PROFIL PENERBIT ININNAWA

Dunia penerbitan masih banyak terpusat di Pulau Jawa. Alhasil untuk membuat buku, penulis harus mampu mengakses penerbitan yang banyak terdapat di kota-kota besar semacam Jakarta, Bandung, atau Jogjakarta. Padahal Sementara kota di luar Jawa pun sangat dinamis manusia dan budayanya. Untuk kebutuhan inilah Penerbit Ininnawa hadir. 


Berangkat dari komunitas literasi Ininnawa, yang memiliki perpustakaan berkonsep kafe dan sarat dengan kegiatan literasi, sejak 2004 lalu penerbit ini resmi berdiri sebagai bagian dari kerja Komunitas Ininnawa. Komunitas Ininnawa sendiri  memulai kerja-kerja literasi sejak tahun 2000. Debut pertama Penerbit Ininnawa adalah lewat buku Warisan Arung Palakka: Sejarah Sulawesi Selatan Abad ke-17 (April 2004). Lalu menyusul Jagad Maritim,  Perkawinan Bugis, Kuasa dan Usaha di Sulawesi Selatan, Kekuasaan Raja, Syekh, dan Ambtenar, serta buku lain. 
“Fokus terbitan Ininnawa adalah budaya di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Tapi naskah-naskah fiksi juga kami terbitkan. Beberapa yang sudah terbit umumnya adalah naskah tentang kebudayaan. Naskah demikian selain dari hasil peneliti lokal juga hasil peneliti asing tentang Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang kemudian diterjemahkan,” ujar Anwar J. Rahman, Direktur Penerbit Ininnawa. Beberapa buku fiksi yang telah terbit antara lain adalah Kupu-kupu dalam Kotak Kaca (antologi cerpen),Perempuan yang Mencintai Still Got the Blues (antologi cerpen), Sajak dengan Huruf Tak Cukup (antologi puisi), Hujan Rintih-rintih (antologi puisi), dan sebagainya. 



Meskipun berasal dari komunitas yang semula tak berorientasi profit semata, Penerbit Ininnawa berusaha tumbuh menjadi penerbit professional. Proses penerbitan buku sama dengan penerbit lain pada umumnya. Royalti untuk penulis berkisar 10 persen. Untuk penerbitan pertama masih sekitar seribu eksemplar terlebih dulu. Meski demikian banyak juga buku yang mencapai cetakan tiga karena respon yang sangat positif. “Royalti di Ininnawa kisarannya 10 persen dan juga sesuai kesepakan bersama. Bisa jadi jumlahnya berbeda nanti,” tambah Anwar. 

Untuk penulis di luar Sulawesi, Penerbit Ininnawa membuka pintu seluasnya menerbitkan naskah mereka. Hanya saja yang patut diperhatikan Ininnawa berkonsentrasi pada bidang sosial, budaya, dan sastra. 


“Untuk fiksi saya kira semua cocok, kecuali mungkin yang sifatnya teenlit1. Kami lebih mengedepankan naskah-naskah yg lebih memiliki visi pendidikan dan pengembangan ilmu pebgetahuan. Selain itu juga mengerjakan penerjemahan naskah.” Proses selanjutnya, penerbitan konsep buku sampai lay out buku penerbit ini lebih banyak mengedepankan diskusi dengan penulisnya untuk kedalaman naskah. 
Bagi kamu yang ingin mendapatkan buku-buku Penerbit Ininnawa bisa mencari di toko buku Gramedia dan toko buku lokal di Sulawesi. Tersedia juga di www.bukukita.com, dan jaringan penerbit Insist Press. Jika tertarik menerbitkan karyamu, maka bisa menghubungi alamat dibawah ini
Penerbit Ininnawa
Jalan Abdullah Daeng Sirua No 192E, Makassar 90234. 
Telp./Fax 0411 433775. 
Emai: penerbitininnawa@gmail.com 
Website:  www.ininnawa.com | www.ininnawaonline.tk