SAY NO TO RACISM: KATAKAN TIDAK UNTUK RASISME

"Mari kita lindungi dan ayomi kelompok- kelompok minoritas, baik dari segi keagamaan maupun identitas sosial lainnya. Mari kita bangun kehidupan berbangsa dan bernegara, yang dilandasi kokohnya kerukunan antarumat beragama," kata Presiden saat memberikan sambutan dalam peringatan Nuzulul Quran Tahun 1431 Hijriyah di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/8/2010) malam. (Kompas.com Edisi 26/08/2010).
Menarik untuk kita resapi ucapan SBY diatas, ucapan sang negarawan, ucapan yang sangat menyejukkan ditengah keberagaman kita sebagai Indonesia. Kelompok minoritas di Indonesia memang harus dihargai dan dilindungi. Betapa tidak, sudah banyak peristiwa-peristiwa yang mengarah kepada kebencian terhadap kelompok minoritas.
Bila kita menengok kebelakang misalnya, di Makassar bila oknum yang kebetulan dari etnis Cina berbuat kriminal, maka seluruh orang Cina akan mendapatkan akibatnya, mereka diganyang habis-habisan. Dan peristiwa terakhir yang masih hangat adalah pembubaran paksa jemaat HKBP yang tengah beribadah di Pondok Timur Indah Bekasi oleh ormas-ormas tertentu.
Golongan minoritas disini bukan hanya orang Cina, orang Kristen. Namun di Indonesia semua agama, suku dan golongan adalah minoritas. Orang Islam minoritas di Manado, Bali, dan Papua, suku Jawa minoritas di Makassar, Suku Makassar minortas di Maluku. Kalau kita mau mempertentangkan agama, suku atau golongan, maka akan sangat mudah didapat pertentangannya. Olehnya itu kita harus sadar dan menanankan ke sanubari kita masing-masing bahwa kita ini orang Indonesia adalah satu meskipum berbeda, kita memang berbeda tapi satu jua Indonesia. Janganlah kita seperti Adolf Hitler yang sangat benci kepada ras tertentu yakni ras Yahudi dan Afrika. Dan ternyata menurut penelitian terbaru ternyata Hitler adalah keturunan Yahudi dan Afrika. Sungguh menyesal Hitler seandainya dia dapat dihidupkan kembali dan mengetahaui kenyataan bahwa dia adalah keturunan dari orang yang sangat dibenci.
Begitupun kita sebagai orang Indonesia jangan saling membenci antar satu golongan, suku dan agama yang lain, karena esok atau lusa jika kita benar-benar berperang melawan Malaysia, maka identitas Indonesia-lah yang akan mempersatukan kita di medan perang. Kita semua adalah satu ,Indonesia.[am]