Tips menghadapi Wawancara Kerja

Cara Menghadapi Wawancara Kerja Sahabat sekalian, pada kesempatan kali ini Kata Ilmu akan sedikit membagi pengalaman sedikit tentang wawancara kerja, ini sesuai dengan pengalaman admin Kata Ilmu, beberapa tahun yang lalu, ketika itu saya mendaptar pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional, yang gajinya cukup menjanjikan. Waktu itu admin hanya melihat pengumumannya di koran. Saya coba-coba memasukkan lamaran, ternyata saya di panggil test.
Banyak tahap testnya. Tapi yang terpenting adalah test wawancara, saya waktu itu cukup
gugup juga, soalnya saya di wawancarai oleh 4 bigboss sekaligus, yang 3 orang Indonesia (Area manager dan Brand Manager) dan yang 1 yang paling bikin saya deg-degan adalah orang Korea Selatan, Bigbos dari perusahaan multinasional ini, tapi akhirnya saya diterima menjadi supervisor di perusahaan multinasional tersebut. Olehnya itu saya ingin sedikit membagikan pengalaman itu kepda pengunjung sekalian. Berikut sedikit point yang harus diperhatikan:
Ceritakan tentang diri anda
Jangan terlalu merendahkan diri Anda. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu.
Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara.
Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja. Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal.
Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”
Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja.
Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,”
Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.
Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa …” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.
Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain: Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.
Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan-jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun.
Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.
Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini.
Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.
Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.
Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi.
Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara:
1.    Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
2.    Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
3.    Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
4.    Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
5.    Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
6.    Siapakah yang membiayai studi anda?
7.    Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
8.    Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?
9.    Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
10. Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi.
11. Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
12. Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
13. Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
14. Dengan atasan macam apakah anda senang bekerja?
15. Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?
16. Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
17. Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
18. Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
19. Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
20. Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?
21. Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
22. Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
23. Apakah yang anda cari dalam bekerja?
24. Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
25.menurut Anda apa visi dan misi dari perusahaan ini?

Itulah sedikit pengalaman admin, ketika menghadapi test kerja, khususnya test wawancara. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pengunjung blog ini. Dan saya berdoa mudah-mudahan anda dapat pekerjaan yang memuaskan, memuaskan suasana kerjanya sekaligus tentunya yang paling utamamemuaskan pendapatannya. Salam.[ki]