TIPS MERAWAT RANTAI BATTERY DAN BUSI PADA MOTOR

Perawatan Rantai 
Demi keamanan pengendara, periksalah selalu kondisi dan setelan rantai sebelum memakai sepeda motor. Pada pelaksanaan pemeriksaan berkala, pada tiap 1.000 km, periksalah kondisi kemungkinan kerusakan rantai berikut ini : 

1. Pin kendor atau terlepas 
2. Mata rantai rusak. 
3. Mata rantai macet atau oblak 
4. Melampaui batas pemakaian atau aus 
5. Setelan rantai tidak tepat. 

Penyetelan Rantai Penggerak 
Setel ketegangan rantai penggerak setiap 1.000 km dengan cara di bawah ini, hingga didapatkan ketegangan 5- 25 mm. 

Perawatan Battery 
Periksalah Battery sepeda motor Anda pada 500 km pertama dan setiap 3000 km selanjutnya. 

Permukaan air accu bisa diperiksa dengan : 
1. Membuka tempat duduk (jok). 
2. Lepas tali pengikat. 
3. Lepaskan baut pengikat battery. 
4. Angkat battery 
5. Lihat permukaannya. 

Permukaan cairan harus selalu diperhatikan agar tetap berada antara garis permukaan atas dengan garis permukaan bawah. Jika permukaan berada pada garis permukaan bawah tambahkan air accu hingga mencapai batas permukaan atas. Jangan sekali-kali memakai air biasa. 

Peringatan : 
- Jangan sekali-kali menambahkan Accu-Zuur, pada saat menambah air accu. 
- Hati-hati, jangan membengkokkan, merusak atau merubah jalannya saluran udara dari accu. Saluran tersebut telah dipasang pada tempat yang benar pada accu dan ujungnya selalu terbuka. 
- Menyambung kabel Accu, kabel warna merah harus disambung ke terminal positif (+) pada Accu dan kabel warna hitam atau hitam bergaris putih ke terminal negatif (-) dari Accu. Bila penyambungannya salah dapat merusak sistim pengisian dan Accu. 

Perawatan Busi 
Periksalah busi 1.000 km pertamadan setiap 3.000 km selanjutnya. Ganti busi setiap 6.000 km 

Mengabaikan perawatan busi akan mengakibatkan mesin sukar dihidupkan dan berkurang tenaganya. 
Bila busi digunakan dalam waktu yang cukup lama, elektroda sedikit demi sedikit akan aus terbakar dan akan terjadi endapan arang di sekitar bagian dalam busi. 
Sesuai jadwal perawatan berkala, busi harus dikeluarkan untuk diperiksa, dibersihkan dan disetel jarak celah busi. 
Penimbunan arang di dalam kepala busi menghalangi percikan bunga api dan mengakibatkan gangguan pembakaran. 
Bersihkan arang busi secara berkala. 

Bila elektroda bagian tengah aus sama sekali, maka busi harus diganti dan celahnya disetel dengan menggunakan alat ukur ketebalan (tickness gauge). 

Tips : 
1. Periksa kondisi pembakaran pada busi. Bila tidak normal ganti sesuai spesifikasi. 
2. Kencangkan busi dalam kepala cylinder sesuai dengan kekencangan yang telah ditentukan.***


Baca Juga: MEMILIH BAN