BERKEMBANGNYA ISLAM DI NEGERI ARAB

Islam yang berkembang di Arab dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Kronologi penyebaran dan perkembangan Islam di Arab masa nabi Muhammad sebagai berikut. Muhammad SAW lahir pada tanggal 20 April 571 M di Mekkah, dia merupakan ketrurunan suku Quraisy. Pada 596 M (saat usia 25 tahun), ia menikah dengan Siti Khadijah (janda) yang saat itu berusia 40 Tahun. Tanggal 6 Agustus 610 M, Muhammad mendapatkan wahyu pertamanya setelah ia menyepi di gua Hira. Wahyu pertama tersebut adalah perintah untuk membaca. Kurang lebih 2,5 tahun kemudian kira-kira 612 M, Muhammad menerima wahyu kedua. Setelah ia menerima perintah untuk memuliakan nama Tuhan, Muhammad mulai menyebarkan Islam awalnya hanya kepada istri dan anaknya lalu kerabatnya dan yang lainnya. Selanjutnya ia mulai mengajarkan agama Islam ke orang-orang Mekkah akan tetapi ditentang oleh orang-orang

Quraisy yang dipimpin Abu Sofyan. Perkembangan Islam pada periode Mekkah adalah sebagai berikut. Islam awalnya berkembang di Mekkah dan penyebarannya dilakukan sembunyi-sembunyi. Agama Islam hanya diterima oleh kalangan bawah seperti orang miskin, wanita pekerja maupun budak. Ketika dilakukan secara terbuka muncul berbagai reaksi perlawanan menentang penyebaran Islam seperti penyiksaan, ancaman keselamatan terhadap pengikut Islam. Penentangan terhadap agama Islam tersebut disebabkan  oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Islam dianggap bertentangan dengan kepercayaan asli masyarakat;
  • Faktor Politik, khawatir terhadap adanya kemungkinan keluarga Abu Muthalib menguasai Mekkah;
  • Faktor Ekonomi, menurunnya pendapatan para pemahat patung karena orang tidak lagi membeli patung sebagai alat pemujaan;
  • Faktor Sosial, karena kaum bangsawaan/ raja tidak setuju derajatnya disamakan dengan rakyat biasa.
  • Perlawanan semakin gencar sehingga pada tahun 615 M Muhammad mengungsikan pengikutnya ke Habsyah (Abbesenia/ Etiopia).
Karena semakin banyak orang yang disiksa maka pengikut Muhammad di Madinah menyarankan agar beliau pindah ke Madinah (Yatsrib) tapi beliau tidak mau sampai akhirnya beliau mengalami peristiwa Isra’ Mi’raj.
Terjadi peristiwa Isra Mi’raj merupakan sebuah peristiwa sebelum hijrahnya nabi Muhhammad dari Mekkah ke Madinah. Terjadi pada tanggal 27 Rajab 621 M. Peristiwa ini terjadi hanya dalam waktu satu malam.
Isra artinya perjalanan malam nabi Muhammad dari Masjid Al-Harram di Mekkah ke Masjid Al-Aqsa di Bait Al-Maqdis di Palestina. Setelah sholat di Al-Aqsa maka nabi melakukan peristiwa Mi’raj. Mi’raj merupakan meneruskan perjalanannya ke langit ke-7 terus ke Sidratu’l Muntaha menghadap Allah SWT. Pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk melakukan sholat 5 waktu. Setelah melakukan Isra’Miraj pada malam itu juga nabi kembali ke Mekkah. Atas desakan pengikutnya maka 12 Rabiulawwal 622 M  Muhammad melakukan Hijrah dari Mekkah dan Madinah (Yatsrib). Peristiwa ini sebagai awal dimulainnya tahun Hijriah. Di Madinah nabi disambut gembira karena kedatangannya memang sudah lama diharapkan. Sejak itu diawalilah Islam periode Madinah.
Pada tahun 630 M terjadi peristiwa Jihad, merupakan peristiwa melawan Mekkah dan mempertahankan Ka’bah. Pertempurannya terjadi di Gurun Badar dan Uhud. Akhirnya Kabah berhasil dikuasai dan penduduk Mekkah tunduk serta mau memeluk Islam. Kurang lebih 2 tahun kemudian seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam.
Kemenangan umat Islam membawa bangsa Arab ke persatuan setelah bangsa itu lama hidup dalam perpecahan.
Agama Islam merupakan ikatan bagi orang Arab dalam suatu negara. Pada 12 Rabiullawwal/ 8 April 632 M beliau wafat di Madinah.
Baca Pula : Munculnya Ajaran Islam