MASUKNYA AGAMA DAN KEBUDAYAAN HINDU-BUDDHA KE NUSANTARA


Ø Kata Hindu berasal dari bahasa Persia yang berarti Sungai. Sejak dulu orang-orang Persia menjuluki penduduk di lembah sungai Indus sebagai bangsa Hindu.
Ø Kelahiran Hindu berawal dari kedatangan bangsa Arya ke Jazirah India sejak tahun 1500 SM yang telah didiami oleh bangsa Dravida (Dasas=gelap). Dan disinilah terjadi asimilasi yang menghasilkan kebudayaan Veda.
Ø Untuk mempertahankan otoritas bangsa, Arya berupaya menjaga kemurnian ras. Mereka melarang perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Untuk tujuan itu, bangsa Arya menetapkan sisitem kasta dlam masyarakat.
Ø Di India kasta disebut varna atau warna, karena tiap kasta diwakili warna tertentu, putih=brahmana, merah=ksatria, kuning=waisya, biru=sudra.
Ø Dewa-dewa agama Hindu, Trimurti: Brahma=pencipta, Wisnu=pelindung, Siwa=perusak; Indra=Guntur; Agni=api; Surya=matahari, Baruna=air; Bayu=angin; Pertiwi=bumi; Saraswati=dewi pengetahuan dan seni); Laksmi=keberuntungan; Ganesha=pengetahuan.
Ø Teori masuknya agama Huindu di Nusantara:
v Brahmana (van Leur)
v Ksatria (CC. Berg)
v Waisya (NJ. Krom)
v Sudra
v Arus Balik ( FDK Bosch): orang-orang Nusantara datang ke India belajar agama Hindu,baru mereka kembali ke Nusantara menyebarkan Hindu.
Ø Candi (Candikagrha):kediamanan Candika=Dewi Durga/Maut. Bagian Candi:
1.    Bhurloka: dunia yang masih dikuasai oleh hal-hal yang bersifat duniawi;
2.    Bhuvarloka: dunia yang sudah dimurnikan dari hal-hal keduniawian/pertapa;
3.    Svarloka: dunia para dewa.
Stupa: Andah, Yanthra, Cakra.
·           Corak Jateng bag. Selatan: Kalasan, Borobudur, Mendut, Prambanan.
Feodal: ada satu yang besar dikelilingi oleh bagian yang kecil
·           Corak Jateng bag. Utara: Canggal, Gedongsongo, Dieng
Demokratis: sama besar dan sama tinggi.
·           Corak Jatim: Badut, Jago, Jawi.
Federal: bagian besar berada dibelakang yang kecil untuk mempersatukannya
Ø Agama Buddha lahir karena adanya reaksi  terhadap agama Hindu yang punya tingkatan dalam masyarakat.
Ø Buddha; Sidharta Gautama adalah pangeran dari golongan Ksatria yang melihat penderitaan didalam kehidupan masyarakatnya. Sidharta kemudian bertapa dibawa pohon bodi didesa gaya, tepi sungai gangga. Dan kemudian menjadi sang Buddha(yang diterangi).
Ø Ajaran Buddha (dalam tripitaka/kitab suci) yang berisi 4 kebenaran dan 8 jalan kebenaran.
4 kebenaran:
1.    Hidup ditandai dengan penderitaan(Dukha);
2.    Dukha bersumber dari dosa dalam masyarakat;
3.    Dukha dapat dihentikan untuk mencapai Nirwana;
4.   Ada 8 jalan kebenaran untuk mencapai Nirwana.
Ø Pengikut Buddha:
Bikkhu(pendeta laki-laki) dan Bikkhuni(pendeta perempuan) yang tergabung dalam suatu komunitas yang disebut Sanggha. Pengikut Sanggha disebut umat. Ajaran Buddha disebut Dharma.
Ø Kerajaan Buddha di Indonesia: Kalingga, Melayu, Dinasti Syailendra.
Ø Kerajaan Hindu di Indonesia: Kutai, Tarumanegara, Mataram, Medang Kamulan, Sriwijaya, Kediri, Singashari, Majapahit, Bali, Pajajaran.