KOPI MEMANG MANTAP

Kopi Memang Mantap - Segelas Kopi membuat kita betah memelototin layar laptop/PC sampai larut malam. Itulah salah satu manfaat yang namanya kopi, disamping itu kopi memang terasa nikmat dihirup bersama sebatang rokok. Terlepas dari dampak “negatif’ yang ditimbulkannya, kopi akan tetap nikmat. Mulai dari kopi yang dihidangkan secara tradisional sampai kopi yang dihidangkan di kafe-kafe bergensi dengan aneka nama keren.

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.
Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta.
Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu. Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya (Referensi:wikipedia)
Jika kita telususri sejarah kopi, maka diketahui bahwa kopi pertama kali dibuat di Yaman pada sekitar abad ke-9. Pada awalnya kopi membantu kaum sufi tetap terjaga ibadah larut malam (mantap… sekarang kopi digunakan agar kitasanggup begadang dalam onlinexixixixi). Kemudian dibawa ke Kairo oleh sekelompok pelajat yang kemudian kopi disukai oleh seluruh kerajaan. Pada abad ke-13 kopi menyeberang ke Turki, tetapi baru pada abad ke-16 ketika kacang mulai direbus di Eropa, kopi dibawa ke Italia oleh pedagang Venesia.
Meski di seluruh dunia ada sekitar 70 spesies pohon kopi, dari yang berukuran seperti semak belukar hingga pohon dengan tinggi 12 meter, namun hanya ada dua spesies pohon kopi yang secara umum dikenal untuk diproduksi sebagai produk kopi. Kedua spesies ini digunakan untuk produksi sekitar 98 persen produksi kopi dunia. Apa sajakah itu? Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopiCoffea arabica. Kopi jenis ini yang paling banyak diproduksi, yaitu sekitar lebih dari 60 persen produksi kopi dunia. Kopi arabika dari spesies Coffea arabicamenghasilkan jenis kopi yang terbaik. Pohon spesies ini biasanya tumbuh di daerah dataran tinggi. Tinggi pohon kopi ini antara 4 hingga 6 meter. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 44 kromosom.
Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai Kopi Robusta. Tinggi pohon Coffea canephora mencapai 12 meter dan dapat ditanam di daerah yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Kopi robusta biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. Kopi robusta memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi, rasanya lebih netral, serta aroma kopi yang lebih kuat. Kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen serta memiliki jumlah kromosom sebanyak 22 kromosom. Produksi kopi robusta saat ini mencapai sepertiga produksi kopi seluruh dunia.
Nah khusus yang bermukim di Sulawesi Selatan, ada kopi yang terkenal kwalitasnya, yakni kopi Toraja.
Satu lagi kopi nusantara hinggap di dapur. Kali ini saya mencoba kopi toraja, kopinya Sulawesi. Kopi ini termasuk yang paling mudah didapat dibandingkan dengan jenis kopi yang lain. Karena saya sering melihat kemasan kopi ini dijual di supermarket. Ketika berbelanja, saya pun tertarik untuk mencoba kopi khas Sulawesi Selatan ini.
Kopi toraja adalah kopi yang memiliki kandungan asam rendah dan memiliki body yang berat. Kopi ini juga dikenal dengan kopi celebes kalossi, yang diambil dari nama kolonial Belanda untuk salah satu daerah di Sulawesi. Kopi ini termasuk ke dalam jenis kopi arabica. Profil kopi toraja mirip dengan kopi Sumatera. Biasanya orang mencari kopi ini karena body yang berat dan rasa yang tidak asam. Sebagian orang bilang, kopi Sulawesi dan kopi Sumatera memiliki rasa khas yang serupa, seperti rasa tanah dan hutan (sulit membayangkan bagaimana rasanya). Rasa tersebut muncul karena terpengaruh pemrosesan setelah biji kopi dipetik. (Referensi: www.sweetmarias.com)
Nah itulah sekilas cerita tentang kopi. Meskipun saat ini muncul minuman-minuman yang bermacam-macam, nikmatnya kopi belum tergantikan, apalagi kopi dengan olahan tradisional. Mantap bang Kopinya.