TAHI AYAM TERMAHAL

Koperasi Surya Amanah di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Jatim, yang mengelola ternak ayam potong, mengembangkan kotoran ayam menjadi pupuk organik.

"Kami tertarik mengembangkan kotoran ayam menjadi pupuk organik, sebab prospeknya bagus, mulai dibutuhkan masyarakat," kata Ketua Koperasi Surya Amanah Desa Sambongrejo, Kecamatan Sumberrejo, Supatmo, Jumat (26/11/2010). 
Kelompok ternak ayam di koperasinya tersebut, berdiri setahun lalu dan baru akan panen keempat kalinya dengan jumlah 15.000 ekor ayam potong. 

Sebelum itu, kotoran ayam yang bercampur dengan brambut atau kulit padi tersebut, dibagikan kepada masyarakat. 

Diperkirakan, jumlah kotoran ayam yang bercampur brambut tersebut, setelah dikumpulkan mendapatkan 800 sak atau sekitar dua ton. 

Pada panen keempat ini, kotoran ayam bercampur dengan brambut tersebut mulai diproses menjadi pupuk organik, dengan mencampur kotoran sapi dengan perbandingan 2 kotoran ayam dan 1 kotoran sapi, ditambah zat untuk fermentasi Efektif Mikroorganisme (EM) 4. 

Selain itu, komposisi kotoran ayam dan sapi tersebut, diberi kapur selanjutnya ditutup dengan plastik dengan waktu sekitar sepekan. Setelah diaduk, jadilah pupuk organik kotoran ayam. 

"Di penjual pupuk di Bojonegoro, ada dijual pupuk organik kotoran ayam, ternyata didatangkan dari Ngawi, dengan harga Rp 500/kg," katanya menjelaskan. 

Supatmo mengaku, dalam memasarkan pupuk organik kotoran ayam tersebut, ke masyarakat di sekitar lokasi peternakan, juga anggota koperasi yang jumlahnya sekitar 200 orang. Pembeli bisa mememanfaatkan pupuk organik tersebut terlebih dahulu dan membayar setelah panen. 

"Kami optimis kalau pemakai pupuk kami, hasil tanamannya bagus, kemungkinan bersedia membayar," katanya dengan nada mantap. 

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bojonegoro, Bambang Suharno menyambut baik, dikembangkannya kotoran ayam menjadi pupuk organik. 

Sebab, selama ini, di Bojonegoro, dengan jumlah 20 lebih peternakan ayam potong modern sistim blower, yang populasi ayamnya sekali panen satu juta ekor, belum ada yang memproses menjadi pupuk organik. 

Hanya saja, hampir semuanya kotoran ayam yang dihasilkan sudah dimanfaatkan masyarakat di sekitar peternakan. 

"Termasuk di peternakan saya, setelah panen kotorannya diambil masyarakat, untuk dimanfaatkan menjadi pupuk organik, tanpa diproses," ucapnya.(TRIBUN TIMUR)