Manusia Praaksara di Nusantara

Manusia Praakasara di Nusantara Manusia Praakasara atau Manusia Purba Indonesia terdapat berbagai macam ciri-ciri dan jenisnya dan tersebar diberbagai Pulau di Indonesia maupun dibelahan dunia lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwasanya menurut para pakar peneliti, kita berasal dari Kera yang ber evolusi dan kemudian menjadi manusia seutuhnya seperti saat ini. Banyak Gambar mengenai perkembangan Evolusi Manusia Purba ini sekaligus alat-alat yang digunakan untuk bertahan hidup yang didapat dari alam.
Ciri - Ciri Manusia Purba Indonesia:
Meganthropus Paleojavanicus
  • Memiliki tulang pipi yang tebal
  • Memiliki otot kunyah yang kuat
  • Memiliki tonjolan kening yang menyoloK
  • Memiliki tonjolan belakang yang tajam
  • Tidak memiliki dagu
  • Memiliki perawakan yang tegap
  • Memakan jenis tumbuhan
Pithecanthropus
  • Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
  • Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
  • Bentuk tubuh & anggota badan tegap
  • Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
  • Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
  • Bentuk tonjolan kening tebal
  • Bentuk hidung tebal
  • Bagian belakang kepala tampak menonjol
Homo
  • Volume otaknya antara 1000 – 1200 cc
  • Tinggi badan antara 130 – 210 cm
  • Otot tengkuk mengalami penyusutan
  • Muka tidak menonjol kedepan
  • Berdiri tegak dan berjalan lebih sempurna
Hasil budaya manusia purba Indonesia
Pithecanthropus Erectus
  • Kapak perimbas
  • Kapak penetak
  • Kapak gengam
  • Pahat gengam
  • Alat serpih
  • Alat-alat tulang
Homo
  • Kapak gengam / Kapak perimbas
  • Alat serpih
  • Alat–alat tulang
Jenis - Jenis Manusia Purba Indonesia
Meganthropus Ditemukan oleh Von Koenigswald yang menemukan rahang atas dan rahang bawah pada tahun 1936 dan tahun 1941 di Sangiran. Temuan ini merupakan sisa Meganthropus yang disebut Meganthropus paleojavanicus. Diperkirakan Meganthropus hidup satu sampai dua juta tahun lalu semenjak penelitian. Manusia purba jenis ini memiliki rahang yang kuat dan badan tegap. Para Meganthropus biasanya hidup dengan mengumpulkan bahan makanan terutama tumbuh-tumbuhan.
Pithecanthropus. Temuan Pichecantropus pertamakali telah menarik perhatian dunia, terutama para ilmuan. Pichecanthropus merupakan temuan yang paling banyak di Indonesia, tinggi Pichecantropus rata-rata 165-180 cm namun tidak setegap Meganthropus. Adapun jenis dari Pithecanthropus di Indonesia antara lain: Pithecanthropus erectus, Pithecanthropus soloensis, dan Pithecanthropus mojokertensis.
  • Pithecanthropus erectus. Dikenal dengan manusia purba yang berjalan tegak, ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di Trinil. Diperkiran dua setengah juta sampai satu setengah juta tahun setelah penelitian.
  • Pithecanthropus soloensis. Ditemukan oleh Von Koenigswland, Ter Haar, dan Oppenoorth antara tahun 1931 – 1934 di Ngandong, Kabupaten Blora.
  • Pithecanthropus mojokertensis. Dikenal sebagai manusia kera yang berasal dari Mojokerto. Jenis ini ditemukan oleh Von Koenigswald tahun 1936 di Pucangan, utara Perning dan Mojokerto. Jenis manusia purba ini merupakan jenis yang tertua, hidup antara dua setengah hingga satu seperempat tahun sejak penelitian.
Homo Fosil homo ditemukan di Wajak dengan tinggi tubuh antara 130 – 210 cm dan berat rata-rata 30 – 150 kg. Mulut dan dahinya masih menonjol, muka dan hidungnya masih lebar. Manusia purba jenis ini hidup antara 25.000 – 40.000 tahun yang lalu sejak penelitian. Oleh karena itu, fosil Homo ini ditemukan di Wajak, maka fosil ini disebut Homo wajakensis. Selain di Indonesia, fosil serua juga ditemukan di Malaysia Timur, Filipina, dan Cina Selatan.

Homo sapiens. Homo jenis ini lebih sempurna dibandingkan dengan Homo lainnya, walaupun cara makannya masih sederhana. Homo sapiens artinya manusia cerdik, Homo jenis ini merupakan campuran antara Homo jenis Indonesia dan pendatang dari Yunan yang merupakan nenek moyang bangsa Indonesia. Ciri-ciri Homo sapiens mempunyai tubuh yang sempurna, rahang tidak menonjol seperti Pithecantropus, dan cara berfikirnya sudah maju. [ki]