Zaman Prasejarah di Indonesia

Zaman Prasejarah di Indonesia Masa pra-aksara atau juga disebut juga masa prasejarah. Masa ini merupakan zaman ketika manusia belum mengenal tulisan. Manusia yang hidup pada zaman prasejarah disebut manusia purba. Peradaban manusia mulai berkembang sejak masa purba atau disebut masa pra-aksara. Apakah yang dimaksud masa pra-aksara? Pra-aksara berasal dari kata “pra” yang artinya sebelum dan “aksara” yang artinya tulisan. Jadi, masa pra-aksara arinya zaman ketika manuia belum mengenal tulisan.
Dalam bahasa Inggris, masa prasejarah diebut “prehistory”. Prehistory berasal dari kata “pre” yang artinya sebelum dan “history” yang artinya sejarah. Jadi prehistory artinya sebelum zaman sejarah. Zaman prasejaah disebut juga zaman “nirleka”. Nirleka berasal dari kata “nir” yang artinya tidak dan “leka yang bearti tulisan. Jadi zaman nirleka juga berarti zaman ketika manusia tidak mengenal tulisan. Pada zaman pra-aksara manusia belum meninggalkan bukti-bukti tertulis. Bagaimanakah cara kita mempelajari kehidupan manusia pada zaman tersebut? Untuk mengetahui kehidupan pada masyarakat pada masa pra-aksara, kita dapat melakukan penelitian terhadap benda-benda purbakala yang ditemukan, misalnya fosil dan artefak.
Fosil adalah sisa makhluk hidup dan tumbuhan yang telah membatu. Fosil yang dapat memberi petunjuk tentang kehidupan manusia zaman pra-aksara disebut fosil pandu atau “leitfosil”. Ilmu yang mempelajari tentang fosil adalah “palaentologi”. Sedangkan artefak adalah alat-alat yang digunakan oleh manusia purba untuk memenuhi kebutuhannya. Alat-alat tersebut terbuat dari batu, tulang,duri, maupun logam. Selain paleontologi, untuk mempelajari zaman prasejarah, para ahli benda purbakalajuga menggunakan ilmu lainnya, misalnya Paleoantropologi dan Geologi. Paleontropologi yaitu ilmu yang mempelajari cirri-ciri fisik manusia dari zzaman pra-aksara sampai sekarang. Sedangkan geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang lapisan-lapisan tanah. Melalui ilmu ini kita dapat mengetahui umur fosil berdasarkan umur lapisan tanah atau batuan tempat ditemukannya fosil tersebut.
Ada taiga macam cara mempelajari peninggalan sejarah zaman purba, yaitu secara Stratigrafi, Tipologi dan Kimiawi. Dibawah ini penjelasannya.
  • Stratigrafi adalah cara mempelajari umur benda-banda peninggalan masa pra-aksara berdasarkan letaknya di dalam lapisan tanah. Semakin ke dalam lapisan batuan, usia benda tersebut semakin tua. Cara ini mempunyai kelemahan, karena beberapa kejadian alam dapat mengakibatkan benda lapisan atas belum tentu lebih muda dari lapisan di bawahnya.
  • Tipologi adalah cara mempelajari umur benda-benda peninggalan sejarah berdasarkan bentuk dan jenisnya. Makin sederhana bentuk peninggalan itu, makin tua usia benda tersebut. Cara ini digunakan untuk mendukung cara stratigrafi.
  • Kimiawi adalah cara mempelajari umur benda berdasarkan unsure-unsur kimia yang terkandung di dalam benda yang ditemukan.
Jaman pra-sejarah atau jaman pra-aksara atau juga prehistori adalah jaman sebelum manusia mengenal tulisan. Jaman pra-sejarah juga disebut dengan nirleka, yang berarti jaman ketika tulisan belum ditemukan (Nir: tidak, leka: tulisan). Jaman pra-sejarah dimulai sejak manusia ada di muka bumi sampai dengan saat manusia mengenal tulisan.
Berakhirnya jaman pra-sejarah setiap bangsa tidak selalu sama kurun waktunya karena dipengaruhi oleh cepat lambatnya atau perkembangan bangsa yang bersangkutan dalam mengenal tulisan. Bangsa Indonesia baru meninggalkan jaman pra-sejarah sekitar tahun 400 M atau sekitar abad ke-5. Jaman pra-sejarah di Indonesia dimulai sejak adanya kehidupan di Indonesia sampai ditemukannya Ppeninggalan tertulis. Dengan demikian jaman pra-sejarah berakhir jika manusia sudah mulai mengenal tulisan.
Oleh karena jaman pra-sejarah tidak meninggalkan tulisan maka diperlukan beberapa ilmu bantu yang dapat digunakan untuk mengetahui jaman pra-sejarah sebagai berikut:
  • Paleoantropologi, yaitu ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk manusia yang paling sederhana sampai manusia pada jaman sekarang.
  • Paleontologi, yaitu ilmu yang mempelajari sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu atau fosil.
  • Geologi, yaitu ilmu yang mempelajri lapisan-lapisan tanah.
Sumber-sumber yang dapat di gunakan untuk mengetahui kehidupan manusia jaman pra-sejarah adalah:

  • Fosil. Fosil adalah sisa-sisa tumbuhan, hewan, maupun manusia yang telah membatu karena terpendam dalam lapisan tanah. Fosil manusia purba di temukan dengan cara menggali tanah, pada setiap lapisan tanah tersebut akan di temukan fosil-fosil dalam kondisi yang mempunyai ciri-ciri khusus. Fosil-fosil yang ditemukan para ahli dinamakan fosil pandu, sebab fosil yang ditemukan tersebut di gunakan untuk memberi petunjuk mengenai kehidupan manusia purba pada jaman pra-sejarah. Fosil pandu juga disebut dengan leit fosil.
  • Kjokkenmodinger. Kjokkenmodinger atau sampah dapur adalah tumpukan kulit kerang yang menggunung atau membentuk bukit. Kjokkenmodinger ini banyak di temukan di muka di sepanjamg pantai timur pulau Sumatera.
  • Abris Sous Roches. Abris Sous Roches atau tempat perlindungan di bawah karang (gua karang) merupakan tempat tinggal yang digunakan manusia purba yang terdapat di tepi laut atau di daerah pegunungan kapur. Merupakan tempat tinggal yang bersifat sementara yang berbentuk gua. Banyak di temukan di Pacitan (Jawa Timur), Teluk Tiron (Papua), Pulau Seram (Maluku), dan Sulawesi Selatan. Penemuan gua karang tersebut di dasarkan pada bukti fosil manusia purba secara utuh ditemukan di gua karang dekat Pacitan.
  • Artefak. Artefak merupakan peralatan yang dibuat oleh manusia purba untuk membantu kelangsungan hidupnya. Alat-alat tersebut merupakan hasil kebudayaan manusia purba yang dapat menunjukkan bahwa manusia mempunyai kelebihan dari makhluk lainnya.[ki]