PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN INDONESIA (I)

Ø  Pada tanggal 16 September 1945 rombongan sekutu mendarat di Tanjung Priok Jakarta dengan menggunakan kapal Cumberland. Rombongan ini dipimpin oleh Laksamana Muda W.R. Patterson, dalam rombongan ini ikut pula C.H.O. Van der Plas yang mewakili Dr. HJ. Van Mook, kepala NICA. Sekutu menugaskan sebuah komando khusus untuk mengurus Indonesia dengan nama Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Komando khusus ini dipimpin oleh Letjen Sir Philip Christison. AFNEI mulai mendaratkan pasukannya di Jakarta pada tanggsl 29 september 1945. Tugas AFNEI di Indonesia:

o  Menerima penyerahan kekuasaan dari tangan Indonesia
o  Membebaskan para tawanan perang dan interniran Sekutu
o  Melucuti dan memulangkan tentara Jepang
o  Memulihkan keamanan dan ketertiban
o  Mencari dan mengadili para penjahat perang
Ø  Pertempuran Surabaya (10 Nopember 1945)
Pertempuran disebabkan oleh adanya ultimatum dari pihak Sekutu yang isinya para pemuda dan pejuang harus menyerahkan senjatanya, rakyat marah menyebabkan Pimpinan pasukan Inggris Mallaby tewas di tangan pejuang. Pada tanggal 10 Nopember 1945  terjadi pertempuran yang sangat dahsyat, yang kemudian dikenal sebagai hari pahlawan nasional.pihak Indonesia dipimpin oleh sutomo (Bung Tomo).
Ø  Pertempuran Ambarawa – Magelang (20 Nopember-15 Desember 1945)
Pertempuran ini terjadi antara pasukan TKR dengan Sekutu/Inggris. Mulanya pihak Indonesia memperkenankan pasukan Sekutu untuk mengurus tawanan perang Belanda yang berada di Penjara Ambarawa dan Magelang, akan tetapi kedatangan sekutu diboncengi oleh NICA (Nederland Indische Civil Administration) yang kemudian mempersenjatai tawanan Belanda tersebut. Akhirnya pasukan Sekutu terdesak dan menyingkir ke Semarang.
Ø  Pertempuran Medan Area (1 Desember 1945)
Pada tanggal 9 Nopember 1945 pasukan Sekutu yang diboncengi NICA dibawah pimpinan Brigjen TED Kelly mendarat di Sumut, pihak RI memperkenankan mereka masuk. Tapi pada tanggal 13 Oktober 1945 di sebuah Hotel di Jalan Bali Medan terjadi insiden yakni salah seorang pasukan Sekutu merampas dan menginjak-injak lencana merah putih, akibatnya hotel itu diserang dan dirusak oleh kalangan Pemuda RI. Pada tanggal 18 Oktober 1945, pimpinan Sekutu Kelly mengeluarkan ultimatum agar para pemuda menyerahkan senjatanya, ultimatum ini semakin memperkeruh suasana, terjadilah pertempuran sengit antara TKR dan Sekutu, pada bulan April 1946, sekutu berhasil menduduki kota Medan
Ø  Bandung Lautan Api(24 Maret 1946)
Pasukan sekutu Inggris menduduki kota Bandung pertengahan Oktober 1945, menjelang Nopember 1945 pasukan sekutu melakukan terror di Bandung, pasukan sekutu/Gurkhha dimanfaatkan oleh NICa untuk mengembalikan kekuasaan Belanda di Bandung.. Untuk meredakan ketegangan diadakanlah perundingan antara pihak RI dengan Sekutu yang menghasilkan kesepakatan tentang pembagian kota Bandung, sekutu menduduki Bandung bagian Utara dan RI menguasai bandung bagian Selatan, ketegangan mulai memanas lagi ketika bendungan sungai Cikapundung jebol menyebabkan banjir besar dalam kota. Meskipun pihak RI telah mengosongkan Bandung bagian Utara tetapi Sekutu menuntut pengosongan sejauh 11 KM, hal itu menyebabkan rakyat bandung marah mereka kemudian membumi hanguskan Bandung bagian Selatan. Bandung terbakar hebat mulai dari batas timur Cicadas sampai batas barat Andir.
Ø  Pertempuran Margarana (20 Nopember 1946)
Pada tanggal 2-3 Maret 1946 sekitar 2 ribu pasukan Belanda mendarat di Bali. Pada tanggal 10 Nopember 1946 Lekol I Gusti Ngurah Rai beserta pasukannya menyerang markas Belanda yang ada di Tabanan, pasukan Ngurah Rai mencapai kemenangan. Ngurah Rai kemudian memusatkan pasukannya di desa Margarana. Akibat kekalahannya,pada tanggal 20 Nopember 1946 Belanda mengerahkan seluruh kekuatannya ke Bali. Markas Ngurah Rai di Margarana diserang secara tiba-tiba, dalam perang sengit tersebut Ngurah Rai menyerukan perang Puputan (perang habis-habisan). Ngurah Rai beserta seluruh pasukannya tewas dalam pertempuran tersebut.
Ø  Perjanjian Linggarjati (10 Nopember 1946)
Perlawanan hebat dari rakyat dan para pemuda Indonesia untuk mempertahankan Kemerdekaan menyebabkan Inggris menarik suatu kesimpulan bahwa sengketa IRI dengan Belanda tidak mungkin diselesaikan dengan kekuatan senjata, melainkan dengan cara damai atau perundingan. Untuk menyelesaikan pertikaian tersebut akhirnya pada tanggal 10 Nopember 1946 diadakan perundingan di Linggarjati Jawa Barat . isi perjanjian Linggarjati yakni: pemerintah RI dan Belanda bersama-sama membentuk Negara federasi bernama Negara Indonesia Serikat; NIS terikat dalam ikatan kerja sama dengan kerajaan Belanda, dengan wadah Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.  Meskipun terjadi pro-kontra dengan isi perjanjian ini, akhirnya pada tanggal 25 maret 1947 pihak RI menyetujui perjanjian ini.***