Partai Politik Peserta Pemilu 1999

Partai Politik Peserta Pemilu 1999 Pemilu tahun 1999 merupakan pemilihan umum pertama yang dilaksanakan pada masa Reformasi, pemilu ini terlaksana pada tanggal 7 Juni 1999. Pemilu yang baru atau dipercepat segera dilaksanakan, sehingga hasil-hasil Pemilu 1997 segera diganti. Kemudian ternyata bahwa Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie. Pada saat itu untuk sebagian alasan diadakannya Pemilu adalah untuk memperoleh pengakuan atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Hal ini kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Sidang Umum MPR untuk memilih presiden dan wakil presiden yang baru.
Ini berarti bahwa dengan pemilu dipercepat, yang terjadi bukan hanya bakal digantinya keanggotaan DPR dan MPR sebelum selesai masa kerjanya, tetapi Presiden Habibie sendiri memangkas masa jabatannya yang seharusnya berlangsung sampai tahun 2003, suatu kebijakan dari seorang presiden yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebelum menyelenggarakan Pemilu yang dipercepat itu, pemerintah mengajukan RUU tentang Partai Politik, RUU tentang Pemilu dan RUU tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD. Ketiga draft UU ini disiapkan oleh sebuah tim Depdagri, yang disebut Tim 7, yang diketuai oleh Prof. Dr. M. Ryaas Rasyid (Rektor IIP Depdagri, Jakarta).
Setelah RUU disetujui DPR dan disahkan menjadi UU, presiden membentuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang anggota-anggotanya adalah wakil dari partai politik dan wakil dari pemerintah. Satu hal yang secara sangat menonjol membedakan Pemilu 1999 dengan Pemilu-pemilu sebelumnya sejak Pemilu 1971 adalah Pemilu 1999 ini diikuti oleh banyak sekali peserta. Ini dimungkinkan karena adanya kebebasan untuk mendirikan partai politik. Peserta Pemilu kali ini adalah 48 partai. Ini sudah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah partai yang ada dan terdaftar di Departemen Kehakiman dan HAM, yakni 141 partai.
Dalam sejarah Indonesia tercatat, bahwa setelah pemerintahan Perdana Menteri Burhanuddin Harahap, pemerintahan Reformasi inilah yang mampu menyelenggarakan pemilu lebih cepat setelah proses alih kekuasaan. Burhanuddin Harahap berhasil menyelenggarakan pemilu hanya sebulan setelah menjadi Perdana Menteri menggantikan Ali Sastroamidjojo, meski persiapan-persiapannya sudah dijalankan juga oleh pemerintahan sebelum-nya. Habibie menyelenggarakan pemilu setelah 13 bulan sejak ia naik ke kekuasaan, meski persoalan yang dihadapi Indonesia bukan hanya krisis politik, tetapi yang lebih parah adalah krisis ekonomi, sosial dan penegakan hukum serta tekanan internasional.
Parpol peserta pemilu 1999
Pemilu 1999 diikuti oleh 48 partai politik, antara lain:
  • Partai Indonesia Baru
  • Partai Kristen Nasional Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia
  • Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  • Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  • Partai Ummat Islam
  • Partai Kebangkitan Umat
  • Partai Masyumi Baru
  • Partai Persatuan Pembangunan
  • Partai Syarikat Islam indonesia
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • Partai Abul Yatama
  • Partai Kebangsaan Merdeka
  • Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  • Partai Amanat Nasional
  • Partai Rakyat Demokrat
  • Partai Syarikat Islam Indonesia – 1905
  • Partai Katolik Demokrat
  • Partai Pilihan Rakyat
  • Partai Rakyat Indonesia
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  • Partai Bulan Bintang
  • Partai Solidaritas Pekerja
  • Partai Keadilan
  • Partai Nahdlatul Ummat
  • Partai Nasional Indonesia – Front Marhaenis
  • Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Partai Republik
  • Partai Islam Demokrat
  • Partai Nasional Indonesia – Massa Marhaen
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Partai Golongan Karya
  • Partai Persatuan
  • Partai Kebangkitan Bangsa
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia
  • Partai Buruh Nasional
  • Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  • Partai Daulat Rakyat
  • Partai Cinta Damai
  • Partai Keadilan dan Persatuan
  • Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  • Partai Nasional Bangsa Indonesia
  • Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia
  • Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  • Partai Nasional Demokrat
  • Partai Umat Muslimin Indonesia
  • Partai Pekerja Indonesia.
Hasil Pemilu 1999
Meskipun masa persiapannya tergolong singkat, pelaksanaan pemungutan suara pada Pemilu 1999 ini bisa dilakukan sesuai jadwal, yakni tanggal 7 Juni 1999. Tidak seperti yang diprediksikan dan dikhawatirkan banyak pihak sebelumnya, ternyata Pemilu 1999 bisa terlaksana dengan damai, tanpa ada kekacauan yang berarti. Hanya di beberapa Daerah Tingkat II di Sumatera Utara yang pelaksanaan pemungutan suaranya terpaksa diundur suara satu pekan. Itu pun karena adanya keterlambatan atas datangnya perlengkapan pemungutan suara.