ORGANISASI KRIS MUDA MANDAR

Organisasi KRIS Muda Mandar – Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang diproklamasikan oleh Soekarno – Hatta di pegangsaan timur, Jakarta, segera diketahui oleh para pemuda di Mandar. Di Balanipa, berita proklamasi diterima oleh Ibu Andi Depu dan RA. Daud pada hari mingg 19 Agusts 1945 melalui Mysta taico, kapten AD Jepang untuk daerah Afdeling mandar. Di majene, ibukota afdeling mandar, berita proklamasi diterima melali siaran radio Australia dalam bahasa Inggris dan Belanda, kemudian menyusul siaran dalam bahasa Arab dari radio di Kairo.

Hal yang menarik adalah munculnya gerakan-gerakan spontanitas rakyat dalam menyambut proklamasi tersebut. Proklamasi merupakan tonggaksejarah bagi bangsa Indonesia yang ingin lepas dari belenggu penjajahan. Di afdeling Mandar terlihat pengibaran sang merah putih dibeberapa tempat, diantaranya di Majene, Balangnipa, Campalagian, Polewali, pamboang dan mamuju.
Perampasan senjata Jepang terjadi di Matangnga dan Tompotora (Mamuju). Di pambusuang terjadi peristiwa pembunuhan terhadap tentara Nippon yang tidak mau menyerahkan senjatanya.
Untuk mengerahkan dan mengkoordinasikan semangat spontanitas rakyat Mandar, pada tanggal 21 Agustus 1945, RA. Daud dan AR. Tamma mempelopori berdirinya badan pergerakan KRIS Muda. KRIS Muda adalah lanjutan dari organisasi Islam Muda yang berdiri di Campalagian menjelang berakhirnya kekuasaan Nippon di Indonesia.
Adapun susunan pengurus KRIS Muda:
>> Ketua: RA. Daud
>> Wakil ketua: AR. Tamma
>> Sekretaris: Lappas Bali
>> Bendahara: S. Husen Alwy
>> Wakil bendahara: Adb. Razak
>> Anggota: Amin Badawi dan St. Ruwaedah.