PANTASKAH WARGA AHMADIYAH DI SAYAT HINGGA TEWAS?

Pantaskah Warga Ahmadiyah di Sayat Hingga Tewas? – Massa bertindak brutal, warga yang di duga penganut Aliran jamaah Ahmadiyah di massa, 3 oramg tewas. Penyiksaan tak terperikan mereka alami. Apakah mereka pantas diperlakukan tidak berprikemanusiaan seperti itu?. Tampak berbagai pihak mesti menyadari kesalahan masing-masing. Pihak massa penyerang perlu menahan diri untuk tidak anarkis dalam menghadapi apa yang mereka namakan membela keyakinan dari "kekotoran" yang dilakukan jamaah Ahmadiyah, sebaliknya pihak jamaah perlu mengalah dan jangan mempertahankan terus keyakkinan yang mereka yakini benar versi mereka, khusus untuk jamaah Ahmadiyah perlu mempertimbangkan dua opsi dalam menyelesaikan masalah mereka.

Berikut berita selngkapnya tentang penyerangan warga Ahmadiyah di Pandeglang yang dikutip dari Tempointeraktif.com:

Penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah oleh sekelompok orang di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2) menewaskan tiga orang, enam orang luka berat. Tak hanya itu, beberapa rumah serta tempat ibadah Ahmadiyah juga rusak serta dua kendaraan roda empat hancur dibakar massa.

Menurut juru bicara Ahmadiyah Zafrullah Pontoh, kepada pers di YLBHI, Senin (7/2), sebelum kejadian sekitar enam polisi berjaga dilokasi sejak pagi. Sekitar pukul 09.00 datang bantuan satu pick up dan dua kendaraan Dalmas pengendali. Mereka melakukan dialog dengan warga Ahmadiyah. Kepada Jemaah Ahmadiyah, polisi meminta mereka meninggalkan lokasi. Namun Jemaah Ahmadiyah memilih bertahan dengan alasan bahwa kompleks tersebut milik mereka.
Rupanya tak lama setelah itu atau sekitar pukul 10.46 sekitar 1.500 orang yang diduga berasal dari warga sekitar datang dan langsung menyerang. Massa mempersenjatai dirinya dengan golok, pedang dan tombak. Mereka langsung menyerang dari berbagai arah. 
Massa menyerang siapa saja yang berada di lokasi itu. Sambil berteriak-teriak dan mengacungkan golok massa menyerang membabi buta. "Ahamadiyah hancurkan, Ahmadiyah bubarkan. Polisi minggir kami yang berkuasa di sini," kata juru bicara Ahmadiyah Zafrullah Pontoh menirukan teriakan masa pada saat penyerangan.
Mendapat serangan itu, menurut Zafrullah, para Jemaah Ahmadiyah melawan. Lemparan batu yang dilakukan warga dibalas lemparan batu oleh Jemaah Ahmadiyah. Namun karena jumlah mereka kalah banyak dibanding massa yang menyerang, massa Ahmadiyah langsung berlarian menyelematkan diri. 
Melihat warga Ahmadiyah berlarian, massa yang datang semakin besar. Mereka datang dari berbagai arah ke lokasi dan bertindak semakin beringas dan tak terkendali. Polisi yang berada dilokasi tak mampu berbuat banyak, bertahan dan hanya berdiam diri.
Massa penyerang mengejar siapa saja yang berada di lokasi. Massa langsung menelanjangi, memukul, dan menghajar dengan batu Jemaah Ahmadiyah yang tertangkap hingga tewas. Tak puas dengan pemukulan, massa penyerang juga menyayat merek ayang tertangkap.***