4 Penyebab Perang Mulut Dengan Pasangan

 Tidak peduli berapa besar cinta Anda pada pasangan, kerikil-kerikil kecil dalam perjalanan cinta bisa jadi penyebab keretakan rumah tangga. Namun, bukan berarti datangnya masalah dapat langsung menghancurkan perkawinan Anda berdua.
Jika bisa mengatasinya, cobaan yang datang justru bisa memperkokoh hubungan cinta Anda dan pasangan. Anda perlu menyadari, ada 4 pemicu konflik dalam pernikahan, seperti dikutip dari laman methodsofhealing.com. Kenali solusi mencegah dan menghindari perang mulut dengan pasangan: 
1. Uang 
Uang menjadi isu masalah sangat umum dalam hubungan. Uang yang berlebih, atau kekurangan uang dalam perkawinan mampu menggoyang hubungan Anda dan pasangan. Jika mengalami masalah keuangan yang sulit dipecahkan, cari konseling keuangan untuk menetapkan anggaran, dan berkomitmen menjalani sesuai keputusan bersama. Cara ini dapat mencegah masalah gara-gara uang. 
2. Keharmonisa Rumah tanggga
Anda dan pasangan mungkin saja memiliki mood dalam memberi nafkah bathin  Hati-hati, jika kondisi ini berlangsung terus menerus, bisa mengganggu kehidupan nafkah bathin Anda berdua, yang dapat berujung pada konflik hebat. Untuk memperbaikinya, lakukan komunikasi intens dengan pasangan, dan utarakan keinginan Anda dalam hal memberi nafkah bathin. Jika memiliki masalah, ajak pasangan menemui konsultan  agar kehidupan dalam saling memberi dan menerima nafkah bathin dalam perkawinan menyala kembali. 
3. Anak 
Anak-anak dapat menjadi masalah dalam hubungan pada beberapa tingkat berbeda. Anda mungkin berdebat tentang apakah Anda berdua akan memiliki anak, ketika memiliki mereka, dan bagaimana Anda akan membesarkan mereka. Langkah anak dalam masa pertumbuhannya juga bisa menjadi problem. Segera mencari solusi tepat untuk mengatasi perbedaan dalam masalah anak. Dengan begitu Anda tidak merasa menderita, demikian juga dengan anak.
4. Selisih antar-keluarga 
Memiliki hubungan baik dengan keluarga suami sangat penting. Memiliki keterampilan bergaul dengan keluarga juga bisa membuat hubungan keluarga besar harmonis. Namun, jika terjadi selisih atau masalah dalam keluarga besar, cobalah segera selesaikan agar tak merusak hubungan silaturahmi antar-keluarga.
(sumber: kosmo.vivanews.com/dengan perubahan seperlunya agar tidak vulgar).