TEHNOLOGI ZAMAN BATU

Tehnologi Zaman Batu – Materi ini dipelajari oleh kelas X SMA/MA pada semester Genap. Zaman batu adalah zaman prasejarah, dimana masyarakat pendukungnya masih sangat tergantung kepda alam, atau sederhana menggunakan tehnologi sederhana dalam membantu kelangsungan hidup mereka. Masyarajat pendukung zaman batu ini menggunakan peralatan yang terbuat dari batu, tulang-tulang binatang, serta alat-alat yang dibuat dari alam lainnya.

Palaeolithikum (Zaman Batu Tua)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.
Contoh alat-alat tersebut adalah :
  • Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/pemotong).
  • Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa yaitu alat penusuk (belati), ujung tombak bergerigi.
  • Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.

Alat-alat dari tulang dan Flakes, termasuk hasil kebudayaan Ngandong. Kegunaan alat-alat ini pada umumnya untuk berburu, menangkap ikan, mengumpulkan ubi dan buah-buahan.
Berdasarkan daerah penemuannya maka alat-alat kebudayaan Paleolithikum tersebut dapat dikelompokan menjadi Kebudayaan Pacitan dan Ngandong.
Manusia pendukung kebudayaan ini adalah :
  • Pacitan : Pithecanthropus 
  • Ngandong : Homo Wajakensis dan Homo soloensis.

Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)

Ciri zaman Mesolithikum :
  • Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.
  • Ditemukannya bukit-bukit kerang dipinggir pantai yang disebut “kjoken modinger” (sampah dapur) Kjoken =dapur, moding = sampah).

Alat-alat zaman Mesolithikum :
  • Kapak genggam (peble)
  • Kapak pendek (hache Courte)
  • Pipisan (batu-batu penggiling)
  • Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah
  • Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang

disebut “Abris Sous Roche” Adapun alat-alat tersebut adalah :

-Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
  • Ujung mata panah,
  • Batu penggilingan (pipisan),
  • Kapak,
  • Alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
  • Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Tiga bagian penting Kebudayaan Mesolithikum,yaitu :
  • Peble-Culture (alat kebudayaan Kapak genggam) didapatkan di Kjokken Modinger
  • Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
  • Flakes Culture (kebudayaan alat serpih) didapatkan di Abris sous Roche

Manusia Pendukung Kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua –
Melanosoid.


Neolithikum (Zaman Batu Muda)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan.
Contoh alat tersebut :
  • Kapak Persegi, misalnya Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
  • Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa
  • Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak
  • Perhiasan ( gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di Jawa
  • Pakaian (dari kulit kayu)
  • Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo(Sumba)

Manusia pendukung Kebudayaan Neolithikum adalah bangsa Austronesia (Austria) dan Austro-Asia (Khmer –Indochina).


Megalithikum (Zaman Batu Besar )

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
  • Menhir, adalah tugu batu yang didirikan sebagai tempat pemujaan untuk memperingati arwah nenek moyang
  • Dolmen, adalah meja batu, merupakan tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang, Adapu;a yang digunakan untuk kuburan
  • Sarchopagus atau keranda, bentuknya seperti lesung yang mempunyai tutup
  • Kubur batu/peti mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain
  • Punden berundak-undak, bangunan tempat pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat

Cara manusia purba mengumpulkan makanan bagi mereka sendiri :

Food gathering
Ciri zaman ini adalah :
  • Mata pencaharian berburu dan mengumpulkan makanan
  • Nomaden, yaitu Hidup berpindah-pindah dan belum menetap
  • Tempat tinggalnya di gua-gua
  • Alat-alat yang digunakan terbuat dari batu kali yang masih kasar, tulang dan tanduk rusa. Zaman ini hampir bersamaan dengan zaman batu tua (Palaeolithikum) dan zaman batu tengah (Mesolithikum).

Food producing
Ciri zaman ini adalah :
  • Telah mulai menetap
  • Pandai membuat rumah sebagai tempat tinggal
  • Cara menghasilkan makanan dengan bercocok tanam atau berhuma
  • Mulai terbentuk kelompok-kelompok masyarakat
  • Alat-alat terbuat dari kayu,tanduk,tulang, bambu,tanah liat dan batu
  • Alat-alatnya sudah ditajamkan/diasah

Zaman bercocok tanam ini bersamaan dengan zaman Neolithikum (zaman batu muda) dan Zaman Megalithikum (zaman batu besar).***