XL MEMIMPIN PASAR INDUSTRI TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA



XL Pimpin Pertumbuhan Industri Seluler Tanah Air
Operator seluler PT XL Axiata Tbk., meraih pendapatan Rp13 triliun selama Januari-September 2010 dan memimpin pertumbuhan industri telekomunikasi di tanah air.

"Kami memiliki pertumbuhan pendapatan maupun penambahan jumlah pelanggan yang sangat signifikan hingga September 2010," kata Direktur Utama XL Axiata, Hasnul Suhaimi, di Jakarta, Kamis.

Pada laporan keuangan XL triwulan III 2010, pendapatan usaha perseroan mencapai Rp13 triliun, melonjak 32 persen dibanding periode sama 2009.

Saat yang sama, XL secara spektakuler juga mampu mendulang laba bersih hingga Rp2,1 triliun.

Sementara jumlah pelanggan XL, hingga September 2010 tercatat sebanyak 38,5 juta nomor, melonjak 44 persen dibanding periode sama tahun 2009.

Padahal angka 38 juta nomor merupakan target yang dipatok perseroan untuk satu tahun penuh 2010.

"Pada triwulan III ini, kami fokus pada penambahan jumlah pelanggan. Tidak hanya menawarkan tarif terjangkau, kami juga memperhatikan kepuasan pelanggan atas produk-produk kami," ujar Hasnul.

Performa keuangan XL pada kuartal III 2010 ini, dinilai pengamat telekomunikasi sebagai yang terbaik dibanding pencapaian dua kompetitor lainnya, Indosat dan Telkomsel.

Berdasarkan laporan keuangan operator yang dipublikasi ke Bursa Efek Indonesia, pada kuartal III 2010 pertumbuhan pendapatan Indosat hanya 16,6 persen, sedangkan pendapatan Telkomsel hanya mampu tumbuh 2,6 persen.

Angka pertumbuhan pendapatan kedua operator ini jauh lebih kecil ketimbang yang diraih XL.

Pendapatan seluler Indosat mencapai Rp11,914 triliun, sementara XL memperoleh pendapatan sebesar Rp13 triliun rupiah.

Pada pos laba bersih, XL mampu membukukan kenaikan 73 persen menjadi Rp2,1 triliun. Pada saat yang sama, Indosat hanya mencatat laba Rp530,9 miliar.

Dari sisi kapitalisasi pasar, kedua perusahaan terbuka tersebut, Indosat mencatat Rp32,6 triliun, jauh lebih kecil dibanding XL dengan kapitalisasi pasar Rp48,5 triliun.

Gantikan Indosat
Merujuk pada performa yang diraih XL itu, praktisi telematika, Suryatin Setiawan, mengatakan perusahaan ini akan segera menggantikan Indosat di posisi nomor dua.

"Indosat belum kelihatan akan agresif berinvestasi. Sementara XL secara ratio `gearing dan interest cover` (likuiditas/insolvency ratios) terlihat lebih baik ketimbang Indosat," ujar Suryatin.

Sementara itu, pengamat telekomunikasi, Guntur Siboro, menuturkan, Indosat belum banyak melakukan perbaikan jaringan.

"XL memiliki kinerja lebih bagus. Sementara itu, kinerja Indosat kurang bagus, sedangkan Telkomsel kurang gemilang meski dari size absolut pertumbuhannya masih tinggi," ujar Guntur. (antaranews.com).