Pentingnya Pendidikan Berbasis Lokal Bangsa Indonesia

Pentingnya Pendidikan Berbasis Lokal Bangsa Indonesia - Pendidikan tradisional sangat arif dalam menyikapi keberadaan masyarakat lokal , sehingga tidak heran apabila pendidikan tradisional sangat tepat sebagai tolok ukur dalam kemajuan suatu bangsa . Membahas tentang pendidikan tradisional sebenarnya merupakan pembahasan yang sangat rumit, karena belum adanya batasan masalah yang melingkari dasar-dasar penerjemahannya.
Namun untuk menemukan sketsa pembahasan, sekiranya perlu diangkat beberapa interpretasi tentang pendidikan tradisional. Tradisi dalam bahasa latin adalah: traditio “diteruskan” atau kebiasaan. Dalam pengertian yang paling sederhana adalah sesuatu yang telah dilakukan secara terus menerus dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok masyarakat. Eksistensi tradisi merupakan roh dari sebuah kebudayaan. Tanpa adanya tradisi, tidak mungkin suatu kebudayaan akan langgeng. Tradisi juga dapat menciptakan hubungan antara individu dengan masyarakat secara harmonis.

Berangkat dari pengertian diatas tentang tradisi, maka timbullah konsep tradisi yang melahirkan istilah tradisional. Tradisional merupakan sikap mental dalam merespon berbagai persoalan dalam masyarakat yang didalamnya terkandung metodologi atau cara berfikir dan bertindak yang berpegang teguh atau berpedoman pada nilai dan norma yang belaku dalam masyarakat. Tetapi tidak selalu dengan cara statis, jadi dalam mengambil sikap juga secara progress (maju). Jadi dari pengertian diatas, dapat diambil tentang apa yang dimaksud pendidikan tradisional yaitu: Usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dalam dirinya, dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat yang konstruktif dan bersifat progress (maju) agar pendidikan tidak hanya sebatas teoritis belaka. Namun dapat mencapai manfaat dalam kehidupan lingkungan sosialnya dengan menguasai sejumlah keterampilan yang bermanfaat untuk merespon kebutuhan hidupnya.
Tuduhan masyarakat Barat terhadap pendidikan tradisional, cenderung menghakimi secara sepihak. Dengan menghilangkan nilai-nilai konstruktif pendidikan tradisional, sehingga banyak akademisi mengira bahwa pendidikan tradisional tidak dapat mencapai kemajuan. Mereka berlomba-lomba mengadopsi pemikiran Barat yang cenderung liberal dalam merumuskan pendidikan. Apalagi faktanya masyarakat liberal cenderung secara tidak lengkap dalam memberikan stigma terhadap pendidikan tradisional. Hal ini menimbulkan kerancuan dalam penilaian pendidikan tradisional.
Tuduhan Pihak Barat
Tuduhan tersebut diantaranya adalah: pertama pendidikan tradisional menciptakan penjara bagi anak didik dalam wilayah yang terbatas. Pendidikan tradisional menciptakan penjara energi pada kegiatan, yang membatasi siswa dalam berpikir maupun bertindak. Kedua pendidikan tradisional membentuk pembatasan interaksi sosial. Hal ini dianggap destruktif dalam kehidupan masyarakat. Ketiga pendidikan tradisional membatasi siswa dalam meraih pengalaman-pengalaman di dunia nyata. Me-nomordua-kan inisiatif dan kreatifitas.
Analisis diatas menunjukkan bahwa, mereka sadar atau tidak sadar telah terjebak dalam lingkaran pendidikan modern destruktif . Hal ini biasa digaungkan pemikir Barat dan para kawan-kawannya, yang mendukung adanya pendidikan liberal. Supaya pendidikan tradisional secepatnya dimusnahkan, sebab dianggap menghambat imperialisme budaya. Tuduhan masyarakat liberal terhadap pendidikan tradisional cenderung sepihak. Tanpa melihat apa yang ada dalam kearifan pendidikan masyarakat tradisional. Tuduhannya cenderung bersifat negatif (ketidak lengkapan dalam penelitian) dan berwacana itu yang tidak benar.
