Pornografi Online

Pornografi Online – apa itu pornografi online ?. Pornografi berasal dari dua rangkaian kata Yunani, yakni Porneia yang artinya seksualitas tampa moral. Dan kata Grafh yang berarti kitab atau kumpulan tulisan. Dari pengertian secara harfiah diatas kemudian kedua kata ini dirangkaian dalam kata pornografi (bahasa Indonesia) yang berarti penggambaran tentang seksualitas yang tak bermoral, baik berupa tulisan maupun secara lisan.
Pornografi online. Dalam UU No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi: “Pornografi didefinisikan sebagai sebuah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
Dihubungkan dengan pornografi online, maka dapat kita menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud pornografi online itu adalah mengupload, memposting atau mempublikasikan kedalam media internet sesuatu yang berbau pornografi baik berupa tulisan, gambar, suara yang animasi untuk dipublikasikan secara online dan bebas untuk diakses secara publik.
Nah timbul pertanyaan, gimana kalo umpama kita memposting secara online tulisan, suara, gambar atau animasi yang agak-agak mengandung pornografi, namun untuk kesehatan, pendidikan atau budaya misalnya?. Jawabannya sah-sah saja memposting sepanjang benar demi kesehatan, pendidikan, budaya atau lain-lain yang bersifat urgent dan mempunyai pengarau positif. UU juga memberikan kelonggaran koq. Seperti yang tertulis dalam Bab II  Pasal 14 yang berbunyi: “Pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan materi seksualitas dapat dilakukan untuk kepentingan dan memiliki nilai: a.seni dan budaya; b.adat istiadat; dan c.ritual tradisional” dan dalam Pasal 15 yang berbunyi; “Ketentuan mengenai syarat dan tata cara perizinan pembuatan, penyebarluasan, dan penggunaan produk pornografi untuk tujuan dan kepentingan pendidikan dan pelayanan kesehatan dan pelaksanaan ketentuan Pasal 13 diatur dengan Peraturan Pemerintah.”
Okk….itu sedikit tentang pornografi online, jadi intinya pornografi dalam bentuk apapun dilarang secara tegas untuk di publish di media online kecuali jika memuat hal-hal yang bermanfaat untuk pendidikan, kesehatan, budaya, adat istiadat atau rituil tradisional. Jadi sudah sepantasnya kita sebagai blogger menciftakan suatu media yang sehat dan bebas pornografi, demi untuk kebermanfaatan oleh semua pihak, terutama generasi muda Indonesia. Mari kita galakkan internet sehat yang bebas pornografi. “say no to Porn”.