• Subscribe via RSS

Sejarah Perang Dingin

Sejarah Perang Dingin - Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan, supremasi, perbedaan ideologi dan lain-lain antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet.
Pada mulanya, guna mengakhiri Perang Dunia II, Uni Soviet dan Amerika Serikat bersekutu dan menjalin hubungan untuk menghadapi NAZI Jerman di bawah pimpinan Adolf Hitler. Amerika Serikat pernah mengirim bantuan tentara ke Uni Soviet untuk menggempur pasukan Jerman.
Ketegangan paling awal dari persaingan ini, yang kemudian dikenal dengan sebutan Cold War (Perang Dingin), dimulai sejak pembagian Jerman menjadi dua wilayah, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur. Pembagian dua negara Jerman pasca PD II itu berakibat pada pembagian kota Berlin menjadi Berlin Barat dan Berlin Timur. Berlin Barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis, sedangkan Berlin Timur dikuasai oleh Uni Soviet.
Doktrin Truman merupakan model bantuan ekonomi yangdilancarkan oleh Amerika Serikat untuk membendung pengaruh komunis di negara-negara Eropa.bantuan yang diberikan tersebut tidak hanya berupa bantuan keuangan, tetapi juga bantuan militer dan penasihat militer. Menurut teori Domino, jika satu negara jatuh maka berjatuhanlah negara-negara tetangga lainnya, sehingga semua negara akan jatuh. Doktri Truman merupakan langkah awal dari kebijakan AS terhadap ancaman masuknya pengaruh Uni Soviet.
Perang dingin juga ditandai dengan terjadinya Perang Korea. Setelah berakhirnya PD II, tentara Uni Soviet menyerbu Korea dari Utara dan memusnahkan sisa-sisa kekuatan tentara Jepang (12 Agustus 1945). Sementara itu, pada bulan september 1945 Amerika Serikat mendaratkan pasukannya di Korea bagian selatan. Dengan demikian di Korea terdapat dua daerah pendudukan, yaitu Korea Utara oleh Uni Soviet dan Korea Selatan berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dengan garis Lintang 38 derajat sebagai garis pemisah.
Karena usaha mempersatukan Korea tidak tercapai, maka Korea Selatan membentuk negara Republik Korea dengan ibu kotanya Seoul dan Syangman Rhee sebagai Presiden (15 Agustus 1948). Di pihak lain, Korea Utara mendirikan Republik Demokrasi Rakyat Korea dengan ibu kota Pyong Yang di bawah pimpinan Perdana Menteri Kim II Sung (September 1948).
Pertentangan antara Korea Utara dan Korea Selatan semakin lama semakin tajam. Pada tanggal 25 Juni 1950, sekitar 60.000 tentara Korea Utara (dengan bantuan tank dan jet tempur) menyerbu Korea Selatan melewati garis Lintang 38 derajat. Pada taggal 30 Juni 1950, tentara Korea Utara menguasai ibu kota Korea Selatan, Seoul.
PBB kemudian ikut campur dalam peperangan itu dan menyerukan agar anggota-anggotanya memberikan bantuan kepada Korea Selatan. Di bawah Komando Jenderal Mac Arthur (Amerika Serikat), pasukan PBB sebagai pasukan gabungan mendarat di Inchon dan mengadakan serangan pembalasan. Tentara Korea Utara berhasil dipukul mundur dan tentara PBB berhasil melintasi Garis Lintang 38 derajat. Pasukan PBB berhasil menerobos daerah Korea Utara sampai tapal batas Mansuria.
Dalam keadaan terdesak, Korea Utara mendapat bantuan dari RRC yag menerjunkan puluhan ribu pasukannya, sehingga pasukan PBB mundur kembali ke daerah Korea Selatan sampai batas Garis Lintang 38 derajat.
Perang Korea yang berlangsung demikian hebatnya selama kurang lebih 3 tahun akhirnya berakhir pada tanggal 27 Juli 1953 dengan ditandatangani persetujuan gencatan senjata di Pamunjom.
SEATO (South East Asia Treaty Organization) beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Perancis, New Zealand, Australia, Pakistan, Thailand dan Filipina.[ki]
Description: Sejarah Perang Dingin Rating: 5.0 Reviewer: Amir Al-Maruzy ItemReviewed: Sejarah Perang Dingin
Komentar Anda Adalah Sumbangsih Yang Tak Ternilai Untuk Kata Ilmu
previous previous