ADA APA DENGAN VALENTINE

Ada Apa dengan Valentine – Setiap tanggal 14 Februari, masyarakat Indonesia, khususnya remaja-remajanya  selalu hanyut dalam sebuah perayaan “Kasih Sayang” dimana pada saat-saat itu mereka merayakan dengan bernuasa warna pink dan juga taburan coklat. Ada apa dengan valentine. Nak tanggal 14 Februari adalah hari Valentine, atau hari kasih sayang sedunia.
Ada apa dengan valentine. Hari Valentine sendiri  adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.
Ada apa dengan valentine. Sejarah valentine berawal dari sebuah kisah. Konon katanya Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
Ada apa dengan valentine. Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya.
Ada apa dengan valentine. Berawal dari kisah itu, maka perayaan valentine menyebar atau menglobal ke seluruh sekat-sekat dunia, termasuk di Indonesia. Dan sampai sekarang ini, khususnya remaja-remaja yang lagi terkena virus-virus cinta getol merayakan hari kasih sayang ini. dan seiring dengan meriahnya perayaan hari valentine maka bermunculan pula pendapat tentang pro kontra perayaan hari valentine. Terlepas dari perdebatan pro-kontra valentine itu, maka saya berpendapat bahwa hari valentine sah-sah saja dirayakan oleh orang Indonesia, sepanjang dalam perayaan itu betul-betul dihiasi dengan kasih sayang, bukankah semua agama itu menganjurkan kasih sayang kepada semua manusia?. Yang salah jika dalam perayaan hari valentine itu berbuat hal-hal yang melanggar adat atau hukum-hukum agama, misalnya kerap terjadi “perzinahan” pada hari valentine dengan alasan konyol, menyerahkan keperawanan kepada kekasihnya demi hari valentine.. nah itulah yang sangat salah dalam perayaan valentine.
Ada apa dengan valentine. Akhirnya marilah kita menyikapi hari valentine dengan tidak menghiasinya dengan nuansa warna pink dan limpahan coklat senagai simbol kasih sayang, tapi marilah kita menumpahkan kasih saayang kita kepada sesama, dengan menghormati dam membantu sesama. Niscaya hari valentine akan benar-benar bermanfaat :D.