KONFLIK HARUS DIATASI

Mendagri: Semua Pihak Bahu-Membahu Atasi Konflik
Jakarta  - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengajak semua pihak untuk bahu-membahu mengatasi sejumlah konflik yang terjadi di Indonesia saat ini.
"Seharusnya bersama-sama kita cari solusi, bergandeng tangan kita, bahu-membahu kita karena ini masalah bangsa," katanya di Jakarta, Kamis, menanggapi sejumlah konflik yang terjadi belakangan ini, seperti kasus kekerasan di Tarakan (Kalimantan Timur) dan Jakarta Selatan.
Ia mengatakan seharusnya semua pihak bersatu untuk mengatasi persoalan ini, bukan kemudian menyalahkan orang atau pihak lain.
Mendagri juga meminta agar semua pihak ikut mendinginkan suasana sehingga konflik tidak semakin meluas.
"Mari bersama-sama mendinginkan masalah, jangan kemudian mengomentari siapa yang salah atau siapa yang dipersalahkan," katanya.
Gamawan mengatakan konflik yang terjadi belakangan ini sangat merugikan masyarakat. Kejadian ini, katanya, akan sangat memengaruhi investasi di daerah dan berdampak pada pembangunan di Indonesia.
"Kerja kita menghabiskan uang untuk menyelesaikan masalah (konflik), bukan untuk membangun," ujarnya.
Sebelumnya, terjadi pertikaian dua kelompok massa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA di Perumahan Juwata Permai, Kota Tarakan, Minggu malam (26/9).
Akibat peristiwa itu, seorang warga yang juga tokoh masyarakat setempat, Abdullah (50), ditemukan tewas.
Seorang warga lainnya yang juga anak korban, terluka dalam peristiwa tersebut. Pada Senin siang (27/9), kelompok yang marah kemudian membakar dua rumah yang diduga milik para pelaku pembunuhan tersebut.
Kondisi di Tarakan dilaporkan terkendali setelah peristiwa itu. Namun, pada Selasa (28/9) malam kembali terjadi insiden dan menyebabkan korban jiwa.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, pada Rabu (29/9) terjadi perkelahian antarkelompok massa yang diduga terkait dengan terdakwa kasus Cafe Blowfish. Perkelahian tersebut terjadi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bentrokan itu menewaskan tiga orang dan melukai sembilan orang lainnya, serta tiga anggota polisi yang terkena peluru nyasar.
Ketiga anggota Polri itu, yakni Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Pol. Gatot Edy Pramono, Ajun Komisaris Lambua, dan Briptu Gerhana (ajudan Kapolrestro Jakarta Selatan). sumber: Yahoo.com
Terkait DISINI