Menguak Kontroversi Supersemar

Menguak Kontroversi Supersemar – Sampai kini Supersemar (Surat Perintah 11 maret 1966) masih kontroversi, atau belum terkuak secara terang benderang. Ada banyak kontroversi dari Supersemar, tetapi kami hanya akan mempublish beberapa kontroversi Supersemar tersebut. Menguak kontroversi Supersemar.

Menguak Kontroversi Supersemar. Kontroversi pertama, yakni tentang proses penyusunan dan penyerahan surat tersebut yang terkesan tidak wajar.  Menguak kontroversi Supersemar. Surat tersebut bukanlah atas inisiatif dan kemauan Bung Karno sendiri. Anggota Tjakrabirawa Letda (purn.) Soekarjo Wiliardjito mengaku bahwa Jenderal Panggabean menodongkan pistolnya ke arah Bung Karno. Kesaksian Soekarjo ini didukung oleh  kaswadi dan Serka (Purn.) Ran Ismail, mereka melihat tamu yang datang ke Bogor bukan 3 orang (seperti yang tertulis dibuku sejarah resmi) tetapi berjumlah 4 orang. Lebih lanjut kaswadi mengakui bahwa pada waktu itu, dia melihat Panggabean ada di istana Bogor.
Kontroversi yang kedua tentang siapa pengetik Supersemar? Kemudian muncul lagi pengakuan Letkol (Purn.) TNI-AD Ali Ebram, staf asisten 1 Intelejen resim Tjakrabirawa bahwa dia yang mengetik surat dengan didikte oleh Bung karno. Ia mengetik dengan gemetar dan mengatakan bahwa konsep itu berasal dari Soekarno sendiri.
 Kontrovesi ketiga, yang disampaikan oleh ben Anderson. Ia mengutip pengakuan seorang tentara yang berpangkat rendah yang mengaku waktu itu bertugas di istana Bogor. Tidak dijelaskan nama dan pangkat dari tentara ini, tetapi Ben Anderson merasa yakin dengan keterangannya bahwa mungkin saja Supersemar yang asli itu dihilangkan karena diketik dengan kop mabes Angkatan darat . jadi jika dipertahankan tentu sangat lucu, surat kepresidenan ditulis dengan kertas berkop MBAD. Jadi surat itu “dihilangkan”. Bukan karena isi tetapi Kop Surat.
Nah itulah Kontroversi Supersemar yang sampai pada tahun 2014 ini masih terselubung. Dan mungkin sejarah itu tidak kan pernah terungkap sejarah terang benderang, tapi akan memunculkan beberapa versi atau interpretasi, begitupun dengan Supersemar ini.[ki]