Web TV On-Demand, Fitur Kunci Nokia

Nokia baru saja memperkenalkan smartphone terbarunya di Tanah Air, yakni Nokia N8. Memiliki sejumlah fitur mewah, Nokia optimistis perangkat barunya laris manis.

Bayangkan saja, selama masa pre-order sejak akhir September hingga 15 Oktober 2010, Nokia kehabisan stok Nokia N8. Namun, raksasa vendor asal Finlandia itu menjamin perangkat anyarnya itu siap tersedia awal November.

Dari sejumlah fitur mewah yang dimiliki Nokia N8, satu yang menyita perhatian adalah Web TV on-demand. Melalui fitur ini, pengguna N8 di Indonesia dapat menikmati berbagai acara TV, berita, dan hiburan dari berbagai saluran seperti CNN, E! Entertainment, Paramount, dan National Geographic.
Sedangkan konten Web TV lokal sementara disediakan oleh satu perusahaan TV swasta dari Ovi Store. “Kami masih membuka kesempatan kerja sama dengan beberapa perusahaan televisi lain di Indonesia,” kata Haryati Lawidjaja, Service Marketing Manager Nokia Indonesia, Rabu 20 Oktober 2010.
Web TV On-Demand bisa disebut sebagai fitur pendatang baru di industri ponsel. Lalu, apakah pasar Indonesia siap dengan fitur tersebut?
“Empat tahun lalu, Gartner (lembaga riset) dan beberapa perusahaan riset besar lainnya memprediksi fitur TV di dalam perangkat mobile akan booming dalam waktu dekat. Semua orang membicarakan hal yang sama. Itu akan menjadi tren,” kata Bob McDougall, Country Manager Nokia Indonesia, saat ditemui VIVAnews usai peluncuran Nokia N8 di Jakarta.
“Tapi, ternyata tidak terjadi. Messaging masih menjadi yang terpopuler. Instant messaging, SMS, dan jejaring sosial,” papar Bob.
Dia optimistis jika Web TV On-Demand akan menjadi tren selanjutnya setelah video streaming. Kalau streaming TV, bisa menjadi tren selanjutnya, bisa juga tidak. “Namun, yang jelas, semua orang mulai melakukan streaming video hari ini, mulai dari YouTube sampai situs lokal di masing-masing negaranya,” ujarnya.

“Sekarang yang menjadi kendala adalah infrastruktur. Infrastruktur yang mumpuni sangatlah dibutuhkan untuk streaming atau Web TV On-Demand. Perannya sangat penting untuk konektivitas data. Semua orang di Indonesia sudah memakai data sejak kemunculan Facebook,” tuturnya.
Seperti dikutip dari CheckFacebook, 12 Oktober 2010, secara total pengguna Facebook di Indonesia mencapai 27.953.340 user, lebih banyak ketimbang pengguna di Inggris yang hanya27.815.540 pengguna.
“Saya yakin para operator selular dan penyedia konektivitas data mobile di Indonesia sedang berbenah. Mereka tahu dan menyadari pertumbuhan pemakaian data yang eksponensial,” ujar Bob.
“Mereka (para operator) tengah melakukan investasi besar-besaran untuk membangun infrastruktur data atau data plan menyambut transformasi komunikasi ke arah mobile,” ujarnya. (art)
• VIVAnews
Thanks To Google