KELEDAI PEMBAWA GARAM

Pada suatu hari di musim panas, tampak seekor keledai berjalan di pegunungan. Keledai itu membawa beberapa karung berisi garam dipunggungnya. Karungnya itu sangat berat, sementara matahari bersinar dengan terik.
“aduh panas sekali, sepertinya aku sudah tidakkuat lagi berjalan” kata Keledai.
Didepan sana nampaknya ada sebuah sungai. “ah ada sungai lebih baik berhenti sebentar”, kata keledai dengan gembira. Tampa berfikir panjang, ia masuk kedalam sungai itu.
“byur….keledai itu terpeleset dan kecebur. Ia berusaha berdiri kembali, tetapi tidak berhasil. Lama sekali keledai itu berusaha berdiri. Anehnya semakin lama berada dalam air, semakin ringan beban dipunggungya. Akhirnya keledai itu berdiri lagi.
“ ya ampun, garamnya habis” kata tuannya dengan marah. ‘ maaf tuan… garamnya larut di dalam air’ kata keledai.
Beberapa hari kemudian, keledai itu mendapat tugas lagi membawa garam, sperti biasa  ia harusberjalan melewati pegunungan bersama tuannya.
“ tak lama lagi didepan sana ada sungai didepan sana” kata keledai dalam hati.
Ketika berjalan menyeberangi sungai, keledai menjatuhkan diri dengan sengaja. Byuurrrr… tentu saja garamnya larut dalam air, bebannya menjadi ringan. “ asyik jadi ringan’ kata keledai dalam hati.
Mengetahui keledai melakukan hal itu dengan sengaja, tuannya menjadi berang. “ dasar keledai malas” kata tuannya dengan geram.
Keesokan harinya, keledai mendapat tugas membawa kapas, sekali lagi ia berjalan melewati pegunungan. Ketika sampai disungai lagi-lagi keledai menjatuhkan diri. Byuurrr… akan tetapi apa yang terjadi???? Muatannya menjadi berat Sekali, rupanya kapas itu menyerap air dan menjadi seberat batu.
Keledai yang malas berjalan sempoyongan dibawah terik matahari sambil membawa beban berat di punggungnya.***
Oleh : Herawati / Kelas X SMA Negeri 1 Tompobulu Kabupaten Maros