk menjodohkan adalah tes bentuk pilihan ganda, dimana jawaban-jawaban dijadikan 1, demikian pula pertanyaan-pertanyaannya. Dengan demikian, maka pilihan jawabannya akan lebih banyak. Satu kesulitan lagi adalah bahwa jawaban yang dipilih dibuat sedemikian rupa sehingga jawaban yang 1 tidak diperlukan bagi pertanyaan lain.
Kunci jawaban tes bentuk menjodohkan dapat berbentuk deretan kunci jawaban yang dikehendaki atau deretan nomor yang diikuti oleh huruf-huruf yang terdapat di depan alternatif jawaban.
Tes bentuk uraian (essay test)
Ada dua metode yang dapat dipergunakan untuk memberi skor terhadap tes essay, yaitu metode analisa (analysical method) dan metode sorter 9 sorting method). Metode analisa adalah suatu cara menilai dengan menyiapkan sebuah model jawaban, dimana jawaban tersebut dianalisa menjadi beberapa step atau elemen yang terpisah, dan ditetapkan bahwa setiap step atau elemen disediakan skor tertentu. Setelah satu model jawaban tersusun, jawaban masing-masing anak dibandingkan dengan model jawaban tersebut dan diberikan dibandingkan dengan tingkat kebenarannya.
Metode mensortir  dipergunakan untuk memberi skor terhadap jawaban-jawaban yang tidak dibagi-bagi menjadi elemen-elemen. Jawaban-jawaban pebelajar dibaca secara keseluruhan.
Setelah suatu jawaban selesai dibaca, jawaban tersebut diletakkan pada sebuah tumpukan, yang diklasifikasikan menjadi tumpukan – tumpukan: baik sekali, baik, sedang, kurang, kurang sekali.
Cara ini digunakan terus samapai jawaban selesai dsortir. Ada baiknya untuk membaca sekali lagi jawaban-jawaban yang sudah disortir barangkali ada klasifikasinya yang kurang tepat dan perlu dipindahkan ketumpukan-tumpukan lain setelah itu barulah masing-masing tumpukan diberi skor sesuai klasifikasinya. [ am]