PERISTIWA KORBAN 40.000 JIWA DI SULSEL DAN SULBAR

Peristiwa Korban 40.000 Jiwa di Sulsel Dan Sulbar Pada kesempatan kali ini saya ingin share sedikit tentang sejarah peristiwa korban 40.000 Jiwa di Sulsel dan Sulbar. 11 Desember setipa tahun diperingati sebagai hari berkabung rakyat Sulsel dan Sulbar. Peringatan itu dimaksudkan untuk mengenang kembali peristiwa sejarah, jatuhnya korban yang tidak terhitung  jumlahnya dari rakyat Sulsel dan Sulbardisebabkan oleh perbuatan teror tentara Belanda yang berintikan pasukan khusus Corps Speciale Troepen  yang beranggotakan 123 orang, dipimpin oleh Kapten KNIL Reymond Paul Pierre Westerling. peristiwa ini dikenal dengan Peristiwa Korban 40.000 Jiwa atau Pembantaian Westerling

Peristiwa teror ini dimulai pada tanggal 11 Desember 1946, setelah Leutnant Governoor General Hindia Belanda Van Mook memaklumkan keadaan darurat perang disebahagian besat wilayah Sulsel dan Sulbar, meliputi: Kotapraja Makassar, Afdeling Makassar, Bonthain (Bantaeng), Pare-pare dan Mandar. Seiring dengan itu, atas perintah General S.Spoor, panglima KNIL di Batavia (Jakarta), Komandan KNIL di Sulsel Sulbar. Kolonel H.J. de Vries mengeluarkan surat perintah harian pada tanggal 11 Desember1946 kepada seluruh jajaran tentara belanda dibawah komandonya untuk serentak menggunakan operasi pasifikasi atau pengamanan berdasarkan keadaan darurat perang dengan tindakan tegas, cepat dan keras tampa kenal ampun dengan melaksanakan standrect atau tembak ditempat tampa proses.
Peristiwa teror tersebut berlangsung selama kurang lebih lima bulan, yaitu sampai ditariknya kembali pasukan Westerling dari daerah Sulsel dan Sulbar pada tanggal 22 Mei 1946.
Ditaksir sekitar 40.000 rakyat Sulsel dan Sulbar terbunuh dalam peristiwa teror Westerling tersebut. Oleh sebab itu, eristiwa itu disebut peristiwa korban 40.000 jiwa di Sulsel Sulbar.
Peringatan hari korban 40.000 jiwa di Sulsel dan Sulbar setiap tanggal 11 Desember, bertujuan antara lain: agar kita semua yang masih hidup, terutama generasi muda, memahami dan menyadari bahwa rakyat Sulsel dan Sulbar telah memberikan korban yang amat besar demi tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia. Kesadaran dan pemahaman tesebut diharapkan pada gilirannya akan mempertebal semangat kita dan rasa cinta kita kepada bangsa dan tanah air Indonesia, serta kemerdekaan yang merupakan warisan yang tak ternilai harganya dari para orang tua kita yang telah memberikan pengorbanannya.
Demikianlah artikel tentang peristiwa Korban 40.000 Jiwa di Sulsel dan Sulbar, semoga artikel yang teramat sederhana ini dapat memberikan wawasan kesejarahan bagi kita semua. [ ]