REAKSI JK TERHADAP KONFLIK SARA TARAKAN

an
Jusuf Kalla (VIVAnews)
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai bentrokan yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Timur tidak perlu terjadi.
Menurut Kalla, masalah yang terjadi di sana adalah masalah kriminal perorangan, sehingga dia menyesalkan telah terjadi sentimen kesukuan.

"Awalnya adalah masalah kriminal perorangan, tiba-tiba menjadi sentimen kesukuan," ujar Jusuf Kalla di Jakarta, Rabu malam.
Menurut Kalla, bentrokan antaretnis Tidung dengan etnis pendatang dari Sulawesi, Bugis harus dihentikan segera. Kalla yakin masyarakat dapat menahan diri dan menghentikan bentrokan dengan cara berdialog yang difasilitasi oleh pimpinan daerah.

Kalla yang asli Bugis mengimbau agar masyarakat jangan gampang terpancing oleh isu-isu etnis. Ia menegaskan bentrokan ini tidak perlu terjadi.

Ia menyerahkan sepenuhnya penyelesaian bentrokan di Tarakan pada pemerintah. "Malam ini pemerintah rapat dan saya dengar sudah ada hasilnya," kata Kalla.

Bentrokan terjadi antara etnis tidung dengan etnis pendatang dari Sulawesi, Bugis.  Bentrok ini berawal dari pengeroyokan anak korban Abdullah, Abdul Rahmansyah oleh lima orang pada Minggu 26 September 2010 pukul 22.30 WITA. Saat itu Abdul Rahmansyah sedang melintas di kompleks Korpri.

Tiba-tiba, Abdul Rahmansyah dihadang lima orang tak dikenal. "Dikeroyok, mengalami luka-luka dan dirawat di RS Tarakan," kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana.

Setelah itu, Senin 27 September pukul 00.00 WITA orang tua Abdul Rahmansyah, Abdullah beserta enam orang suku Tidung lainnya mencoba mendatangi pengeroyok anaknya. Keributan pun pecah. "Dalam insiden itu meninggal satu orang, Abdullah," kata Untung Yoga. (sumber:vivanews)

terkait; DISINI