LAKNAT....DIA MEMBUNUH DARAH DAGING NABI MUHAMMAD SAW


Pertumpahan darah yang pertama dalam Islam karena perebutan kekuasaan terjadi pada masa kekhalifaan Ali Ibn Abi Thalib. Pertama-tama Ali menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan pemberontakan itu adalah Ali tidak mau menghukum para pembunuh Usman Ibn affan, dan mereka menuntut bela terhadap darah Usman yang dipertumpahkan secara zalim. Namun, di balik alasan itu, menurut Ahmad Syalabi, Abdullah Ibn zubai-lah yang menyebabkan terjadinya pemberontakan yang banyak membawa korban tersebut. Dia berambisi besar menduduki kursi kekhalifaan. Untuk itu ia menghasut tante dan ibuh asuhnya, Aisyah, agar memberontak terhadap Ali, dengan harapan Ali tewas dan ia bisa menggantikan posisi Ali tersebut. Dengan tujuan mendapatkan tampuk kekuasan itu pula Muawiyah, gubernur Damaskus, memberontak. Selain banyak menimbulkan korban, Muawiyah berhasil mencapai maksudnya, sementara Ali terbunuh oleh bekas anak buahnya sendiri.
Disinilah cucu kesayangan Nabi SAW di bunuh oleh nafsu-nafsu kekuasaan dan jabatan. Muawiyah naik tahta kekuasaan kekhalifaan berlumur darah dari cucu nabi SAW.  Dan benih-benih nafsu kekuasaan muawiyah itu sampai sekarang masih bercokol di hati dan pikiran para penguasa yang mengutamakan pangkat jabatan dan nafsu kelanggenan harta.
Semoga pemimpin-pemimpin kita luput dari nafsu tersebut, karena kalau tidak. Maka hancurlah negara ini, dan yang ada hanya genangan darah keserakahan dan timbunan air mata kesengsaraan.