Perubahan Politik Dunia Setelah perang Dunia Ke II

Perubahan Politik Dunia Setelah perang Dunia Ke II - Perkembangan Politik Dan Ekonomi Dunia Setelah Perang Dunia II Dan Perang Dingin:
Kekuatan Negara-negara Adikuasa
Perang Dunia II berakhir dengan kemenangan pihak sekutu yang terdiri dari Inggris, Perncis, Uni Soviet, dan Amerika Serikat. Kemenangan yang diraih pihak sekutu itu tidak terlepas dari peran Amerika Serikat. Pasukan sekutu yang mendapat bantuan tentara, perlengkapan, dan persenjataan dari Amerika Serikat menganggap bahwa peran Amerika Serikat sangat menentukan dalam kemenangan yang diraih oleh pihak sekutu. Di medan perang Asia-Pasifik, pemboman terhadap Hiroshima (6 Agustus1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945) jelas mempercepat menyerahnya Jepang kepada pihak sekutu.
Sedang di medan perang Eropa, pasukan Amerika Serikat bersama pasukan Inggris dan Perancis berhasil mendesak pertahanan Jerman dan Italia serta memaksa kedua negara tersebut menyerah kepada pihak sekutu. Pada pasca perang, peranan Amerika Serikat sangat besar dalam memberikan bantuan kepada negara-negara Eropa Barat untuk membangun kembali perekonomiannya.
Uni Soviet juga turut berperan terhadap kemenangan pasukan sekutu, yaitu dengan melakukan pembebasan Eropa bagian timur dari tangan Jerman. Uni Soviet juga mempergunakan kesempatan untuk meluaskan pengaruhnya, dengan cara mensponsori terjadinya terjadinya perebutan kekuasaan di berbagai negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Albania, Hongaria, Rumania, Polandia, dan Cekoslowakia, sehingga negara-negara tersebut masuk ke dalam pengaruh pemerintahan komunis Uni Soviet.

Berakhirnya Perang Dunia II telah mengubah perkembangan politik dunia. Amerika Serikat dan Uni Soviet sebagai negara pemenang muncul menjadi kekuatan raksasa. Dua negara tersebut memiliki perbedaan ideologi, yaitu Amerika Serikat memiliki ideologi liberal-kapitalis, sedangkan Rusia berideologi komunis.
Meluasnya pengaruh Uni Soviet sesudah Perang Dunia II di Eropa Timur sangat mencemaskan negara-negara Eropa Barat, terutama Inggris dan Perancis. Kecemasan ini mebuat negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat mendirikan suatu pakta pertahanan yang dikenal dengan nama NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Organisasi Pertahanan Atlantik Utara.
Untuk mengimbangi kekuatan NATO, pada tahun 1955 Uni Soviet mendirikan suatu pakta pertahanan yang diberi nama Pakta Warsawa. Anggota Pakta Warsawa terdiri dari negara-negara Uni Soviet, Albania, Bulgaria, Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia dan Rumania.[ki]