SIAPA PELAKU BOM BUKU DI JAKARTA

Siapa Pelaku Bom Buku di Jakarta – Jakarta kembali diserang teror, siapa pelaku Bom buku di Jakarta ? . Kali ini teror itu adalah teror bom buku, menurut dugaan sementara pelaku teror bom buku ini adalah  kelompok lama, kelompok Jemaah Islamiyah yang namanya sekarang Tanzim Qaidatul Jihad (TQJ. Motif pelaku pemboman ini adalah menebar teror terhadap islam liberal (JIL) atau yang dianggap musuh masyarakat termasuk salah satunya pihak kepolisian. Siapa pelaku bom buku di Jakarta?.

Masih menurut dugaan sementara, Bom buku itu sudah direncanakan lama. Sebab bom buku ini biasa digunakan Indonesia bagian Timur. Perakit bom berasal dari Indonesia Timur, karena bom mikro ini biasa digunakan di sana.

Seperti diberitakan, sebuah bom meledak di kantor radio KBR68H yang lokasinya berdekatan dengan Komunitas Utan Kayu dan Jaringan Islam Liberal (JIL), Selasa 15 maret 2011 petang.
Bom tersebut berbentuk paket buku yang ditujukan kepada aktivis JIL Ulil Abshar Abdalla. Bom meledak setelah sempat dijinakkan Kasat Reskrim Polres Jaktim Kompol Dodi Rahmawan dengan cara menyiramkan air.
Selain mengirim bom ke Komunitas Utan Kayu, pelaku juga mengirim paket bom ke kantor BNN ditujukan kepada Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere dan ke kediaman Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto S Soerjosoemarno. [mah]

Paket itu datang pukul 10.00 WIB di resepsionis, dan baru dibuka staf di JIL pada pukul 13.00 WIB. Paket berbungkus sampul cokelat tersebut berisi buku dan selembar surat. Ketika dibuka, di dalam buku ada kabel, jam dan batere. Penemuan ini langsung dilaporkan kepada satpam, yang meneruskan laporan itu ke Kepolisian setempat. Buku kini masih diletakkan di atas meja, dekat Teater Utan Kayu.
Polisi kemudian menghubungi tim Gegana. Namun, hingga 2 jam, tim Gegana tidak juga datang. Polisi akhirnya mencoba menjinakkan bom itu tanpa perlengkapan memadai. Kasatreskrim Polres Jakarta Timur.
Bom dicoba dijinakkan dengan cara menyiramnya dengan air. Paket bom yang disimpan dalam buku itu kemudian disiram air sesuai petunjuk dari seseorang melalui ponsel. Buku itu juga dibuka menggunakan pisau. Saat dijinakkan itulah bom meledak.Ledakan kemudian melukai Kastreskrim dan seorang Satpam.
Anggota Komisi I DPR ini mengatakan, tuduhan tak bisa dialamatkan kepada kelompok Islam hanya karena nama pengirim bom buku tersebut menggunakan gelar Lc (Licence), Gelar Lc merupakan milik sarjana lulusan Timur Tengah atau universitas di Indonesia yang merupakan cabang dari Timur Tengah, tapi pelaku sesungguhnya belum tentu lulusan Timur Tengah, bisa jadi ini adalah strategi penyembunyian Indentitas.
Wah.. teror bom buku sebuah teror gaya baru yang mesti di waspadai. Tapi perlu pula diingat bahwa kita juga patut menduga (meskipun ini hanya sekedar dugaan) bahwa mungkin saja kejadian ini hanyalah pengalihan isu, ingat beberapa waktu lalu sewaktu marak-maraknya kasus Bank Century, tapi tiba-tiba saja kasus Century ini tenggelam oleh kasus penggerebekan teroris oleh Densus 88, entah itu hanya kebetulan atau disengaja. Dan kini pemberitaan The Age yang menuduh pemerintah ada “penyelewengan” tiba-tiba saja bom buku itu muncul??? Ahh… itu hanya kebetulan. May be ……. demikianlah artikel siapa pelaku bom buku di Jakarta. Semoga kasus ini cepat terselesaikan dengan terang benderang.