Ini strategi liberal yang sedang mengobok-obok pendidikan tradisional. Agar para cendekiawan Lokal lebih berpihak pada bangsa Barat . Melunturkan tradisi pribumi yang lebih arif. Karena lagi-lagi kepentingan politik yang membuat sinthesis para liberal, untuk menjatuhkan keberadaan masyarakat tradisional. Konsep ide ini terus menerus digaungkan oleh bangsa Barat. Mereka tidak suka melihat ide lokal yang di anggap menghambat kepentingan bangsa Barat. Mereka selalu menganggap negatif dalam melihat wajah pendidikan masyarakat tradisional. Padahal kalau kita mau melihat secara faktual, pendidikan liberal yang dirasakan masyarakat tradisional cenderung jauh dari kearifan masyarakat. Lebih bersifat kapitalis imperialis. Sebab dalam faktanya, pendidikan liberal cenderung membentuk karakter pendidikan yang cenderung menjajah masyarakat lokal. Dalam wilayah tradisional dan menghilangkan energi siswa bersentuhan dengan fakta yang ada. Pendidikan liberal juga menghilangkan nilai-nilai interaksi sosial siswa. Baik kepada lingkungannya yang mengakibatkan para pelajar cenderung individualis dan egois dalam bersikap. Hal ini menimbulkan sistem “robot” dalam pendidikan liberal. Dengan embel-embel, sebagai pendidikan pembebasan. Padahal hanya tipu daya dengan tujuan membuang sampah yang tak digunakan dinegeri Barat itu sendiri.
Pendidikkan liberal juga hanya sebagai pencucian otak. Pendidikannya jauh dari kenyataan sosial atau sebatas teori tanpa fakta. Pendidikan liberal telah merenggut inisiatif dan kreatifitas masyarakat lokal. Hal ini melahirkan siswa-siswa yang hanya melihat teori-teori belaka tanpa adanya bukti kongkrit. Hal ini dapat menimbulkan masyarakat yang anti sosial.
Pentingnya Pendidikan Lokal
Dapat dipahami bahwa sikap pendidikan tradisional adalah bagian terpenting dalam sistem tranformasi nilai-nilai kebudayaan dan ilmu pengetahuan. Kita harus menyadari bahwa masyarakat berfungsi menjaga dan memajukan tradisi secara dinamis. Untuk itu setiap siswa seharusnya belajar dari pengalaman di lingkungan sosialnya . Bukan sekedar dibangku sekolah yang diagungkan masyarakat liberal. Mereka menyebut dirinya lebih modern dan selalu mencari stigma kelemahan masyarakat tradisional. Agar masyarakat lokal dapat ditipu daya dan diambil apa yang dimilikinya. Mereka hanya memberikan bungkusan yang indah-indah, padahal sistem pendidikan liberal sangat bobrok. Apabila di terapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat tradisional. Karena tidak sesuai dengan karakter masyarakat lokal.
Pendidikan masyarakat tradisional sudah membumi. Telah menjadi kebiasaan dan pola kelakuan yang dipelajari. Misalnya bahasa, ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Ini berarti juga bahwa konten pendidikan tak terlepas dari tradisi. Terjadinya proses internalisasi dalam diri setiap anggota masyarakat. Pasti landasannya tradisional yang meliputi sikap mental cara berfikir dan cara bertindak menyelesaikan persoalan hidup. Tinggal bagaimana pendidikan mampu menjawab dan memasukkan dengan mengemas pendidikan tradisional. Ciri pendidikan ini menonjolkan jadi jati diri, serta bagian pendidikan-pendidikan yang saat ini sedang mengalami regresi. Yang sekian puluh tahun meniru pendidikan masyarakat liberal yang tidak sesuai dengan jati diri masyarakat pribumi.
Dengan adanya pengkajian secara jujur tentang pendidikan tradisional. Sangat layak untuk dikembangkan dalam tatanan pendidikan negara. Agar bangsa ini tidak kehilangan karakter anak bangsa. Agar kita tidak mengunggulkan secara berlebihan, langsung ataupun tidak langsung terhadap masyarakat Barat .Sebab diakui atau tidak diakui, banyak peneliti pendidikan tradisional dari kalangan Barat. Sehingga hasilnya sudah dapat dipastikan, sesuai dengan keinginan masyarakat Barat dan sekutunya. Semoga pembahasan singkat ini membuka hati kita, untuk selalu mencintai dan memajukan apa yang dimliki bangsa ini. Dengan kaki kita sendiri bisa berjalan, bukan para kaki penjajah gaya baru, yang cenderung menginginan materi, yang ada dalam kehidupan masyarakat pribumi.[ki]